hidup sehat tagged posts

Gym Tutup karena Corona? Lakukan Olahraga di Rumah

Olahraga di rumah opsi terbaik menghadapi corona

Olahraga merupakan cara yang baik untuk mengatasi stres di akhir hari. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap dalam kondisi yang prima. Namun, rasa takut untuk terkena penyakit COVID-19 yang sekarang sedang menjadi pandemi membuat banyak orang enggan mengunjungi tempat-tempat umum seperti gym, mengingat gym adalah tempat di mana banyak orang menggunakan peralatan secara bergantian, sehingga penularan virus ini menjadi lebih mudah dan rentan. Selain itu, anjuran dari pemerintah untuk tetap di rumah membuat para “gym freaks” harus memutar otak untuk terus dapat berolahraga. Untungnya, Anda bisa melakukan olahraga di rumah dengan mudah. 

Anda masih bisa melakukan rutinitas dan aktivitas olahraga di rumah. Selain karena manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan, melakukan olahraga di rumah dapat menghilangkan rasa bosan akibat berada di dalam ruangan dari waktu ke waktu, terutama apabila Anda dan keluarga memerlukan karantina. Karena coronavirus yang baru dapat menyebar dengan sangat cepat, penting bagi Anda dan keluarga untuk terus waspada dalam melindungi tubuh. Latihan dan olahraga penting agar tubuh menjadi sehat. Namun, aktivitas tersebut juga memiliki peran yang vital dalam melindungi tubuh dari penyakit yang ditularkan lewat udara, terutama jenis penyakit-penyakit baru seperti coronavirus di mana perawatan yang efektif masih harus dipelajari lebih lanjut. 

Apabila menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan penyakit tinggi sangat dianjurkan, misalnya gym, pilihan alternatif untuk terus dapat berolahraga di rumah perlu direkomendasikan. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah tanpa perlu adanya alat-alat khusus. Anda hanya perlu untuk melakukan latihan dasar seperti plank, squat, push up, ataupun burpees, yang mana merupakan jenis olahraga di rumah tanpa alat untuk membentuk dan membangun kekuatan sekaligus meningkatkan detak jantung. Salah satu rutinitas olahraga di rumah yang paling sering dilakukan adalah 4-5 ronde latihan masing-masing selama 45 detik untuk kemudian diikuti 15 detik istirahat di setiap sesinya.

Tips penting dalam melakukan olahraga di rumah adalah memilih jenis latihan yang bermanfaat untuk bagian tubuh yang berbeda. Dengan cara tersebut, Anda bisa mendapatkan latihan atau olahraga untuk keseluruhan tubuh hanya dalam waktu kurang dari 20 menit saja. Olahraga di rumah mungkin akan sedikit membingungkan apabila Anda belum pernah melakukannya sebelumnya. Namun, bagi mereka yang membutuhkan panduan dalam melakukan olahraga, kini sudah banyak tutorial online yang tersedia di platform-platform video ataupun media sosial. 

Jenis latihan yang bisa dilakukan

Jika dilakukan dengan tepat, hanya dengan menggunakan berat tubuh saja dapat membuat olahraga di rumah menjadi sangat efektif, terutama dalam memperkuat otot inti. Jenis latihan bagi pemula yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

Chair squat

Squat untuk memperkuat kaki dan otot inti. Dengan melakukan latihan jenis ini, pergerakan sehari-hari akan menjadi lebih mudah. Hanya dengan bantuan sebuah kursi, Anda bisa menguasai bentuk squat yang baik. Berdirilah di depan kursi dengan kaki melebar selebar bahu. Tekuk lutut, dan turunkan punggung bawah hingga pantat menyentuh kursi (kedua tangan menjulur ke depan). Dorong menggunakan tumit untuk kembali ke posisi berdiri semulal. Lakukan beberapa kali. 

Knee push-up

Apabila Anda masih belum kuat dalam melakukan push up biasa saat olahraga di rumah, knee push up cocok untuk pemula yang ingin membangun kekuatan sebelum berlanjut melakukan push up jenis standar. Adapun caranya adalah dengan melakukan posisi plank tinggi dengan bantuan lutut. Menjaga garis lurus dari kepala hingga lutut, tekuk lengan Anda untuk menurunkan tubuh ke tanah (jaga agar sikut berada pada sudut 45 derajat), dorong untuk kembali ke posisi semula.

