Category Penyakit

Cara Membunuh Virus Corona dengan Suhu Tinggi, Bisakah?

Cara Membunuh Virus Corona dengan Suhu Tinggi, Bisakah?

Virus corona baru, SARS-CoV-2, telah menjadi penyebab penyakit pernapasan COVID-19. Meskipun bagi sebagian orang, penyakit ini tergolong ringan, tetapi tidak sedikit pula yang menyebabkan penyakit serius bahkan kematian. Hingga saat ini, penelitian terkait cara membunuh virus corona baru secara efektif masih terus dilakukan. Salah satu caranya yang dibahas adalah suhu tinggi. Apakah suhu tinggi bisa membunuh virus corona baru atau SARS-CoV-2? 

Suhu berapa dapat membunuh virus corona?

Para ahli menganggap suhu tinggi adalah salah satu cara membunuh virus corona. Faktanya, untuk menonaktifkan SARS-CoV-2 pada permukaan suatu benda akan semakin cepat dengan peningkatan suhu dan kelembaban. Namun, suhu dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh virus bervariasi bergantung pada berbagai faktor, seperti jumlah virus dan jenis permukaannya.

Para peneliti memperkirakan sebagian besar virus corona akan hampir mati sepenuhnya setelah terpapar suhu 65 derajat Celcius atau lebih tinggi selama lebih dari 3 menit. Selain itu, beberapa penjelasan hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa:

  • Jika suhu kurang dari 65 derajat Celcius, waktu untuk membunuh virus akan lebih lama. Misalnya, virus corona yang terpapar suhu 50 – 55 derajat Celcius butuh waktu selama 20 menit untuk mematikannya.
  • Untuk memastikan semua partikel virus corona mati, suhu dapat ditingkatkan sebesar 10 derajat Celcius, artinya hingga 75 derajat Celcius setidaknya selama 3 menit.

Cara membunuh virus corona dalam kehidupan sehari-hari

Setelah Anda mengetahui peran suhu tinggi dalam mematikan virus corona, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara membunuh virus corona dengan cara ini di kehidupan sehari-hari. Lakukanlah dengan cara seperti berikut:

  1. Laundry

Meskipun suhu pada mesin cuci dan pengering mungkin tidak mencapai 70 derajat Celcius, tetapi kombinasi dengan deterjen secara efektif menghilangkan virus corona di permukaan kain.

  1. Makanan

Penularan virus corona dari makanan yang dimasak sendiri atau dibeli dari restoran sebenarnya sangat rendah. CDC menyatakan tidak ada bukti bahwa makanan atau makanan kemasan berkaitan dengan penyebaran COVID-19. Jika Anda khawatir terhadap makanan yang terkontaminasi, cucilah tangan Anda dengan sabun dan air bersih yang mengalir.

  1. Pembersihan permukaan

Secara umum, menggunakan suhu tinggi bukanlah cara membunuh virus corona yang paling efektif atau paling aman di permukaan suatu benda. Namun, untuk memastikan virusnya mati, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Gunakan disinfektan yang terdaftar di Environmental Protection Agency (EPA).
  • Gunakan disinfektan buatan sendiri, dengan mencampurkan 1/3 cangkir pemutih rumah tangga ke dalam 1 galon air suhu kamar.
  • Mengikuti petunjuk label, meliputi jenis permukaan, seberapa banyak yang digunakan, waktu kontak, dan tindakan pencegahan atau peringatan keselamatan.
  • Fokus pada permukaan yang paling sering disentuh, seperti kenop pintu, toilet, wastafel, sakelar lampu, remote TV, layar sentuh di ponsel atau tablet, keyboard dan mouse komputer.
  • Periksa petunjuk spesifik sebelum mendisinfeksi barang-barang elektronik. Jika tidak tersedia, Anda dapat mendisinfeksinya menggunakan etanol 70 persen.
  • Pakai sarung tangan setiap kali melakukan disinfeksi. Jika sudah selesai, pastikan cuci tangan Anda sampai bersih.

Cara yang tidak akan berhasil membunuh virus corona

Meskipun suhu tinggi adalah cara membunuh virus corona yang efektif, tetapi tidak semua ‘sumber panas’ dapat mematikannya, seperti:

  • Memaparkan diri pada suhu tinggi, seperti mandi air panas, di sauna, atau hot tub. Alih-alih membunuh virus, justru berpotensi membakar atau melepuhkan kulit Anda.
  • Berjemur lama di bawah sinar matahari. Ini karena jenis sinar UV matahari tidak efektif membunuh kuman dan dapat menyebabkan kerusakan kulit, kulit terbakar, dan kemungkinan kanker kulit.
  • Membersihkan permukaan rumah tangga dengan air panas.

Memang, salah satu cara membunuh virus corona yang efektif adalah dengan suhu tinggi, tetapi tidak semua ‘panas’ dapat mematikan virus. Anda tetap harus memperhatikan hal-hal lainnya, termasuk mendisinfeksi permukaan benda-benda di rumah yang sering disentuh dan mencuci tangan setelah berada di tempat umum.

Read More

4 Bahaya Maag Kronis yang Perlu Diwaspadai

Sama seperti penyakit lainnya, maag juga dibedakan menjadi maag kronis dan maag akut. Kata kronis biasanya merujuk pada kondisi yang berkembang secara perlahan dan berlangsung lama, atau setidaknya lebih dari 6 bulan.

