tips puasa tagged posts

Suka Tidur Setelah Sahur? Ini 2 Dampaknya

Tidur setelah sahur sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah penyakit

Saat ini sudah masuk ke bulan suci Ramadan yang artinya umat Islam menjalankan kewajiban ibadah puasa. Saat puasa, seseorang tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman. Selain itu, hal yang menantang saat bulan puasa adalah pola tidur. Jam tidur akan berkurang selama bulan puasa, karena setiap orang yang menjalankan puasa harus bangun untuk melakukan sahur. Karena sulit menahan rasa kantuk, banyak orang yang memilih tidur setelah sahur.

Ternyata, langsung tidur setelah sahur dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan makanan yang baru dimasukkan ke dalam tubuh harus dicerna terlebih dahulu. Apabila langsung tidur, sistem pencernaan yang ada menjadi tidak bekerja dengan baik.

Memang setelah makan banyak orang akan merasa kantuk. Hal itu terjadi karena tubuh sedang sibuk mencerna makanan yang telah dimakan. Setelah kamu selesai makan, otak mengirimkan sinyal ke organ untuk pencernaan segera dan mengarahkan semua darah menjauh dari sisa organ.

Sel-sel darah merah juga membantu untuk mencerna makanan yang dapat mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan otak kekurangan darah dan menyebabkan rasa kantuk.

Ketika seseorang langsung tidur setelah sahur, tubuh sedang berusaha untuk mencerna makanan yang masuk. Sehingga, kebanyakan oksigen akan berpindah ke lambung untuk memperlancar pencernaan. Namun, karena tubuh dalam posisi tidur, lambung menjadi tidak dapat bekerja dengan cepat. Selain itu, oksigen di dalam otak juga menjadi berkurang.

Tidur setelah menyantap menu sahur bukanlah suatu hal yang baik. Setelah makan, tubuh akan terus bekerja agar dapat mencerna makanan yang mungkin menyebabkan masalah pencernaan apabila langsung tidur. Selain itu, makan yang terlalu larut malam juga dapat menyebabkan gangguan penilaian pada tubuh, sehingga membuat tubuh kelelahan.

Selain itu, menyantap makanan kemudian langsung tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebab, tubuh tidak dapat membakar kalori tersebut. Maka dari itu, seseorang yang akan berpuasa dapat menjaga kesehatannya dengan tidak langsung tidur setelah sahur.

Apabila kamu sering melakukan tidur setelah sahur, beberapa gangguan yang dapat terjadi pada tubuh kamu adalah:

Mulas

Kamu mungkin akan merasa nyaman berbaring segera setelah makan, tetapi hal ini dapat menyebabkan mulas pada perut kamu. Mulas terjadi karena produksi berlebihan asam lambung yang menyebar dari lambung dan mengarah ke tenggorokan atau dada. Asam lambung yang menuju ke organ bagian atas menyebabkan sendawa, serta menyebabkan rasa asam di mulut. Gangguan tersebut juga dikaitkan dengan cegukan, sehingga membuat kamu sulit untuk tidur nyenyak di malam hari.

GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) juga dapat terjadi jika kamu tidur setelah sahur. Kondisi ini terjadi karena letak katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak menutup. Asam lambung bergerak menuju tenggorokan dan membuat kamu merasakan sensasi terbakar. Jika kondisi ini tidak segera diobati, hal tersebut akan mengakibatkan efek merusak pada selaput lendir tenggorokan yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Pada dasarnya tidur setelah sahur boleh-boleh saja. Asalkan, memberi jeda kurang lebih 3 jam setelah kamu makan. Hal itu dilakukan agar tubuhmu dapat mencerna makanan dengan baik dan masuk ke usus kecilmu. Jeda tersebut akan mencegah masalah-masalah kesehatan seperti yang disebutkan di atas.

Demikian hal yang akan terjadi saat kamu memilih untuk tidur setelah sahur. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasanmu.

Read More