Category Penyakit

Ganja Digadang-gadang Bisa Obati Syringomyelia, Benarkah?

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia, ganja masuk ke dalam jenis narkotika yang penggunaannya dapat dijerat oleh pidana. Masalahnya, banyak narasi tandingan yang mengungkapkan bahwa ganja sebenarnya bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah syringomyelia.

Syringomyelia adalah salah satu macam penyakit yang menyerang dan mengganggu sumsum tulang belakang manusia. Ia berbentuk seperti kista berisi cairan yang akan terus mengembang dan memanjang dari waktu ke waktu.

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan kehilangan kemampuan untuk merasakan dingin dan sakit secara normal. Sumsum tulang belakang juga akan menyebabkan nyeri, kaku, dan kelemahan pada punggung, bahu, kaki, dan tangan.

Kembali ke ganja, berdasarkan “UU Nomor 35 tentang Narkotika”, tanaman berjari ini masuk ke dalam golongan 1. Ia dikelompokkan bersama opium mentah, tanaman dan daun koka, kokain mentah, heroin, hingga metamfetamin. Maksud dari golongan 1 tersebut adalah, narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Artinya, kendati semua narasi tentang ganja bisa menjadi berbagai macam obat dari segala penyakit, mungkin juga termasuk syringomyelia, tanaman bergenus Cannabis ini tidak akan pernah dapat secara legal digunakan sebagai bahan pengobatan.

Padahal di berbagai negara, seperti Kanada, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, hingga Thailand dan Malaysia, telah memberi lampu hijau pemakaian ganja untuk kepentingan medis lantaran mereka meyakini betul bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari tanaman ini selain dari hal-hal yang berkaitan dengan “kesenangan” belaka.

Lantas, apakah benar terdapat hubungan antara ganja dengan upaya pengobatan syringomyelia?

Nyeri sering timbul pada seseorang yang mengidap syringomyelia. Sementara operasi dapat meringankan gejalanya, banyak pengidap gangguan tersebut mungkin masih mengalami rasa sakit. Beberapa kasus lainnya tidak memenuhi syarat untuk pembedahan dan hanya harus mengelola rasa sakit.

Ganja yang digunakan untuk pengidap syringomyelia berfungsi sebagai analgesik alami yang aman. Ganja dikenal karena kualitasnya yang menghilangkan rasa sakit. Mengonsumsi ganja secara medis sering kali memberikan penghilang rasa sakit segera, yang dapat membuat kondisi lebih mudah ditangani.

Sementara pereda nyeri tradisional mungkin memerlukan berbagai jenis analgesik pada saat yang sama untuk mengobati berbagai jenis nyeri syringomyelia. Ganja dikenal dapat mengobati berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri kronis, sakit kepala, nyeri neuropatik, dan peradangan.

Senyawa aktif di dalam ganja yang memberikan manfaat itu adalah THC. Kandungan THC atau Delta-9 tetrahydrocannabinol itu yang menjadi dasar bahwa ganja memiliki banyak manfaat untuk kepentingan medis. Selain berfungsi sebagai analgesik, THC juga memiliki peran sebagai anti-spasmodik (mencegah atau menghilangkan kejang-kejang), anti-getaran, anti-inflamasi, perangsang nafsu makan, hingga anti-muntah.

Jika kita berpegang pada itu, bisa menjadi masuk akal andai ganja disebut-sebut bisa mengobati multiple sclerosis atau penyakit autoimun yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang (sistem syaraf pusat) hingga spasticity atau kontraksi konstan dan tidak diinginkan dari satu atau lebih kelompok otot sebagai hasil dari stroke atau lainnya ke otak atau sumsum tulang belakang.

Karena syringomyelia adalah penyakit yang bersarang di sumsum tulang belakang, besar kemungkinan ganja juga bisa meredakan gangguan kesehatan ini. Andai memang benar-benar ampuh, seharusnya ganja bisa menjadi alternatif yang “lebih alami” Alih-alih menggunakan beberapa pil yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Sehingga seseorang yang mengidap syringomyelia dapat menggunakan ganja tanpa efek samping yang berbahaya.

Kendati demikian, untuk menggunakan tanaman yang masih kontroversial di banyak negara ini, seseorang pengidap syringomyelia yang tertarik dengan pengobatan ganja harus berdiskusi dengan dokter. Selain itu, penggunaan ganja, untuk alasan apa pun, masih ilegal di Indonesia, sehingga akan sulit untuk mengonsumsinya. Di sini amat dibutuhkan kebijaksanaan dari tiap-tiap individu. Jangan sampai sesuatu yang sebenarnya bisa bermanfaat ini malah menimbulkan hal buruk, dari sisi mana saja, lantaran menyalahgunakannya.