Maag kronis merupakan kondisi lapisan lambung mengalami peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, alkohol, masalah sistem kekebalan tubuh, stres berkepanjangan, serta akibat obat-obatan.

Berbeda dengan maag akut yang hanya terjadi 2-10 hari, maag kronis terjadi biasanya selama berminggu-minggu bahkan tahunan jika tidak diobati dengan tepat. Jika terus dibiarkan, maag kronis bisa menjadi lebih parah dan berbahaya, seperti tukak lambung, kanker lambung, hingga perdarahan.

Jenis-jenis Maag Kronis

Maag kronis terdiri dari beberapa jenis yang umum terjadi. Jika tidak mendapatkan perawatan, masing-masing penyebab ini bisa meningkatkan risiko bahaya maag kronis yang dialami.

  • Maag Kronis Tipe A

Untuk tipe maag kronis ini disebabkan oleh adanya masalah autoimun. Sistem imun menghancurkan sel lambung sehingga meningkatkan risiko lain seperti anemia, kekurangan vitamin, hingga kanker.

  • Maag Kronis Tipe B

Tipe B merupakan jenis yang paling umum terjadi namun berisiko menyebabkan bahaya lain. Tipe ini disebabkan oleh infeksi bakteri H. Pylori atau Helicobacter pylori. Maag kronis tipe B inilah yang bisa meningkatkan risiko seperti mengalami tukak lambung, kanker, hingga tukak usus. Bahkan sering terjadi bakteri H. Pylori ini sudah menginfeksi penderita sejak kanak-kanak dan tidak merasakan gejala dalam waktu lama sehingga tidak terdeteksi.

  • Maag Kronis Tipe C

Maag kronis tipe C disebabkan oleh zat kimia seperti penggunaan obat-pbatan. Obat yang dimaksud misalnya jenis NSAID seperti ibuprofen dan aspirin dalam jangka waktu yang lama.

Selain karena obat-obatan, maag kronis tipe C ini juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan dan refluks cairan empedu. Dalam jangka panjang, maag kronis tipe ini berbahaya yang bisa mengikis lapisan lambung dan mengalami perdarahan.

Ada juga maag kronis yang disebabkan oleh asma atau eksim, kekurangan protein, diabetes atau pun gagal ginjal. Namun penyebab ini kurang umum terjadi.

Bahaya Maag Kronis yang Perlu Diwaspadai

Kondisi maag kronis ini memang tidak boleh dianggap sepele dan diabaikan. Sebab, kondisi ini akan menimbulkan sejumlah risiko jika dibiarkan dalam jangka waktu lama. Apa saja bahayanya? Berikut ulasannya.

  1. Tukak Lambung

Seperti yang sudah disinggung di atas, maag kronis bisa menyebabkan tukak lambung. Kondisi ini terjadi ketika permukaan lambung mengalami luka yang terasa menyakitkan. Hal ini terjadi karena lapisan pelindung lambung hilang atau berkurang. Sehingga membuat asam lambung mengikis lapisan lambung dan terjadilah luka.

  • Anemia

Maag kronis juga berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit anemia. Hal ini karena maag kronis membuat lambung sulit menyerap nutrisi makanan dan membuat tubuh juga sulit memproduksi sel darah merah dan saraf pun mengalami gangguan. Ini semua bisa menyebabkan penderita mengalami anemia.

  • Perdarahan

Maag kronis juga bisa menyebabkan muntah darah hingga fesen berdarah. Hal ini karena terjadinya luka di lapisan lambung.

  • Kanker

Kanker merupakan bahaya paling menakutkan yang bisa terjadi akibat maag kronis. Kanker terjadi ketika lapisan lambung terkikis dan membuat sel lambung mengalami perubahan, disebut juga displasia atau metaplasia. Kondisi ini akan menyebabkan kanker jika tidak segera ditangani.

Jangan sampai penyakit maag kronis yang Anda miliki menyebabkan bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Segeralah periksakan ke dokter agar maag yang dialami mendapat penanganan dengan baik.

Read More
phasmopobia

Dampak Phasmophobia, Fobia Hantu yang Sering Dianggap Remeh

Dalam kehidupan sehari-hari, tak sedikit orang yang merasa takut akan hantu atau benda tak kasat mata. Beberapa orang justru disertai dengan serangan panik dan menjadi takut pergi kemanapun sendirian. Kondisi ini disebut dengan phasmophobia.

Phasmophobia adalah istilah yang menggambarkan ketakutan pada hantu secara berlebih. Sayangnya fobia jenis ini seringkali dianggap remeh dan orang menilai penderita phasmophobia konyol. Padahal jika tak ditangani dengan serius akan mengganggu kehidupan sehari-harinya.

Penyebab phasmophobia

Rasa takut pada hantu mulai mucul sejak usia kanak-kanak. Kondisi ini sangat umum terjadi pada rumah tangga dengan suatu kepercayaan yang menonjol, termasuk agaman dan budaya.

Hal ini juga muncul sebagai perilaku yang dipelajari dari orang tua atau pengasuh dengan keyakinan yang kuat, sehingga mempengaruhi anggota keluarga yang lebih muda bahwa hantu adalah nyata.

Umumnya, ketakutan dan kecemasan yang ditimbulkan akan menurun seiring bertambahnya usia. Tapi bagi sebagian orang rasa takut tersebut menetap hingga dewasa, bahkan bisa memburuk hingga berubah menjadi phasmophobia.

