Fiber tagged posts

fiber untuk redakan masalah pencernaan

Pentingnya Fiber untuk Redakan Masalah Pencernaan

Fiber atau serat adalah asupan yang sangat dianjurkan untuk membantu Anda meredakan segala macam masalah pencernaan. Hal ini penting sebab fiber dapat membantu menormalkan waktu transit atau kecepatan gerak makanan melalui saluran pencernaan.

Peran Fiber dalam Mengatur Pencernaan
Sembelit terjadi ketika makanan bergerak terlalu lambat saat melalui usus besar. Inilah yang sering mengakibatkan feses menjadi keras yang sulit untuk dikeluarkan. Makan makanan yang kaya akan fiber atau serat dapat membantu memindahkan kotoran pada usus besar lebih cepat. Serat juga berperan dalam menyerap air, melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk melalui usus.

Berbeda dengan sembelit, diare terjadi ketika makanan yang tidak tercerna bergerak terlalu cepat sebelum usus dapat menyerap air, akhirnya kotoran yang dihasilkan memiliki tekstur yang cair. Kemampuan fiber untuk menyerap air membantu membuat tinja menjadi lebih padat. Selain itu, fiber juga akan memperlambat waktu transit, sehingga memberi usus besar kesempatan untuk menyerap air tambahan. Fiber juga merupakan nutrisi yang membantu meningkatkan isi usus besar serta mengikat makanan yang tidak bisa dicerna secara bersamaan.

Peran fiber dalam menyesuaikan kepadatan feses yang tepat akan membantu memperlancar pencernaan, khususnya seputar buang air.

Jenis Fiber: Serat Tidak Larut dan Larut
Fiber atau serat adalah bagian karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan sebagian besar ditemukan berasal dari tanaman. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ada banyak bentuk serat, masing-masing dengan efek unik, khususnya dari segi nutrisi dan kesehatan. Dua kategori penting adalah serat larut dan tidak larut.

Serat larut dapat larut dalam air hingga menciptakan zat seperti gel yang membantu menurunkan kolesterol. Sumber serat larut cukup beragam, mulai dari gandum, gandum hitam, kacang, jeruk, dan apel.

Serat yang tidak larut memiliki tekstur yang cenderung utuh saat melewati sistem pencernaan. Inilah yang membuat serat tidak larut sangat membantu dalam mencegah atau mengurangi sembelit. Serat tidak larut juga dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, asupan serat tidak larut dapat membuat makanan tampak lebih mengenyangkan tanpa menambah kalori. Sumber serat tidak larut adalah gandum, beras merah, seledri, wortel, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Makanan dengan Kandungan Fiber
Serat juga dapat dibedakan berdasarkan sumbernya. Penelitian menunjukkan bahwa serat sereal memiliki keunggulan dalam membantu pencernaan. Serat ini juga terbukti bermanfaat dalam melindungi tubuh dari penyakit arteri koroner, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik.

Biji-bijian sereal biasanya lebih tinggi serat secara keseluruhan daripada buah-buahan dan sayuran. Untuk itu, Anda jangan pernah menyepelekan asupan sereal yang berasal dari gandum, dan biji-bijian lainnya untuk meredakan masalah pencernaan Anda

Sumber serat tertentu mungkin akan sangat membantu Anda dalam menghadapi masalah dan kondisi pencernaan tertentu. Jika tujuan Anda adalah menurunkan kadar kolesterol darah, misalnya, Anda akan direkomendasikan untuk mengonsumsi banyak gandum dan kacang-kacangan yang kaya akan serat larut. Sedangkan untuk meningkatkan kadar bakteri ramah yang menghuni usus dan membantu mencerna makanan, Anda akan sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi gandum, bawang, artichoke, dan sawi putih. Makanan ini kaya dengan fructo-oligosaccharides, yaitu komponen dalam sebagian bentuk serat yang mendorong pertumbuhan bakteri bermanfaat ini.

Sebelum Anda mulai bingung untuk memilih serat mana yang harus dikonsumsi, cobalah untuk mengonsumsi semua jenis serat dari berbagai sumber. Apalagi mengingat di era modern ini, di mana makanan cepat saji menjadi pilihan, dan menyebabkan asupan fiber masyarakat tidak dapat memenuhi jumlah yang dibutuhkan. Bahkan, hanya setengah serat yang dibutuhkan untuk kesehatan yang optimal, termasuk sistem pencernaan yang sehat.

Para ahli sepakat bahwa cara terbaik untuk menjaga pencernaan tetap pada kerja yang optimal adalah dengan meningkatkan konsumsi serat dalam semua bentuknya. Makanlah makanan yang bervariasi yang meliputi biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Read More