Read More

Tak Bisa Disembuhkan, Kenali Tanda-Tanda Iritasi Usus Besar

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi penyakit sistem pencernaan yang umumnya menyerang wanita. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai penyakit jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan dan akan terus dialami seumur hidup. Meski tak dapat diobati, penderita IBS bisa mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan dan mengubah pola makan untuk meringankan gejalanya.

Lalu, seperti apa gejala dari kondisi ini?

Gejala umum sindrom iritasi usus besar

Secara umum, gejala sindrom iritasi usus besar hampir serupa dengan gejala penyakit gangguan pencernaan lainnya, seperti rasa nyeri dan keram pada perut. Akan tetapi, tidak hanya itu, sindrom ini juga bisa memunculkan gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Kembung

Saat seseorang terkena sindrom iritasi usus besar, salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah kembung. Kembung merupakan kondisi saat perut mengalami pembengkakkan setelah makan. Biasanya, kembung juga akan menimbulkan rasa nyeri dan keram di perut.

  • Konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah gejala berupa kesulitan untuk buang air besar. Hal ini disebabkan oleh adanya kotoran yang mengeras di dalam usus, membuat perut tidak bisa dikosongkan sepenuhnya. Terkadang, penderita penyakit ini juga akan mengalami konstipasi beserta diare yang terjadi secara bergantian.

  • Diare

Gejala diare ditandai dengan adanya keluarnya kotoran cair saat buang air besar dan rasa ingin buang air besar yang tiba-tiba. Sebagian penderita sindrom iritasi usus besar mengalami diare dan konstipasi secara bergantian. Namun, diare tidak selalu dialami oleh seluruh penderita.

Menurut penelitian, sebagian besar penderita sindrom iritasi usus besar adalah wanita. Pada wanita, kondisi ini dapat terdeteksi apabila gejala dirasakan di tengah masa menstruasi. Gejala akan mengalami penurunan saat menopause dan mengalami peningkatan di tengah masa kehamilan.

Sementara, pada pria, gejala dapat dirasakan dengan intensitas yang sama tanpa adanya peningkatan atau penurunan di waktu-waktu tertentu.

Selain gejala umum, sindrom ini juga mungkin akan memunculkan gejala-gejala khusus yang berbeda bagi setiap penderita. Gejala khusus tersebut meliputi:

  • Kelelahan dan kurang energi
  • Kentut
  • Sakit punggung
  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Mual
  • Keinginan untuk buang air kecil terus menerus

Sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, gejala umum tidak akan muncul secara terus menerus. Beberapa pasien bahkan pernah mengalami saat-saat dimana mereka tidak merasakan gejala sama sekali selama beberapa waktu.

Kapan waktu yang tepat untuk berobat ke dokter?

Gejala sindrom iritasi usus besar seringkali disalahartikan sebagai gejala dari penyakit lain. Hal ini bisa terjadi karena gejalanya hampir serupa dengan sindrom lain yang juga berhubungan dengan sistem pencernaan.

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa semakin berdampak buruk dan mempengaruhi kesehatan Anda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis gastroenterologi apabila Anda mengalami beberapa gejala lanjuta berupa:

  • Penurunan berat badan
  • Pendarahan di area dubur
  • Iron deficiency anemia atau anemia defisiensi besi, yaitu kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan kadar zat besi dalam tubuh
  • Benjolan yang keras dan membengkak di area perut
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Perubahan bentuk kotoran saat buang air besar

Apabila gejala lanjutan sudah dirasakan, kondisi sindrom iritasi usus besar yang Anda alami mungkin sudah parah, atau bahkan menjadi tanda akan adanya kondisi lain yang lebih serius. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi semakin memburuk.

Read More

Inilah 5 Manfaat Timun Bagi Kesehatan Anda

Masyarakat Indonesia banyak mengenal timun sebagai bahan lalapan atau acar. Tumbuhan yang kaya akan kandungan air ini, terasa menyegarkan ketika dikonsumsi. Tak hanya itu, manfaat timun bagi kesehatan pun ternyata sangat melimpah.

Wajar saja, ada banyak khasiat yang dimiliki oleh timun, sebab tumbuhan ini memang mengandung banyak sekali vitamin dan mineral. Jadi, apa saja manfaat timun bagi kesehatan? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

1. Membantu menjaga kesehatan tulang

Vitamin K merupakan salah satu nutrien yang paling dominan di dalam timun. Dan seperti kita ketahui, vitamin K memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Mengonsumsi satu cangkir atau mangkuk timun beserta kulitnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin K harian Anda.

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk pembentukan tulang. Rendahnya kadar vitamin K di dalam tubuh juga sering dikaitkan dengan risiko osteoporosis dan patah tulang.