Beberapa penyebab umum suatu fobia, termasuk phasmophobia, dipicu dari pengalaman atau kejadian traumatis. Orang dengan kecenderungan genetik terhadap kecemasan juga berisiko mengembangkan fobia.

Gejala phasmophobia

Fobia pada hantu memiliki gejala yang hampir mirip dengan jenis fobia lainnya, yaitu meliputi:

  • Serangan panik
  • Berkeringat berlebih
  • Mengalami sensasi menusuk
  • Kelelahan
  • Mulut kering dan lengket
  • Sesak napas
  • Sulit untuk tidur sendiri
  • Mengalami kecemasan yang intens
  • Merasa sebuah malapetaka akan datang
  • Takut pergi ke kamar mandi di malam hari
  • Menghindari untuk sendirian
  • Mengantuk di siang hari karena kurang tidur
  • Migrain dan sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi

Gejala phasmophobia terjadi secara otomatis dan tidak terkendali. Beberapa orang mungkin melakukan ritual atau aktivitas untuk menghindari atau menangkal serangan hantu di kemudian hari.

Jika ritual dilakukan secara kompulsif, penderita phasmophobia juga berisiko mengembangkan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Sementara itu fobia hantu yang dialami tak kunjung sembuh, namun justru memperkuat rasa takut pada hantu.

Pada sebagian orang, gejala ini dinormalisasi seiring berjalannya waktu. Mereka akan menerimanya sebagai takdir  dan belajar untuk hidup dengan perasaan takut tersebut.

Dampak fobia hantu pada kehidupan sehari-hari

Stereotip mengenai hantu membuat penderita phasmophobia tidak secara jujur mengakui rasa takutnya.

Meski berkaitan degan suasana malam, hantu, dan hal supernatural, phasmophobia dapat muncul kapan saja sehingga membatasi aktivitas sehari-hari.

Penderita phosmopobia menjadi tidak nyaman dan cemas bila ditinggal sendirian di rumah atau kantor, terutama di malam hari. Mereka mulai membayangkan hal-hal menyeramkan yang secara tak sengaja mereka lihat di sebuah poster atau adegan film.

Mereka juga akan menghindari lemari, atau ruangan gelap di bawah furnitur dan membayangkan hal menyeramkan apa yang bisa keluar dari sana.

Dampak yang paling signifikan adalah penderita fobia ini akan mengalami kurang tidur karena selalu merasa takut dan khawatir. Kurang tidur dapat menyebabkan mengantuk di siang hari, sakit kepala, dan penurunan produktivitas di tempat kerja.

Mengatasi phasmophobia

Karena keberadaan supernatural tidak dapat dibuktikan, phasmophobia cenderung sulit disembuhkan. Salah satu perawatan yang dinilai efektif adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini bertujuan membantu pasien memahami akar ketakutan dan mereka akan belajar mengubah keyakinannya terhadap penyebab rasa takut.

Psikiater juga mungkin akan meresepkan obat-obatan seperti antidepresan  dan obat anti cemas untuk meredakan reaksi emosional dan irasional yang timbul.

Latihan pernapasan dan visualisasi terpandu juga mungkin bisa dipelajari sendiri untuk membantu mengelola rasa takut.

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar phasmophobia bisa ditanyakan langsung ke psikolog atau psikiater melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di AppStore atau Play Store.

Read More
Hati-Hati, Bahaya Hepatitis Alkoholik Bagi Penggemar Alkohol!

Hati-Hati, Bahaya Hepatitis Alkoholik Bagi Penggemar Alkohol!

Hepatitis alkoholik adalah peradangan hati yang disebabkan oleh minuman beralkohol. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang yang banyak minum alkohol selama bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak semua orang yang pecandu alkohol terkena penyakit ini, dan penyakit ini dapat terjadi pada orang yang minum alkohol dalam jumlah sedang. 

Jadi, berhati-hatilah saat Anda didiagnosis terkena hepatitis alkoholik ini. Karena berbagai komplikasi bisa terjadi jika Anda tidak menghentikan mengonsumsi alkohol. Lalu apa bahayanya jika Anda tetap mengonsumsi alkohol?

Komplikasi hepatitis alkoholik

Komplikasi dapat terjadi jika seseorang yang telah teridentifikasi penyakit ini namun tetap mengonsumsi alkohol. Pasalnya, jika penderita terus minum alkohol akan berisiko tinggi mengalami kerusakan hati yang serius hingga kematian. 

Komplikasi hepatitis alkoholik yang diakibatkan oleh kerusakan hati yang parah dan berhubungan dengan jaringan parut. Jaringan parut dapat memperlambat aliran darah melalui hati Anda, meningkatkan tekanan di pembuluh darah utama (vena portal), dan penumpukan racun. Komplikasi dapat meliputi:

  • Vena membesar (carises). Darah yang tidak dapat mengalir dengan bebas melalui vena portal dapat kembali naik ke pembuluh darah lain di perut dan kerongkongan. Pembuluh darah ini memiliki dinding tipis dan cenderung berdarah jika diisi terlalu banyak darah. Perdarahan hebat di perut bagian atas atau kerongkongan dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin. 
  • Asites. Cairan yang menumpuk di perut mungkin terinfeksi dan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik. Asites tidak mengancam nyawa tetapi biasanya merupakan tanda hepatitis alkoholik lanjut atau menuju sirosis. 
  • Kebingungan, mengantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatic). Hati yang rusak akan kesulitan untuk mengeluarkan racun dari tubuh Anda. Maka, penumpukan racun tersebut dapat merusak otak Anda. Ensefalopati hati yang parah dapat menyebabkan koma. 
  • Gagal ginjal. Hati yang rusak dapat mempengaruhi aliran aliran darah ke ginjal, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada organ tersebut. 
  • Sirosis. Jaringan parut pada hati ini dapat menyebabkan gagal hati. 

