tekanan darah tinggi tagged posts

Gejala dan Penyebab Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal merupakan jenis tekanan darah tinggi yang langka dan memengaruhi pembuluh darah arteri dan kapiler. Kedua pembuluh darah tersebut membawa darah dari bilik jantung (ventrikel) kanan ke paru-paru. Saat tekanan di arteri pulmonalis dan pembuluh darah kecil terus menumpuk, jantung harus bekerja dengan lebih keras dalam memompa darah ke paru-paru. Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat melemahkan otot jantung. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian. Saat ini tidak ada obat untuk hipertensi pulmonal, namun pilihan perawatan tersedia yang difokuskan untuk membantu mengurangi gejala serta menurunkan risiko komplikasi dan memperpanjang usia.

Gejala hipertensi pulmonal yang perlu diwaspadai

Pada tahap hipertensi pulmonal, Anda mungkin tidak akan menunjukkan adanya tanda-tanda tertentu. Saat kondisi berubah menjadi semakin parah, gejala akan mulai tampak, seperti kesulitan bernapas, lelah, pusing, hilang kesadaran, adanya tekanan di dada, sakit dada, denyut nadi yang cepat, palpitasi jantung, warna kebiruan pada bibir atau kulit, pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai, dan pembengkakan dengan cairan berada di dalam perut (terutama pada kondisi tahap akhir). Anda juga akan merasa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Di kemudian hari, bahkan pada saat Anda beristirahat dan tidak melakukan aktivitas, kesulitan bernapas juga dapat terjadi.

Penyebab hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal berkembang ketika pembuluh darah arteri dan kapiler pulmonalis yang membawah darah dari jantung ke paru-paru menjadi menyempit atau hancur. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai macam kondisi, namun, penyebab utama atau pasti dari kondisi hipertensi pulmonal belum dapat diketahui. Organisasi Penyakit Langka Nasional (NORD) menyatakan bahwa dalam 15 hingga 20 persen kasus hipertensi pulmonal, kondisi ini merupakan sebuah penyakit turunan. Hal ini melibatkan adanya mutasi genetik yang terjadi di dalam gen BMPR2 atau gen lain. Mutasi tersebut kemudian akan diturunkan dari keluarga ke keluarga, menyebatkan kemungkinan seseorang dengan mutasi ini menderita hipertensi pulmonal di kemudian hari. Sementara itu, kondisi lain yang berhubungan dengan perkembangan hipertensi pulmonal di antaranya adalah penyakit hati kronis, penyakit jantung bawaan, gangguan jaringan konektif tertentu, infeksi seperti HIV dan schistosomiasis, dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti methamphetamine. Dalam beberapa kasus, hipertensi pulmonal dapat terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas, dan kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertensi pulmonal idiopatik.

Komplikasi kesehatan akibat hipertensi pulmonal

Ada beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita hipertensi pulmonal, di antaranya adalah:

  • Pembesaran jantung sebelah kanan dan gagal jantung (cor pulmonale). Dalam kasus cor pulmonale, ventrikel kanan jantung menjadi membesar sehingga harus memompa lebih keras daripada biasanya untuk menggerakkan darah melewati arteri paru-paru yang tersumbat atau menyempit. Awalnya, jantung akan mengimbangi hal tersebut dengan mempertebal dinding dan memperluas bilik ventrikel kanan guna meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung. Namun, perubahan tersebut akan menambah beban pada jantung, dan menyebabkan kegagalan ventrikel kanan.
  • Penggumpalan darah. Memiliki hipertensi pulmonal membuat Anda lebih rentan mengalami penggumpalan darah di arteri kecil di paru-paru, yang mana merupakan sebuah kondisi berbahaya apabila Anda sudah memiliki pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

Hipertensi pulmonal tidak selamanya dapat dicegah. Akan tetapi, beberapa jenis kondisi seperti penyakit hati kronis, tekanan darah tinggi, HIV, dan penyakit paru-paru kronis yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pulmonal dapat dicegah atau diatasi untuk mengurangi risiko.

Read More