2. Turut menjaga kesehatan jantung

Masih berhubungan dengan kalium yang terkandung di dalamnya, manfaat timun yang lain adalah menjaga kesehatan jantung. Asupan kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit stroke. Mineral ini juga membantu dalam penurunan tekanan darah.

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung, mencukupi asupan kalium salah satu caranya. Konsumsi timun merupakan cara mudah agar kebutuhan kalium Anda terpenuhi.

3. Membantu menurunkan kadar gula darah

Beberapa ahli melakukan penelitian pada hewan percobaan, diketahui bahwa timun dapat menurunkan kadar gula darah dan risiko komplikasi diabetes. Beberapa tanaman lain juga diuji, kaitannya dengan efek anti diabetes. Timun merupakan salah satu tanaman yang cukup efekif dalam menurunkan kadar gula darah.

Dari seluruh bagian tanaman ini, kulit timun diketahui memegang peranan paling besar dalam penurunan kadar gula dalam darah.

Akan tetapi, manfaat timun dalam menurunkan kadar gula darah baru diuji pada hewan percobaan. Belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia. Oleh sebab itu, penggunaannya sebaiknya bukan untuk menggantikan obat-obat anti diabetes, melainkan sebagai makanan pendamping.

4. Menenangkan kulit

Mungkin Anda pernah mengetahui, mata yang bengkak karena kelelahan dapat mereda dengan diberi kompres timun. Begitu juga dengan jerawat dan kulit terbakar.

Di dalam timun, terdapat zat-zat yang memiliki efek antiinflamasi. Itu sebabnya, salah satu manfaat timun meredakan pembengkakan dan iritasi pada kulit. Lebih jauh lagi, memberikan efek menenangkan pada kulit Anda. Tak heran, jika tanaman ini dijadikan obat oles rumahan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan bengkak pada bagian bawah mata.

5. Membantu menjaga berat badan

Timun merupakan pilihan bahan makanan yang tepat untuk menjaga berat badan, memiliki serat yang tinggi pada kulitnya, namun rendah kalori. Dalam setiap cangkir timun, hanya terkandung 16 kalori.

Sehingga, cocok sekali untuk dijadikan pilihan menu bagi Anda yang sedang diet. Anda dapat mengonsumsinya sebagai campuran dalam salad, acar, maupun jus. Dimakan langsung sebagai cemilan pun sebenarnya tetap cocok. Beberapa jenis dipping sauce cocok sekali dikonsumsi dengan timun.

Selain manfaat-manfaat di atas, timun juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Salah satu manfaat timun bagi Anda yang sedang mengandung adalah menghindarkan Anda dari dehidrasi. Beberapa daerah memang memiliki mitos bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi timun, namun sebetulnya buah ini bermanfaat sekali bagi mereka yang tengah menjalani kehamilan.

Read More

Alat Ini Diklaim Bisa Atasi Bunion dalam 2 Hari

When is a Bunion Not a Bunion?: Dr. Wenjay Sung: Podiatrist

Mungkin banyak di antara kita yang tidak terlalu memperhatikan kondisi ibu jari kaki yang menjorok terlalu ke dalam dan menabrak jari di sebelahnya. Sebab kondisi itu tidak menimbulkan rasa sakit sehingga dianggap normal. Namun, kenyataannya itu adalah suatu kelainan. Dunia medis mengenalnya dengan istilah bunion.

Bunion memiliki pengertian sebagai tulang menonjol keluar yang muncul di samping ruas kedua pada ibu jari kaki. Tonjolan tulang ini terjadi karena posisi jempol kaki yang mendorong jari kaki di sebelahnya. Awalnya mungkin penderitanya tidak merasakan sakit. Akan tetapi, kondisi itu berpotensi menyakitkan seiring dengan berjalannya waktu.

Hingga saat ini penyebab bunion belum diketahui dengan pasti. Para pakar menduga bahwa pemicu utamanya adalah masalah pada bentuk kaki yang dipengaruhi oleh faktor keturunan serta kebiasaan-kebiasaan tertentu, seperti menggunakan sepatu yang tidak pas di kaki, misalnya.

Awalnya, bunion dapat diatasi dengan prosedur operasi. Namun, banyak orang merasa tidak perlu melakukan operasi hanya untuk mengatasi “jempol kaki yang bengkok”. Namun, baru-baru ini di Amerika Serikat ditemukan sebuah metode untuk mengatasi bunion dengan mudah dan waktu yang cukup singkat.

Penemuan itu diklaim dan sudah terbukti dapat mengatasi bunion dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu saja. Yang lebih mencengangkannya lagi adalah, pengobatan ini tidak memerlukan operasi, tanpa bedah, tanpa dokter, dan tanpa meninggalkan rumah.