Pencegahan 

Dengan melakukan beberapa pencegahan berikut, Anda dapat mengurangi risiko pada penderita hepatitis alkoholik, seperti:

  • Lindungi diri dari hepatitis C. Hepatitis C merupakan penyakit hati yang menular yang disebabkan oleh virus. Jika tidak diobati maka dapat menyebabkan sirosis. Namun, jika Anda telah menderita hepatitis C dan minum alkohol, Anda jauh lebih mungkin mengembangkan penyakit sirosis daripada saat Anda tidak mengonsumsi alkohol.
  • Periksa sebelum mencampur obat dan alkohol. Tanyakan pada dokter Anda apakah aman untuk minum alkohol saat sedang mengonsumsi obat resep Anda. Baca label peringatan pada obat yang dijual bebas. Jangan minum alkohol saat minum obat yang memperingatkan komplikasi bila dikombinasikan dengan alkohol, terutama obat pereda nyeri seperti acetaminophen. 

Pengobatan  

Berbagai perawatan bisa Anda lakukan, salah satunya mengonsumsi obat dokter. Akan tetapi, berhenti minum alkohol dan terapi adalah hal penting yang dapat meringankan tanda dan gejala kerusakan hati. 

  • Berhenti minum alkohol. Jika Anda telah didiagnosis untuk dengan hepatitik alkoholik, Anda harus berhenti minum alkohol dan jangan pernah minum alkohol lagi. Ini satu-satunya cara untuk menyembuhkan kerusakan hati atau mencegah penyakit memburuk. Orang yang tidak berhenti minum kemungkinan besar akan mengembangkan berbagai masalah kesehatan yang mengancam jiwa. 

Jika Anda bergantung pada alkohol dan ingin berhenti minum, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan terapi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Berhenti minum secara tiba-tiba pun bisa berbahaya, jadi pastikan untuk mendiskusikan dengan dokter Anda. Perawatan mungkin termasuk:

  • Pengobatan 
  • Penyuluhan 
  • Program pengobatan rawat jalan atau residensi
  • Pengobatan malnutrisi. Dokter mungkin akan merekomendasikan diet khusus untuk memperbaiki masalah nutrisi. Dokter biasanya akan merujuk pada ahli diet yang dapat menyarankan cara untuk meningkatkan konsumsi vitamin dan nutrisi yang kurang. 

Jika Anda mengalami kesulitan makan, dokter akan menyarankan pemberian makan tabung. Sebuah tabung yang dimasukkan ke tenggorokan Anda atau melalui sisi tubuh Anda dan masuk ke dalam perut. 

Jadi kesimpulannya, jika Anda telah terdeteksi mengidap penyakit hepatitis alkoholik, maka diharuskan untuk berhenti mengonsumsi alkohol. Jika tidak, Anda berisiko tinggi komplikasi yang berakibat fatal seperti koma atau kematian.

Read More
Apa Ada Efek Samping Obat Cacing? Simak Jawabannya Berikut Ini

Apa Ada Efek Samping Obat Cacing? Simak Jawabannya Berikut Ini

Apa ada efek samping obat cacing? Seperti obat pada umumnya, obat cacing pun memiliki efek samping yang berisiko membahayakan kesehatan tubuh. Efek samping obat cacing umumnya disebabkan oleh penggunaan dan konsumsi yang tidak sesuai aturan, seperti dosis berlebih maupun konsumsi obat cacing yang tidak dibutuhkan. Lalu, apa saja efek samping obat cacing yang perlu Anda waspadai?

Efek samping obat cacing untuk kesehatan

Banyaknya cacing pada tubuh dapat mengurangi jumlah sel darah merah. Pasalnya, parasit cacing ini hidup dengan mengambil asupan gizi yang Anda konsumsi. Infeksi cacing atau yang sering dikenal dengan cacingan ini menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti anemia. Hal ini telah dikonfirmasi oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam National Library of Medicine.

Efek samping obat cacing dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi individu yang mengonsumsinya dan juga jenis obat yang dikonsumsi. Di bawah ini terdapat beberapa efek samping obat cacing yang telah diketahui.

1. Efek samping obat cacing jenis pyrantel

Jenis obat cacing pyrantel dikonsumsi untuk membantu dalam mencegah pertumbuhan dan perkembangan biakan cacing kremi dalam tubuh. Beberapa efek samping obat cacing jenis ini, yaitu:

  • sakit kepala
  • sakit perut
  • mual
  • muntah
  • diare

Jika gejala di atas turut disertai dengan gejala lain, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan pada wajah, lidah, serta tenggorokan, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Hentikan juga konsumsi obat cacing pyrantel agar gejala tidak terus berlangsung. 

Konsumsi obat cacing pyrantel perlu disesuaikan dengan berat badan individu, yaitu dengan dosis 11 mg/kg badan untuk konsumsi sekali dalam sehari. 

