infeksi bakteri tagged posts

Demam Tifoid: Apa Yang Perlu Diketahui?

Demam tifoid atau tipes adalah gejala yang mengganggu organ tubuh karena terjadi infeksi. Infeksi yang menyerang tubuh manusia adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut dapat tersebar melalui makanan.

Orang yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi dapat menyebar melalui kotoran atau urin. Jika seseorang mengalami gejala demam tifoid, gejala tersebut berlangsung antara 5 hari hingga satu bulan. Jika seseorang mengalami gejala tersebut yang berlangsung lebih lama, kemungkinan mengalami gejala lain sehingga menghambat kesehatan tubuh.

Semua orang berpotensi mengalami demam tifoid, namun juga berpotensi mengancam jiwa, khususnya bagi seseorang menderita penyakit yang serius. Gejala tersebut terjadi pada setidaknya 5 juta orang di seluruh dunia per tahun.

Demam tifoid terjadi di negara berkembang seperti di Asia Selatan. Beberapa negara yang terjadi di bagian Asia Selatan antara lain India, Pakistan, dan Bangladesh. Demam tifoid jarang terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, dan negara-negara di Asia Timur seperti Jepang.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh demam tifoid bervariasi. Gejala atau efek samping yang mungkin timbul antara lain:

  • Demam tinggi (suhu tubuh mencapai 40 Celsius).
  • Kelelahan atau lemas.
  • Diare atau sembelit.
  • Sakit kepala.
  • Ruam.
  • Berat badan berkurang.

Penyebab

Salah satu penyebab utama terjadinya demam tifoid adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonella typhi meracuni makanan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami infeksi pada usus atau yang disebut sebagai salmonellosis.

Bakteri Salmonella typhi tidak hanya menyebar melalui makanan atau minuman, bakteri tersebut juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terkena infeksi melalui jabat tangan misalnya.

Selain penyebab di atas, ada pula disebabkan karena salah penggunaan obat. Mungkin saja seseorang menggunakan obat antibiotik secara berlebihan. Namun obat antibiotik tidak sepenuhnya memulihkan penyakit. Obat tersebut justru berperan dalam mencegah gejala seperti demam tifoid setidaknya dalam sementara waktu.

Diagnosis

Demam tifoid terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, bahkan bisa menular dengan melakukan kontak fisik. Bakteri Salmonella typhi yang tersebar melalui makanan atau minuman menyerang bagian usus melalui pembuluh darah.

Sel darah putih membawa bakteri ke hati, limpa, dan sumsum tulang, setelah itu masuk ke pembuluh darah lagi. Bakteri tidak hanya meracuni bagian usus, namun juga pada bagian kantong empedu, sistem empedu, dan jaringan limfatik pada usus.

Pengobatan dan Pencegahan

Meskipun demam tifoid merupakan gejala yang serius dan perlu ditangani dengan cara yang tepat, ada berbagai cara untuk mencegah gejala tersebut. Anda bisa mengkonsumsi obat antibiotik sebagai berikut:

  1. Doxycycline

Obat ini dapat mencegah sejumlah infeksi bakteri yang ada pada paru-paru, usus, saluran kemih, bahkan infeksi menular seksual seperti sifilis.

  • Chloramfenicol

Obat ini dapat digunakan pada ibu hamil. Obat ini berfungsi tidak hanya mencegah infeksi bakteri pada usus, namun juga pada mata.

  • Ciprofloxacin

Obat ini merupakan pilihan alternatif bagi orang dewasa yang mengalami demam tifoid dan tidak bisa mengkonsumsi obat Doxycycline. Kegunaannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada tubuh.

Selain obat antibiotik, Anda sebaiknya juga melakukan vaksinasi jika Anda pergi ke tempat yang memiliki risiko tinggi demam tifoid. Ada dua cara untuk melakukan vaksinasi, antara lain:

  1. Vaksin oral

Vaksin oral digunakan bagi anak yang setidaknya berusia 6 tahun dan dapat dikonsumsi berupa butiran pil.

  • Vaksin suntikan

Vaksin suntikan adalah cara vaksin berupa suntikan yang dapat digunakan kepada orang yang setidaknya berusia 2 tahun.

Anda juga dapat melakukan pencegahan untuk membantu proses penyembuhan demam tifoid. Cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Konsumsi makanan yang sehat, hindari makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.
  • Perbanyak minum air mineral untuk mencegah dehidrasi dan menjaga daya tahan tubuh dari bakteri Salmonella typhi.
  • Anda sebaiknya istirahat di rumah untuk mencegah penularan terhadap orang lain.
Read More