Metode itu ditemukan oleh Dr. Prof. Gardner, seorang dokter spesialis dalam kedokteran pediatrik. Para dokter spesialis ortopedi pun setuju bahwa cara baru yang ditemukan oleh Prof. Gardner merupakan temuan revolusioner dalam ilmu pengobatan dan pemeliharaan tapak kaki.

Bagaimana Metode Ini Bekerja?

Dalam mengembangkan metodenya, Gardner berlandasan pada sumber masalah terjadinya bunion tersebut. Setelah diteliti secara mendalam, baik melalui penelitian lapangan maupun penelitian eksperimen, metode dengan alat yang diciptakan profesor itu berkerja dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam kaki dan memperkuat otot kaki. Mekanisme tersebut akhirnya membantu Anda mendapatkan kembali kaki indah dan sehat tanpa bunion dengan mudah.

Alat yang diciptakan Prof. Gardner sejenis bantalan kaki yang harus digunakan pasien dalam jangka waktu tertentu. Alat tersebut diformulasikan dengan menggunakan teknologi terbaru, konstruksi alat unik dan biomekanik. Dirancang dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, yang nyaman digunakan, bantalan bunion tersebut adalah alat yang luar biasa. 

Alat tersebut memperbaiki aliran darah dan mempercepat regenerasi jaringan sehingga mengurangi nyeri dan masalah kaki dengan cepat, memperkuat sendi dan otot kaki, dan meningkatkan kekuatan struktur yang menstabilkan kaki. Inilah satu-satunya bantalan bunion dengan konstruksi alat begitu unik yang tersedia di pasaran, yang membantu mengatasi masalah kaki secara aman dan permanen, tanpa meninggalkan rumah.

Hal yang menarik tentang alat inovatif tersebut adalah bahwa teknologinya biomekanik sehingga pas untuk semua jenis sepatu. Anda dapat memakai bantalan bunion tersebut dengan nyaman setiap hari karena konstruksinya aman dan biomekanik.

Hal penting lainnya dari alat tersebut adalah cara kerjanya bersifat multitasking, yaitu membantu mengobati masalah sendi dan tulang yang serius, mencegah peradangan, menghilangkan kapalan dan lain-lain. Artinya, Anda dapat mengatasi hampir semua masalah kaki seperti bunion, pembengkakan, sampai masalah jari bengkok.

Terlepas dari cara kerjanya yang sangat cepat, tidak semua orang dapat mengatasi masalah kaki tersebut dalam 7 atau 10 hari. Ada orang yang menunggu hingga 3 atau 4 minggu untuk mengatasi dan mengobati masalah kaki secara permanen.

Untuk Anda yang mengalami obesitas (kegemukan) atau mempunyai kerentanan genetik, terapi dapat berlangsung selama 30 hari. Jadi, pengobatan dan waktunya dapat bervariasi tergantung pada tubuh manusia, tapi hasilnya telah terbukti secara klinis dan semua orang akhirnya dapat mencapai hasilnya yang diharapkan.

Alat ciptaan Prof. Gardner sendiri telah masuk ke pasar Indonesia. Kendati dibanderol dengan harga yang lumayan, tetapi melihat jaminan kualitas dan efeknya, mungkin orang cenderung memilih alat ini ketimbang harus melakukan operasi untuk mengatasi bunion.

Read More

Waspada Galaktosemia Yang Mengancam Nyawa Pada Bayi

Galaktosemia merupakan gangguan genetis langka yang memengaruhi bagaimana tubuh memetabolisme galaktosa. Galaktosa merupakan gula sederhana yang banyak ditemukan di susu, keju, yogurt, dan produk-produk berbahan dasar susu lain. Ketika galaktosa dikombinasikan dengan glukosa, hal ini akan menciptakan laktosa. Galaktosemia berarti memiliki terlalu banyak galaktosa di dalam tubuh. Penumpukan galaktosa dapat menyebabkan beberapa masalah dan komplikasi kesehatan yang serius. Ada empat jenis gangguan galaktosemia, yaitu tipe 1 atau varian galaktosemia jenis klasik dan klinis, tipe 2 atau defisiensi galactokinase, tipe 3 atau defisiensi epimerase, dan galaktosemia varian Duarte. Artikel ini akan membahas kondisi kesehatan ini dengan lebih mendalam.

Gejala dan komplikasi galaktosemia

Gejala galaktosemia biasanya akan muncul beberapa hari ataupun minggu setelah seorang bayi lahir. Gejala yang paling umum ditemukan adalah hilangnya nafsu makan, muntah, jaundice (perubahan warna kulit dan bagian tubuh lain yang menjadi kuning), pembesaran hati, kerusakan hati, penumpukan cairan di perut dan pembengkakan, pendarahan yang tidak normal, diare, iritasi, mual, turunnya berat badan, tubuh merasa lemas, dan tingginya risiko infeksi. Bayi yang memiliki galaktosemia akan sulit makan dan mudah turun berat badan.