2. Obat cacing albendazole

Efek samping obat cacing albendazole yang sejauh ini telah diketahui, yaitu sakit kepala, lemas, nyeri sendi, sakit perut, pusing, dan gatal-gatal.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa efek samping ini merupakan dampak kumulatif dari beberapa jenis obat cacing. Efek samping obat cacing jenis ini baru akan terasa jika dikonsumsi dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama. Dasar dosis konsumsi obat cacing albendazole untuk orang dewasa, yaitu 800 mg/hari yang dibagi menjadi dua sesi.

Efek samping obat cacing albendazole jangka panjang dapat berupa kekurangan sel darah putih. Di samping itu, beberapa efek samping lainnya dapat memicu cedera otak, gagal ginjal, dan hepatitis toksik jika mengonsumsi 400 mg albendazole selama 2x sehari dalam jangka waktu 16 hari.

3. Efek samping obat cacing niclosamide

Pada dasarnya, penggunaan obat cacing niclosamide bertujuan untuk mematikan cacing pita yang terdapat dalam daging sapi dan ikan. Cacing pita ini dapat menginfeksi manusia melalui konsumsi daging yang telah terinfeksi tadi, seperti ketika tidak dimasak dengan matang atau tidak dibersihkan secara menyeluruh.

Obat cacing niclosamide hanya akan diberikan berdasarkan resep dokter. Jika tidak, maka efek samping yang mungkin akan timbul, yaitu:

  • diare
  • hilangnya nafsu makan
  • mual dan muntah
  • nyeri pada bagian perut

Di samping itu, obat cacing niclosamide juga berisiko memicu gangguan kesehatan lain, seperti ruam pada kulit, gatal di sekitar daerah dubur, rasa kantuk, pusing, dan kliyengan.

Aturan konsumsi obat niclosamide untuk orang dewasa yang terinfeksi cacing pita dari daging sapi atau ikan, yaitu 2 gram/hari. Konsumsi obat cacing ini dilakukan dalam seminggu secara berturut-turut. Sementara itu, dosis obat cacing ini untuk anak diberikan berdasarkan berat badan.

Mengobati cacingan memang penting. Namun, pencegahan juga tidak boleh dilewatkan. Terapkan pola hidup yang sehat dengan menjaga kebersihan tubuh, cuci tangan setelah keluar kamar mandi, sebelum dan sesudah makan atau masak, serta kenakan alas kaki saat keluar rumah.

Read More

Apa Saja Faktor Penyebab Hirsutisme?

Hirsutisme mengacu pada rambut kasar atau berwarna yang tumbuh di wajah dan tubuh beberapa wanita. Kebanyakan wanita memiliki lembut, pucat, dan hampir tidak terlihat pada wajah dan tubuh. Namun, rambut tersebut terkadang dapat terlihat dan lebih tebal. Sekitar setengah dari orang-orang yang menderita hirsutisme memiliki kelebihan androgen, hormon yang memicu perkembangan seksual dan fisik pria. Wanita umumnya memiliki level androgen yang rendah, namun level tersebut bervariasi tergantung akibat beberapa alasan. Level yang lebih tinggi dapat menstimulasi folikel rambut secara berlebih, menyebabkan lebih banyak pertumbuhan rambut dibandingkan dengan apa yang dialami wanita pada umumnya. Hirsutisme terjadi pada 5 hingga 10 persen wanita. Terkadang, hirsutisme disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Gejala

Wanita yang memiliki hirsutisme ringan dapat melihat adanya pertumbuhan rambut di bibir atas, dagu, daerah cambang, dan disekitar puting atau perut bawah. Rambut tersebut memiliki warna yang sama dengan rambut normal Anda. Hirsutisme yang lebih parah dapat menyebabkan pertumbuhan rambut di punggung atas, pundak, dada, dan perut atas, dan biasanya terjadi pada saat seseorang mencapai masa pubertas. Apabila hirsutisme bermula sebelum atau sesudah pubertas, penyebabnya dapat berhubungan dengan gangguan hormon, dan dokter perlu mengevaluasi gejala yang ada. Selain pertumbuhan rambut berlebih, wanita yang menderita hirsutisme juga memiliki gejala seperti kulit berminyak, jerawat, kerontokan rambut (alopecia), garis rambut yang menyurut, klitoris yang membesar, dan suara yang lebih rendah.

Penyebab

Meningkatnya level hormon androgen dan sensitivitas berlebih folikel rambut terhadap androgen dapat menyebabkan hirsutisme. Meskipun pria memiliki androgen dalam jumlah yang lebih tinggi, wanita memiliki hormon ini dalam jumlah yang kecil. Hormon pria, seperti testosterone, dapat menstimulasi pertumbuhan rambut, meningkatkan ukuran tubuh, serta memperkuat pertumbuhan dan pigmentasi rambut. Tingginya level insulin, hormon yang “membuka” sel untuk menyerap energi dari gula, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan hirsutisme. Insulin dapat menstimulasi sel-sel ovarium untuk memproduksi androgen.

Hal tersebut dapat terjadi pada wanita yang memiliki resistensi insulin, seperti mereka yang menderita diabetes tipe 2. Tingginya kadar insulin juga dapat mengaktifkan reseptor faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF1) dalam sel yang sama, sehingga meningkatkan produksi androgen. Karena diabetes tipe 2 dapat disebabkan oleh obesitas, kondisi tersebut juga bisa menjadi sebuah faktor risiko, sama halnya dengan kolesterol tinggi yang memainkan peran serupa.

