nyeri sendi tagged posts

Gejala dan Penyebab Artritis Reaktif

Gejala dan Penyebab Artritis Reaktif

Artritis reaktif merupakan salah satu jenis artritis yang dapat dipicu oleh infeksi di dalam tubuh. Biasanya, infeksi menular seksual atau infeksi bakteri di dalam usus memicu perkembangan artritis reaktif. Ini dapat dianggap sebagai sebuah penyakit autoimun dari grup spondyloarthritis. Orang-orang dengan artritis reaktif biasanya sering mengalami gejala pada persendian besar di ekstremitas bawah. Artritis reaktif sebelumnya dikenal dengan sebutan sindrom Reiter, peradangan mata (conjunctivitis), dan peradangan saluran kemih (uretritis). Kondisi ini awalnya dianggap sebagai sebuah kondisi yang langka. Menurut Institut Artritis dan Penyakit Muskuloskeletal dan Penyakit Kulit Nasional (NIAMS), pria memiliki risiko lebih tinggi menderita artritis reaktif dibandingkan dengan wanita, namun diagnosa lebih sulit dilakukan pada wanita. 

Penyebab dan gejala

Infeksi bakteri pada saluran kemih atau usus merupakan penyebab utama artritis reaktif. Bakteri yang paling sering dihubungkan dengan kondisi ini adalah Chlamydia trachomatis (yang mana juga bertanggung jawab terhadap infeksi chlamydia). Bakteri ini biasanya menyebar lewat hubungan seksual. Bakteri yang menyebabkan keracunan makanan juga dapat mengakibatkan gejala artritis reaktif. Contoh dari bakteri ini meliputi Shigella dan Salmonella. 

Genetik juga dapat menjadi faktor kunci apakah Anda dapat memiliki artritis reaktif atau tidak. Menurut NIAMS, orang-orang yang memiliki gen HLA B27 lebih rentan menderita artritis reaktif. Akan tetapi, tidak semua orang dengan gen HLA B27 akan menderita penyakit ini apabila mereka terinfeksi. 

Ada 3 set gejala yang berhubungan dengan artritis reaktif, yaitu:

  • Sistem musculoskeletal

Gejala muskuloskeletal meliputi sakit persendian dan pembengkakan. Artritis reaktif biasanya menyerang persendian di lutut, pergelangan kaki, dan persendian sacroiliac di panggul. Anda juga dapat menderita sakit persendian, terasa kencang, dan pembengkakan pada jari, punggung, pantat, dan tumit. 

  • Sistem saluran kencing

Sebuah kondisi yang disebut dengan nama uretritis dapat menyebabkan gejala saluran kencing. Urethritis merupakan tabung yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Urethritis merupakan peradangan pada tabung tersebut. Gejala pada kondisi ini meliputi rasa sakit, nyeri, dan sensasi terbakar saat buang air kecil dan rasa ingin terus buang air kecil. Pria dapat menderita prostatitis sebagai bagian dari artritis reaktif. Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Sementara itu, cervicitis merupakan peradangan pada serviks wanita, yang mana dapat menjadi tanda artritis reaktif. 

  • Mata dan kulit

Peradangan mata merupakan salah satu gejala utama artritis reaktif. Conjunctivitis merupakan peradangan pada selaput mata. Gejala yang ditimbulkan meliputi rasa sakit, gatal, dan keluarnya cairan. Artritis reaktif juga dapat menyerang kulit dan mulut. Ruam kulit, meliputi keratoma blennorrhagica (pustula kecil pada tumit kaki) yang dapat terjadi. Ruam mulut jarang ditemui. Namun, ruam mulut dapat menjadi gejala artritis reaktif.

Perawatan artritis reaktif tergantung pada penyebab kondisi ini. Dokter akan meresepkan obat-obatan antibiotik untuk merawat infeksi yang menjadi penyebabnya. Dokter dapat meresepkan obat-obatan tambahan untuk conjunctivitis, sariawan, dan ruam kulit apabila dibutuhkan. 

Tujuan perawatan setelah infeksi penyebab artritis reaktif terkontrol adalah untuk meredakan dan merawat rasa sakit. Obat-obatan anti peradangan nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan rasa sakit serta mengurangi peradangan. Dokter dapat meresepkan obat anti peradangan yang lebih kuat apabila obat-obatan OTC tidak cukup efektif dalam mengatasi rasa sakit. Corticosteroid merupakan obat-obatan buatan yang meniru cortisol, sebuah hormon yang diproduksi oleh tubuh secara alami. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menekan peradangan di dalam tubuh.

Read More