Memar tagged posts

penanganan luka memar

Luka Memar: Penyebab dan Penanganan yang Tepat

Semua orang pasti pernah mendapatkan luka memar saat melakukan olahraga berat atau bahkan ketika tidak sengaja membentur ujung meja. Kebanyakan dari kasus memar memang tidak perlu dikhawatirkan karena dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, pada beberapa kasus tertentu, memar dapat menjadi tanda sesuatu yang lebih serius. Untuk itu, pahami penyebab dan penanganan memar yang tepat.
 
Bagaimana Memar Terjadi?
Sebuah memar muncul ketika terjadi cedera yang membuat pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami pendarahan. Dalam cedera ini, kulit Anda tidak mengalami robekan atau sayatan, sehingga darah tidak keluar. Darah ini kemudian membentuk membentuk gumpalan dan mengubah warna kulit yang sedang mengalami cedera. Pukulan atau benturan yang sangat keras cenderung menyebabkan memar yang lebih besar.

 
Jenis-Jenis Memar
Sebuah memar yang tampak rata dengan warna ungu terjadi ketika darah bocor ke lapisan atas kulit disebut ecchymosis. Berbeda dengan hematoma yang terjadi ketika darah beku membentuk benjolan di bawah kulit. Biasanya tubuh yang mengalami hematoma tampak bengkak dan menimbulkan rasa nyeri di mana darah berkumpul di lapisan dermal.


Ragam Warna Memar
Dalam proses penyembuhan, protein kaya zat besi dalam darah Anda yang biasa disebut hemoglobin akan terurai menjadi senyawa lain. Proses ini membuat perubahan warna pada memar dengan rincian sebagai berikut:
• Warna merah tepat setelah cedera.
• Warna ungu, hitam, atau biru setelah satu atau dua hari cedera.

• Warna hijau atau kuning dalam 5 hingga 10 hari.
• Warna kuning kecoklatan atau coklat muda dalam 10 hingga 14 hari.
Biasanya memar akan memudar dalam total waktu 14 hari atau 2 minggu.

 
Penanganan Memar

1. Kompres dengan Es
Mengompres luka memar dengan es dapat mengurangi pembengkakan dan dapat mengecilkan area pada warna luka memar Anda. Langkah ini juga dapat memperlambat aliran darah ke area tersebut, sehingga darah yang keluar dari pembuluh akan lebih sedikit. Saat mengalami benturan keras dan mendapatkan memar, ambillah sekantung sayuran beku atau bongkahan es batu, bungkus dengan handuk, dan letakkan dengan lembut di area yang terluka. Diamkan selama 15 hingga 20 menit, lepaskan selama 30 menit, lalu ulangi selama 24 jam.
 
2. Tinggikan dan Panaskan
Istirahatkan anggota tubuh Anda yang terluka dan angkat hingga sejajar dengan dada jika memungkinkan. Misalnya, jika Anda membenturkan tulang kering, posisikan kaki Anda lebih tinggi. Ini akan mencegah pendarahan bertambah, membantu mengurangi pembengkakan, dan menjaga memar Anda agar tidak membesar. Setelah 2 hari, gunakan bantal pemanas atau kain hangat untuk memanaskan area tersebut. Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti acetaminophen atau ibuprofen, jika Anda merasa membutuhkannya.

Memar pada Tulang
Tulang Anda terbuat dari jaringan, sehingga mereka juga dapat mengalami memar. Beragam jenis kecelakaan dapat menyebabkan memar pada tulang, seperti misalnya cedera otot saat olahraga, kecelakaan mobil, serta beberapa kondisi medis, seperti arthritis. Tanda-tanda dari jenis memar ini sama dengan memar pada umumnya, yaitu rasa sakit, bengkak, dan perubahan warna. Akan tetapi, memar pada tulang biasanya lebih sakit dan berlangsung lebih lama. Anda dapat menanganinya dengan cara yang sama, yaitu istirahatkan, dinginkan, naikkan, dan gunakan obat penghilang rasa sakit.
 
Kapan Harus Memeriksakan Memar Dokter
Memar dapat memerlukan perawatan medis apabila

  • Anda pikir keseleo atau patah tulang mungkin telah menyebabkannya.
  • Memar terus semakin besar setelah hari pertama.
  • Memar membuat lengan atau kaki Anda bengkak atau kaku.
  • Memar berlangsung selama lebih dari beberapa minggu atau muncul lagi tanpa alasan.
  • Memar muncul di sekitar mata Anda dan Anda kesulitan untuk melihat atau melihat ke arah yang berbeda.


Mengapa Saya Mudah Memar?
Usia, jenis kelamin, dan faktor gen dapat mempengaruhi seseorang yang mudah mengalami memar. Seiring bertambahnya usia, kulit Anda menjadi lebih tipis dan kehilangan banyak lapisan lemaknya. Tidak ada lagi “bantalan” untuk melindungi pembuluh darah, sehingga mereka dapat terluka lebih mudah akibat benturan ringan. Selain itu, wanita juga cenderung lebih mudah memar daripada pria, terutama akibat luka ringan di lengan atas, paha, dan bokong.

 
Apakah Mungkin Ada Penyebab yang Lain?
Beberapa kondisi kesehatan dapat menyebabkan bintik-bintik yang tampak seperti memar. Memar besar dengan bintik-bintik berukuran besar disebut purpura. Sedangkan bintik-bintik merah atau ungu kecil disebut petechiae. Selain itu, masalah lain yang juga dapat menyebabkan bintik darah atau memar antara lain:

  • Gangguan pendarahan seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand
  • Penyakit hati, seperti cirrhosis
  • Trombositopenia (ketika Anda tidak memiliki cukup trombosit dalam darah)
  • Kanker seperti leukemia, penyakit Hodgkin, atau multiple myeloma

Akibat Pengobatan untuk Kondisi Medis Tertentu
Memar juga dapat terjadi akibat pemberian pengencer darah, aspirin, kortikosteroid, dan kemoterapi untuk melawan kanker. Pastikan untuk tidak berhenti meminum obat karena Anda menemukan memar-memar di tubuh. Lakukan konsultasi dengan dokter Anda. Dia mungkin dapat mengubah obat atau dosisnya sehingga memar yang Anda alami berkurang atau mungkin tidak sama sekali.
 
Dapatkah Memar Dicegah?
Anda tidak dapat menghindari memar, tetapi Anda dapat mengurangi kemungkinan untuk cedera dan terluka dengan cara:

  • Selalu nyalakan lampu atau gunakan penerangan saat beraktivitas agar Anda tidak terhuyung-huyung dalam gelap.
  • Pastikan untuk berhati-hati saat beraktivitas.
  • Letakkan barang-barang dan perabotan yang dapat tertabrak pada area yang aman sehingga tidak berisiko menyebabkan benturan.
  • Kenakan alat pelindung seperti helm atau pelindung tulang kering saat berolahraga.
Read More