Hirsutisme juga dapat menjadi efek negatif penggunaan obat-obatan tertentnu. Terapi androgen yang melibatkan testosterone, DHEA atau dehydroepiandrosterone, atau obat Danazol dapat berkontribusi terhadap perkembangan hirsutisme. Tubuh secara alami memproduksi DHEA, dan beberapa orang mengonsumsinya dalam bentuk suplemen untuk melawan kondisi yang berhubungan dengan usia, seperti osteoporosis. Sementara itu Danazol merupakan steroid sintetis yang terkadang digunakan sebagai bagian dari perawatan endometriosis. Keduanya dapat meningkatkan testosterone sebagai salah satu efek samping.

Di sisi lain, pertumbuhan rambut berlebih pada wanita dengan level androgen yang normal, periode menstruasi yang teratur, dan tidak ada kondisi medis lain disebut hirsutisme idiopatik. Hal ini berarti hirsutisme tidak memiliki penyebab yang jelas.

Hirsutisme tidak selamanya mengindikasikan adanya anomaly medis. Akan tetapi, apabila hirsutisme terjadi sebelum masa pubertas, dengan gejala lain seperti suara yang lebih dalam, atau disebabkan karena tumor, cari bantuan medis seegra. Tumor pada kelenjar adrenal, kelenjar pituitary, dan ovarium terkadang dapat menyebabkan hirsutisme.

Read More
Kenali Gejala Batu Kandung Kemih

Kenali Gejala Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih adalah mineral mengkristal yang terbentuk ketika urin pekat mengeras di kandung kemih setelah Anda buang air kecil.

Lebih dari 90 persen urin Anda adalah air.  Sisanya mengandung mineral, seperti garam, dan produk limbah, seperti protein.  Urin pekat dapat bervariasi warnanya dari kuning tua hingga coklat tergantung pada jenis limbah dan mineral yang dikandungnya.

Batu kandung kemih mungkin tidak menimbulkan gejala apapun jika ukurannya cukup kecil untuk dikeluarkan dari kandung kemih saat Anda buang air kecil. Tetapi kebanyakan orang dengan batu kandung kemih mengalami gejala karena batu tersebut mengiritasi dinding kandung kemih atau menghalangi aliran urin.

Berikut gejala khas batu kandung kemih:

  • Sakit perut bagian bawah, yang seringkali bisa parah. Pria mungkin juga merasakan sakit di atau sekitar penis mereka.
  • Rasa sakit atau kesulitan saat buang air kecil
  • Kencing lebih sering, terutama di malam hari
  • Urin keruh atau berwarna gelap
  • Darah dalam urin

Batu kandung kemih biasanya terbentuk ketika kandung kemih Anda tidak dapat dikosongkan sepenuhnya. Alasan umum untuk ini pada pria adalah memiliki kelenjar prostat yang membesar yang menghalangi aliran urin.

Jika dokter menemukan bahwa Anda memiliki batu kandung kemih, mereka mungkin melakukan cystolitholapaxy.  Dalam prosedur ini, energi laser atau gelombang ultrasonik digunakan untuk memecah batu kandung kemih menjadi potongan-potongan kecil untuk dibuang. Jika batu tidak pecah dengan prosedur ini, operasi pengangkatan mungkin diperlukan.

Segera temui dokter jika Anda mengalami salah satu gejala batu kandung kemih, terutama jika Anda mengalami sakit perut yang terus-menerus, perlu buang air kecil lebih sering, atau ada darah di urin Anda.

Read More
Gejala dan Penyebab Artritis Reaktif

Gejala dan Penyebab Artritis Reaktif

Artritis reaktif merupakan salah satu jenis artritis yang dapat dipicu oleh infeksi di dalam tubuh. Biasanya, infeksi menular seksual atau infeksi bakteri di dalam usus memicu perkembangan artritis reaktif. Ini dapat dianggap sebagai sebuah penyakit autoimun dari grup spondyloarthritis. Orang-orang dengan artritis reaktif biasanya sering mengalami gejala pada persendian besar di ekstremitas bawah. Artritis reaktif sebelumnya dikenal dengan sebutan sindrom Reiter, peradangan mata (conjunctivitis), dan peradangan saluran kemih (uretritis). Kondisi ini awalnya dianggap sebagai sebuah kondisi yang langka. Menurut Institut Artritis dan Penyakit Muskuloskeletal dan Penyakit Kulit Nasional (NIAMS), pria memiliki risiko lebih tinggi menderita artritis reaktif dibandingkan dengan wanita, namun diagnosa lebih sulit dilakukan pada wanita. 

Penyebab dan gejala

Infeksi bakteri pada saluran kemih atau usus merupakan penyebab utama artritis reaktif. Bakteri yang paling sering dihubungkan dengan kondisi ini adalah Chlamydia trachomatis (yang mana juga bertanggung jawab terhadap infeksi chlamydia). Bakteri ini biasanya menyebar lewat hubungan seksual. Bakteri yang menyebabkan keracunan makanan juga dapat mengakibatkan gejala artritis reaktif. Contoh dari bakteri ini meliputi Shigella dan Salmonella. 