Selain berat badan yang menurun, mereka yang menderita galaktosemia juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lain apabila tidak didiagnosa dan dirawat secepatnya. Penumpukan galaktosa di dalam darah dapat berbahaya. Tanpa diagnosa dan perawatan, galaktosemia dapat menyebabkan kematian pada bayi yang baru lahir. Beberapa komplikasi umum yang dapat ditimbulkan oleh galaktosemia termasuk kerusakan hati, infeksi bakteri yang serius, sepsis (penyakit mematikan yang disebabkan karena infeksi), syok, perkembangan yang tertunda, masalah perilaku, katarak, tremor, gangguan berbicara, ketidakmampuan dalam belajar, masalah reproduktif, dan lain-lain. Pada wanita, juga ada komplikasi yang disebut insufiensi ovarium premature. Dalam kasus ini, ovarium berhenti berhenti berfungsi pada usia dini dan memengaruhi kesuburan. Hal ini biasanya akan terjadi sebelum seorang wanita menginjak umur 40 tahun. Beberapa gejala insufiensi ovarium premature sama dengan gejala yang ditimbulkan oleh menopause.

Penyebab dan diagnosa galaktosemia

Galaktosemia disebabkan karena mutase genetis dan defisiensi enzim. Hal ini menyebabkan penumpukan galaktosa di dalam darah. Kondisi ini merupakan penyakit turunan, dan orang tua dapat menularkan kondisi ini kepada anak kandung mereka. Orang tua dianggap sebagai “carrier” dari penyakit ini. Galaktosemia merupakan gangguan genetis resesif, sehingga 2 salina gen defektif harus diwariskan agar penyakit ini muncul. Hal ini berarti orang-orang dengan galaktosemia mewarisi masing-masing 1 gen defektif dari setiap orang tua.

Galaktosemia biasanya didiagnosa melalui tes yang dilakukan sebagai bagian dari program pemeriksaan bayi baru lahir. Tes darah akan mendeteksi kadar galaktosa yang tinggi dan aktivitas enzim dalam kadar yang rendah. Tes urin juga dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi ini. Selain itu, pemeriksaan genetis juga dapat membantu mendeteksi galaktosemia.

Perawatan galaktosemia

Perawatan umum penyakit galaktosemia adalah dengan memiliki diet rendah galaktosa. Hal ini berarti susu atau makanan lain yang mengandung laktosa atau galaktosa tidak boleh dikonsumsi. Tidak ada obat untuk penyakit ini. Tidak ada obat-obatan yang disetujui untuk mengganti enzim yang kurang. Namun, meskipun diet rendah galaktosa dapat mencegah atau mengurangi risiko beberapa jenis komplikasi, diet ini mungkin tidak cukup untuk menghentikan komplikasi lain. Dalam beberapa kasus, anak-anak tetap akan memiliki masalah seperti keterlambatan berbicara, ketidakmampuan untuk belajar, dan juga memiliki masalah reproduktif.

Read More

Demam Tifoid: Apa Yang Perlu Diketahui?

Demam tifoid atau tipes adalah gejala yang mengganggu organ tubuh karena terjadi infeksi. Infeksi yang menyerang tubuh manusia adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut dapat tersebar melalui makanan.

Orang yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhi dapat menyebar melalui kotoran atau urin. Jika seseorang mengalami gejala demam tifoid, gejala tersebut berlangsung antara 5 hari hingga satu bulan. Jika seseorang mengalami gejala tersebut yang berlangsung lebih lama, kemungkinan mengalami gejala lain sehingga menghambat kesehatan tubuh.

Semua orang berpotensi mengalami demam tifoid, namun juga berpotensi mengancam jiwa, khususnya bagi seseorang menderita penyakit yang serius. Gejala tersebut terjadi pada setidaknya 5 juta orang di seluruh dunia per tahun.

Demam tifoid terjadi di negara berkembang seperti di Asia Selatan. Beberapa negara yang terjadi di bagian Asia Selatan antara lain India, Pakistan, dan Bangladesh. Demam tifoid jarang terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat, dan negara-negara di Asia Timur seperti Jepang.

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh demam tifoid bervariasi. Gejala atau efek samping yang mungkin timbul antara lain:

  • Demam tinggi (suhu tubuh mencapai 40 Celsius).
  • Kelelahan atau lemas.
  • Diare atau sembelit.
  • Sakit kepala.
  • Ruam.
  • Berat badan berkurang.