Read More

Inilah 5 Manfaat Timun Bagi Kesehatan Anda

Masyarakat Indonesia banyak mengenal timun sebagai bahan lalapan atau acar. Tumbuhan yang kaya akan kandungan air ini, terasa menyegarkan ketika dikonsumsi. Tak hanya itu, manfaat timun bagi kesehatan pun ternyata sangat melimpah.

Wajar saja, ada banyak khasiat yang dimiliki oleh timun, sebab tumbuhan ini memang mengandung banyak sekali vitamin dan mineral. Jadi, apa saja manfaat timun bagi kesehatan? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

1. Membantu menjaga kesehatan tulang

Vitamin K merupakan salah satu nutrien yang paling dominan di dalam timun. Dan seperti kita ketahui, vitamin K memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Mengonsumsi satu cangkir atau mangkuk timun beserta kulitnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin K harian Anda.

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk pembentukan tulang. Rendahnya kadar vitamin K di dalam tubuh juga sering dikaitkan dengan risiko osteoporosis dan patah tulang.

2. Turut menjaga kesehatan jantung

Masih berhubungan dengan kalium yang terkandung di dalamnya, manfaat timun yang lain adalah menjaga kesehatan jantung. Asupan kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit stroke. Mineral ini juga membantu dalam penurunan tekanan darah.

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung, mencukupi asupan kalium salah satu caranya. Konsumsi timun merupakan cara mudah agar kebutuhan kalium Anda terpenuhi.

3. Membantu menurunkan kadar gula darah

Beberapa ahli melakukan penelitian pada hewan percobaan, diketahui bahwa timun dapat menurunkan kadar gula darah dan risiko komplikasi diabetes. Beberapa tanaman lain juga diuji, kaitannya dengan efek anti diabetes. Timun merupakan salah satu tanaman yang cukup efekif dalam menurunkan kadar gula darah.

Dari seluruh bagian tanaman ini, kulit timun diketahui memegang peranan paling besar dalam penurunan kadar gula dalam darah.

Akan tetapi, manfaat timun dalam menurunkan kadar gula darah baru diuji pada hewan percobaan. Belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia. Oleh sebab itu, penggunaannya sebaiknya bukan untuk menggantikan obat-obat anti diabetes, melainkan sebagai makanan pendamping.

4. Menenangkan kulit

Mungkin Anda pernah mengetahui, mata yang bengkak karena kelelahan dapat mereda dengan diberi kompres timun. Begitu juga dengan jerawat dan kulit terbakar.

Di dalam timun, terdapat zat-zat yang memiliki efek antiinflamasi. Itu sebabnya, salah satu manfaat timun meredakan pembengkakan dan iritasi pada kulit. Lebih jauh lagi, memberikan efek menenangkan pada kulit Anda. Tak heran, jika tanaman ini dijadikan obat oles rumahan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan bengkak pada bagian bawah mata.

5. Membantu menjaga berat badan

Timun merupakan pilihan bahan makanan yang tepat untuk menjaga berat badan, memiliki serat yang tinggi pada kulitnya, namun rendah kalori. Dalam setiap cangkir timun, hanya terkandung 16 kalori.

Sehingga, cocok sekali untuk dijadikan pilihan menu bagi Anda yang sedang diet. Anda dapat mengonsumsinya sebagai campuran dalam salad, acar, maupun jus. Dimakan langsung sebagai cemilan pun sebenarnya tetap cocok. Beberapa jenis dipping sauce cocok sekali dikonsumsi dengan timun.

Selain manfaat-manfaat di atas, timun juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Salah satu manfaat timun bagi Anda yang sedang mengandung adalah menghindarkan Anda dari dehidrasi. Beberapa daerah memang memiliki mitos bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi timun, namun sebetulnya buah ini bermanfaat sekali bagi mereka yang tengah menjalani kehamilan.

Read More