Genetik juga dapat menjadi faktor kunci apakah Anda dapat memiliki artritis reaktif atau tidak. Menurut NIAMS, orang-orang yang memiliki gen HLA B27 lebih rentan menderita artritis reaktif. Akan tetapi, tidak semua orang dengan gen HLA B27 akan menderita penyakit ini apabila mereka terinfeksi. 

Ada 3 set gejala yang berhubungan dengan artritis reaktif, yaitu:

  • Sistem musculoskeletal

Gejala muskuloskeletal meliputi sakit persendian dan pembengkakan. Artritis reaktif biasanya menyerang persendian di lutut, pergelangan kaki, dan persendian sacroiliac di panggul. Anda juga dapat menderita sakit persendian, terasa kencang, dan pembengkakan pada jari, punggung, pantat, dan tumit. 

  • Sistem saluran kencing

Sebuah kondisi yang disebut dengan nama uretritis dapat menyebabkan gejala saluran kencing. Urethritis merupakan tabung yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Urethritis merupakan peradangan pada tabung tersebut. Gejala pada kondisi ini meliputi rasa sakit, nyeri, dan sensasi terbakar saat buang air kecil dan rasa ingin terus buang air kecil. Pria dapat menderita prostatitis sebagai bagian dari artritis reaktif. Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat. Sementara itu, cervicitis merupakan peradangan pada serviks wanita, yang mana dapat menjadi tanda artritis reaktif. 

  • Mata dan kulit

Peradangan mata merupakan salah satu gejala utama artritis reaktif. Conjunctivitis merupakan peradangan pada selaput mata. Gejala yang ditimbulkan meliputi rasa sakit, gatal, dan keluarnya cairan. Artritis reaktif juga dapat menyerang kulit dan mulut. Ruam kulit, meliputi keratoma blennorrhagica (pustula kecil pada tumit kaki) yang dapat terjadi. Ruam mulut jarang ditemui. Namun, ruam mulut dapat menjadi gejala artritis reaktif.

Perawatan artritis reaktif tergantung pada penyebab kondisi ini. Dokter akan meresepkan obat-obatan antibiotik untuk merawat infeksi yang menjadi penyebabnya. Dokter dapat meresepkan obat-obatan tambahan untuk conjunctivitis, sariawan, dan ruam kulit apabila dibutuhkan. 

Tujuan perawatan setelah infeksi penyebab artritis reaktif terkontrol adalah untuk meredakan dan merawat rasa sakit. Obat-obatan anti peradangan nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu meredakan rasa sakit serta mengurangi peradangan. Dokter dapat meresepkan obat anti peradangan yang lebih kuat apabila obat-obatan OTC tidak cukup efektif dalam mengatasi rasa sakit. Corticosteroid merupakan obat-obatan buatan yang meniru cortisol, sebuah hormon yang diproduksi oleh tubuh secara alami. Obat-obatan ini bekerja dengan cara menekan peradangan di dalam tubuh.

Read More

Leher Bengkak? Hati-Hati Alami TB Kelenjar Getah Bening

TB kelenjar getah bening ditandai dengan pembengkakan di leher

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah TBC? Beberapa orang mungkin menghubungkannya dengan gejala batuk atau penyakit yang menyerang paru-paru. Selain TBC yang telah banyak diketahui orang ini, ada juga TB kelenjar getah bening, termasuk infeksi bakteri tuberkulosis yang menyerang kelenjar getah bening. 

Perlu Anda tahu, bahwa TB ini memang umumnya menyerang paru (pulmonary TB), namun penyakit ini juga diketahui dapat menyerang organ lagi (extrapulmonary TB), seperti pada organ tulang, otak, kulit, dan kelenjar getah bening.

TB kelenjar getah bening juga dikenal sebagai limfadenitis tuberkulosis yang biasanya menyerang kelenjar getah bening di bagian leher, atau area lainnya seperti ketiak dan paha. Dalam kasus TB kelenjar getah bening di area leher disebut dengan scrofula. 

Apa yang menyebabkan TB kelenjar getah bening?

Meskipun TB paru dan TB kelenjar getah bening sama-sama disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, TB kelenjar getah bening secara spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium aviumintracellulare dan Mycobacterium kansasii

Penularan TB kelenjar getah bening biasanya disebabkan akibat menghirup percikan droplet dari penderita aktif TB. Bakteri yang terhirup tersebut kemudian masuk dan menginfeksi paru-paru dan menyebar ke area kelenjar getah bening di sekitar leher. 

Terdapat beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena infeksi TB kelenjar getah bening, yaitu:

  • Berusia di antara 30-40 tahun
  • Kaum wanita
  • Orang yang mengalami kekurangan gizi
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pasien HIV
  • Pasien terapi HV
  • Lingkungan sekitar yang berada di daerah padat penduduk yang tidak dilengkapi dengan sanitasi yang baik

Kenali gejala TB kelenjar getah bening berikut

Salah satu gejala TB kelenjar getah bening yang banyak dikeluhkan, yaitu adanya pembengkakan atau benjolan di sekitar leher. Benjolan ini dapat cenderung berbentuk bulan dan memiliki ukuran kecil. Jika disentuh, benjolan tersebut tidak akan terasa sakit atau bahkan hangat.

Dalam kasus tertentu, benjolan yang timbul dapat berkembang lebih besar seiring berjalannya waktu yang berpotensi mengeluarkan cairan, serupa dengan nanah setelah beberapa minggu. Pasien TB kelenjar getah bening dapat mendapati benjolan ini bahkan lebih dari satu buah benjolan. Munculnya benjolan tersebut juga disertai dengan beberapa kondisi, seperti

  • Berkeringat lebih ketika malam hari
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab jelas
  • Tidak enak badan disertai demam

Bagaimana mendiagnosis TB kelenjar getah bening?