Penyebab

Salah satu penyebab utama terjadinya demam tifoid adalah bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonella typhi meracuni makanan sehingga mengakibatkan seseorang mengalami infeksi pada usus atau yang disebut sebagai salmonellosis.

Bakteri Salmonella typhi tidak hanya menyebar melalui makanan atau minuman, bakteri tersebut juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terkena infeksi melalui jabat tangan misalnya.

Selain penyebab di atas, ada pula disebabkan karena salah penggunaan obat. Mungkin saja seseorang menggunakan obat antibiotik secara berlebihan. Namun obat antibiotik tidak sepenuhnya memulihkan penyakit. Obat tersebut justru berperan dalam mencegah gejala seperti demam tifoid setidaknya dalam sementara waktu.

Diagnosis

Demam tifoid terjadi karena seseorang mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, bahkan bisa menular dengan melakukan kontak fisik. Bakteri Salmonella typhi yang tersebar melalui makanan atau minuman menyerang bagian usus melalui pembuluh darah.

Sel darah putih membawa bakteri ke hati, limpa, dan sumsum tulang, setelah itu masuk ke pembuluh darah lagi. Bakteri tidak hanya meracuni bagian usus, namun juga pada bagian kantong empedu, sistem empedu, dan jaringan limfatik pada usus.

Pengobatan dan Pencegahan

Meskipun demam tifoid merupakan gejala yang serius dan perlu ditangani dengan cara yang tepat, ada berbagai cara untuk mencegah gejala tersebut. Anda bisa mengkonsumsi obat antibiotik sebagai berikut:

  1. Doxycycline

Obat ini dapat mencegah sejumlah infeksi bakteri yang ada pada paru-paru, usus, saluran kemih, bahkan infeksi menular seksual seperti sifilis.

  • Chloramfenicol

Obat ini dapat digunakan pada ibu hamil. Obat ini berfungsi tidak hanya mencegah infeksi bakteri pada usus, namun juga pada mata.

  • Ciprofloxacin

Obat ini merupakan pilihan alternatif bagi orang dewasa yang mengalami demam tifoid dan tidak bisa mengkonsumsi obat Doxycycline. Kegunaannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada tubuh.

Selain obat antibiotik, Anda sebaiknya juga melakukan vaksinasi jika Anda pergi ke tempat yang memiliki risiko tinggi demam tifoid. Ada dua cara untuk melakukan vaksinasi, antara lain:

  1. Vaksin oral

Vaksin oral digunakan bagi anak yang setidaknya berusia 6 tahun dan dapat dikonsumsi berupa butiran pil.

  • Vaksin suntikan

Vaksin suntikan adalah cara vaksin berupa suntikan yang dapat digunakan kepada orang yang setidaknya berusia 2 tahun.

Anda juga dapat melakukan pencegahan untuk membantu proses penyembuhan demam tifoid. Cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Konsumsi makanan yang sehat, hindari makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi.
  • Perbanyak minum air mineral untuk mencegah dehidrasi dan menjaga daya tahan tubuh dari bakteri Salmonella typhi.
  • Anda sebaiknya istirahat di rumah untuk mencegah penularan terhadap orang lain.
Read More

Beragam Obat Batuk Alami dan Efektif

Batuk memerankan peran penting dalam membersihkan infeksi dan zat yang mengiritasi dari dalam tubuh. Akan tetapi, batuk yang terus menerus merupakan hal yang sangat mengganggu. Perawatan batuk yang terbaik tergantung penyebab utama batuk tersebut. Batuk dapat disebabkan karena beberapa hal, termasuk alergi, infeksi, dan refluks asam. Obat batuk alami dapat membantu meringankan gejala yang ditimbulkan. Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa pengawasan herbal dan suplemen hampir tidak ada. Mereka yang menggunakan produk-produk tersebut memiliki kemungkinan mendapatkan produk yang berkualitas rendah dan berbahaya. Ada beberapa jenis obat alternatif rumahan yang bisa Anda coba untuk meringankan gejala sakit batuk. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih dalam.

Teh madu hangat menyehatkan

Menurut beberapa penelitian, madu dapat meringankan gejala sakit batuk. Studi tentang perawatan batuk pada anak-anak menggunakan madu, dextromethorphan (sebuah obat yang dapat menekan batuk), dan tanpa pengobatan apapun. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa madu dapat meringankan gejala batuk, yang diikuti keefektifannya oleh dextromethorphan. Walaupun keefektifan madu tidak begitu berbeda dengan dextromethorphan, orangtua lebih suka menggunakan madu untuk merawat batuk si kecil karena sifatnya yang alami. Apabila Anda ingin menggunakan madu sebagai obat batuk alami, Anda hanya perlu menambahkan dua sendok teh madu ke dalam air hangat atau teh herbal dan minum campuran tersebut satu atau dua kali sehari. Penting untuk diingat, Anda dilarang memberikan madu ke pada anak di bawah usia 1 tahun.