Jika Anda mendapati adanya benjolan di sekitar leher, ketiak, maupun paha yang tidak kunjung mereda dan disertai dengan kondisi yang disebutkan di atas, segera konsultasikan diri kondisi Anda dengan dokter. 

Dengan memeriksakan diri lebih dini, Anda dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat, mengingat TB kelenjar getah bening dapat terus tumbuh, berkembang, menyebar, bahkan menimbulkan komplikasi seperti infeksi berat (sepsis) atau fistula (saluran antar benjolan yang menjadi pertanda scrofula semakin buruk.

Tahap awal pemeriksaan dilakukan dengan mendiagnosis TB kelenjar bening dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan melakukan uji tuberkulin dengan menyuntikkan sejenis protein ke dalam tubuh pasien. Jika memang setelah penyuntikan ini muncul adanya benjolan di kulit, maka kemungkinan besar Anda mengalami TB kelenjar getah bening. 

Mengonfirmasi diagnosis ini, dokter akan melakukan biopsi di sekitar area kelenjar getah bening. Di samping itu, dokter mungkin akan melakukan tes pemindaian, seperti rontgen dan tes darah.

Read More

Gejala dan Penyebab Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal merupakan jenis tekanan darah tinggi yang langka dan memengaruhi pembuluh darah arteri dan kapiler. Kedua pembuluh darah tersebut membawa darah dari bilik jantung (ventrikel) kanan ke paru-paru. Saat tekanan di arteri pulmonalis dan pembuluh darah kecil terus menumpuk, jantung harus bekerja dengan lebih keras dalam memompa darah ke paru-paru. Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat melemahkan otot jantung. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian. Saat ini tidak ada obat untuk hipertensi pulmonal, namun pilihan perawatan tersedia yang difokuskan untuk membantu mengurangi gejala serta menurunkan risiko komplikasi dan memperpanjang usia.

Gejala hipertensi pulmonal yang perlu diwaspadai

Pada tahap hipertensi pulmonal, Anda mungkin tidak akan menunjukkan adanya tanda-tanda tertentu. Saat kondisi berubah menjadi semakin parah, gejala akan mulai tampak, seperti kesulitan bernapas, lelah, pusing, hilang kesadaran, adanya tekanan di dada, sakit dada, denyut nadi yang cepat, palpitasi jantung, warna kebiruan pada bibir atau kulit, pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai, dan pembengkakan dengan cairan berada di dalam perut (terutama pada kondisi tahap akhir). Anda juga akan merasa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Di kemudian hari, bahkan pada saat Anda beristirahat dan tidak melakukan aktivitas, kesulitan bernapas juga dapat terjadi.

Penyebab hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal berkembang ketika pembuluh darah arteri dan kapiler pulmonalis yang membawah darah dari jantung ke paru-paru menjadi menyempit atau hancur. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai macam kondisi, namun, penyebab utama atau pasti dari kondisi hipertensi pulmonal belum dapat diketahui. Organisasi Penyakit Langka Nasional (NORD) menyatakan bahwa dalam 15 hingga 20 persen kasus hipertensi pulmonal, kondisi ini merupakan sebuah penyakit turunan. Hal ini melibatkan adanya mutasi genetik yang terjadi di dalam gen BMPR2 atau gen lain. Mutasi tersebut kemudian akan diturunkan dari keluarga ke keluarga, menyebatkan kemungkinan seseorang dengan mutasi ini menderita hipertensi pulmonal di kemudian hari. Sementara itu, kondisi lain yang berhubungan dengan perkembangan hipertensi pulmonal di antaranya adalah penyakit hati kronis, penyakit jantung bawaan, gangguan jaringan konektif tertentu, infeksi seperti HIV dan schistosomiasis, dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti methamphetamine. Dalam beberapa kasus, hipertensi pulmonal dapat terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas, dan kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertensi pulmonal idiopatik.

Komplikasi kesehatan akibat hipertensi pulmonal

Ada beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita hipertensi pulmonal, di antaranya adalah:

  • Pembesaran jantung sebelah kanan dan gagal jantung (cor pulmonale). Dalam kasus cor pulmonale, ventrikel kanan jantung menjadi membesar sehingga harus memompa lebih keras daripada biasanya untuk menggerakkan darah melewati arteri paru-paru yang tersumbat atau menyempit. Awalnya, jantung akan mengimbangi hal tersebut dengan mempertebal dinding dan memperluas bilik ventrikel kanan guna meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung. Namun, perubahan tersebut akan menambah beban pada jantung, dan menyebabkan kegagalan ventrikel kanan.
  • Penggumpalan darah. Memiliki hipertensi pulmonal membuat Anda lebih rentan mengalami penggumpalan darah di arteri kecil di paru-paru, yang mana merupakan sebuah kondisi berbahaya apabila Anda sudah memiliki pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

Hipertensi pulmonal tidak selamanya dapat dicegah. Akan tetapi, beberapa jenis kondisi seperti penyakit hati kronis, tekanan darah tinggi, HIV, dan penyakit paru-paru kronis yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pulmonal dapat dicegah atau diatasi untuk mengurangi risiko.

Read More