Jahe pereda batuk kering

Jahe dapat meredakan batuk kering dan batuk yang disebabkan karena asthma. Hal ini disebabkan kandungan yang ada di dalam jahe dan sifatnya yang anti-peradangan. Jahe juga dapat meringankan gejala pusing dan mual. Sebuah studi menyebutkan bahwa senyawa anti-peradangan yang ada di dalam jahe dapat menenangkan membrane yang ada di saluran pernapasan, sehingga dapat mengurangi batuk. Penelitian tersebut umumnya hanya meneliti efek jahe pada sel-sel manusi dan hewan. Sehingga, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk memastikan khasiat dan keefektifan jahe. Apabila Anda ingin menggunakan jahe sebagai obat batuk alami, rebus 20 hingga 40 gram jahe bersama teh. Diamkan setelah mendidih selama beberapa saat sebelum diminum. Anda bisa menambahkan jus lemon dan madu sebagai penambah rasa dan menenangkan batuk. Namun berhati-hatilah, dalam kasus tertentu jahe dapat menyebabkan sakit perut sehingga konsumsi harus dilakukan hanya dalam batas yang wajar saja.

Minum banyak air

Selalu dan tetap terhidrasi merupakan hal yang penting bagi mereka yang sedang menderita batuk dan demam. Beberapa penelitian menunjukkan minum air pada suhu ruangan dapat meringankan gejala batuk, hidung meler, dan juga bersin-bersin. Akan tetapi, orang-orang dengan gejala batuk yang dilengkapi dengan gejala demam atau flu dapat mendapatkan manfaat lebih dengan menghangatkan minuman terlebih dahulu. Dalam studi yang sama bahkan menjelaskan minuman yang panas dapat meringankan gejala batuk dan gejala demam lain seperti pusing, tenggorokan sakit, dan tubuh menggigil. Gejala batuk dan demam akan berubah menjadi ringan dalam beberapa menit saja dan tubuh terus akan membaik hingga beberapa jam setelah minuman selesai di minum. Minuman panas yang direkomendasikan sebagai obat batuk alami seperti teh herbal, teh hitam tanpa kafein, air hangat, dan jus buah hangat. Apabila batuk Anda tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat dan perawatan yang cepat.

Read More

Faktor Risiko dan Pencegahan Penyakit Influenza

Influenza, atau biasa disebut dengan flu, adalah penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus. Flu adalah penyakit yang sangat menular dan menyebar melalui tetesan pernapasan. Seseorang dapat menularkan virus flu saat berbicara, batuk, dan bersin, atau melakukan kontak fisik langsung seperti berjabat tangan. Orang-orang yang terjangkit virus flu rawan menularkan virus ini bahkan sebelum gejala atau tanda-tanda flu muncul hingga 5 hari setelah gejala bermula. Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menular lebih lama serta rentan terkena risiko penyakit ini. Artikel ini akan membahas faktor risiko penyakit influenza serta pencegahan yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari flu.

Faktor risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit influenza atau komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan penyakit tersebut di antaranya adalah:

  • Umur. Penyakit influenza rawan menyerang anak-anak berusia kurang dari 12 bulan dan orang dewasa berusia lebih dari 65 tahun.
  • Kondisi tempat tinggal atau lingkungan pekerjaan. Orang-orang yang tinggal atau bekerja dan berbagai banyak fasilitas dengan orang lain, misalnya rumah jompo, barak militer, lebih rentan untuk terkena influenza. Mereka yang sedang dirawat di rumah sakit juga memiliki risiko yang tinggi.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah. Perawatan kanker, menggunakan steroid dalam waktu yang lama, mendapatkan transplantasi organ, memiliki kanker darah atau HIV/AIDS dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah terkena infliuenza dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi.
  • Penyakit kronis. Kondisi kronis seperti penyakit paru-paru (asma), diabetes, penyakit jantung, penyakit saraf, dan penyakit hati, ginjal, serta darah dapat meningkatkan risiko komplikasi influenza.
  • Penggunaan aspirin pada mereka yang berumur di bawah 19 tahun. Anak-anak berusia di bawah 19 tahun dan mendapatkan terapi aspirin dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko menderita sindrom Reye apabila terinfeksi influenza.
  • Kehamilan. Wanita hamil dapat mengembangkan komplikasi influenza, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Dua minggu pasca persalinan, seorang ibu juga rentan menderita komplikasi influenza.
  • Obesitas. Orang-orang yang memilii indeks masa tubuh 40 atau lebih memiliki risiko yang tinggi terkena komplikasi akibat flu.

Penyakit influenza biasanya tidak serius, terutama apabila penderitanya masih mudah dan bertubuh sehat. Influenza akan sembuh dalam satu atau dua minggu tanpa ada efek berjangka apapun. Namun, anak-anak dan orang dewasa memiliki risiko yang tinggi untuk terkena komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, asma, gangguan jantung dan infeksi telinga. Pneumonia merupakan masalah yang sangat serius. Pneumonia dapat berakibat fatal bagi orang dewasa  atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Pencegahan penyakit influenza

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan vaksin influenza tahunan bagi mereka yang berumur 6 bulan atau lebih. Setiap tahunnya, vaksin flu musiman mengandung perlindungan terhadap tiga atau empat virus flu yang diperkirakan akan menyerang dan menyebar pada tahun tersebut.  Perlu diperhatikan bahwa sebagian besar vaksin flu mengandung protein telur dalam jumlah yang sedikit. Apabila Anda memiliki alergi terhadap telur, misalnya Anda bisa bisulan ketika memakan telur, mungkin akan ada sedikit efek samping dari vaksin flu. Apabila alergi yang ditimbulkan parah, Anda harus mendapatkan vaksin dalam lingkungan medis dan mendapatkan pengawasan dari dokter agar dokter bisa mengenal dan merawat kondisi alergi. Selain itu, mencegah virus influenza juga bisa dilakukan dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, seperti makan buah dan sayur dan banyak berolahraga.

Read More
berkumur air garam redakan sakit tenggorokan

Apakah Berkumur Air Garam dapat Meredakan Sakit Tenggorokan?

Tenggorokan gatal, bengkak, dan sakit saat menelan membuat Anda tak tahan? Anda pasti pernah mendengar saran bahwa berkumur air garam bisa meredakan sakit tenggorokan. Namun, apakah hal itu fakta atau mitos belaka? Bagaimana penjelasan ilmiahnya? Simak penjelasan berikut!

Berkumur dengan Air Garam Dapat Meredakan Sakit Tenggorokan.

Meredakan sakit tenggorokan dengan berkumur air garam sudah dilakukan manusia sejak berabad-abad silam. Bahkan, hal ini telah menjadi tradisi turun temurun dalam mengatasi sakit tenggorokan.

Para ahli bahkan memprediksikan bahwa cara ini mungkin berlaku sebelum obat bebas banyak dijual di pasaran. Kini banyak orang memakai obat kumur tenggorokan yang dijual bebas, meskipun masih banyak yang menggunakan cara lama.

Berkumur Air Garam Hangat Memang Meredakan Sakit Tenggorokan.

Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam memang bisa melegakan sakit tenggorokan. Tetapi, tidak hanya itu. Ada pula manfaat-manfaat yang bersifat sebagai pencegahan.

”Saat air garam dikumurkan ke tenggorokan, larutan itu menarik banyak cairan dari jaringan di area tenggorokan. Akibatnya, banyak virus yang terbawa dan terbuang saat air dikeluarkan. Seperti kita tahu, garam berfungsi menarik air,” kata Sorana Segal-Maurer, MD, ketua divisi Penyakit Menular di New York Hospital Queens,

Secara teknis, berkumur air hangat campur garam sama halnya mencuci tenggorokan. Garam menarik hal-hal yang mengganggu dari dalam tenggorokan, lalu kita membuangnya. Melakukannya beberapa kali sehari tentu membantu proses penyembuhan.

Manfaat lainnya adalah jika ternyata larutan itu tertelan, tak akan berbahaya bagi tubuh. Jika tak sengaja menelan larutan air garam jumlahnya pasti tak banyak. Jadi, Anda tidak benar-benar minum air garam.

Lantas, apakah air garam bisa menyembuhkan sakit tenggorokan? Sebenarnya tidak. Air garam tidak menyembuhkan infeksi virus (jika sakit tenggorokan itu karena virus). Air garam saja tidak cukup untuk menjadi antivirus.

Resep Air Garam untuk Meredakan Sakit Tenggorokan

Meski tidak dapat mengobati dari serangan virus, tidak ada salahnya mencoba berkumur dengan air garam, jika itu sekadar untuk meringankan penderitaan. Ada banyak resep untuk membuat larutan air garam. Secara umum resep yang satu ini bisa meringankan sakit tenggorokan. Yaitu, cukup campur 1/4-1/2 sendok teh garam ke dalam 8 ounce air hangat (atau setengah cangkir).

Selain meringankan sakit tenggorokan, berkumur air hangat campur garam juga bisa meredakan sakit gigi. Cara kerjanya kira-kira sama. Berkumur, buang air bekas kumur, lakukan beberapa kali sehari.

Berkumur air hangat biasa (tanpa garam) juga bisa digunakan untuk mencegah infeksi saluran pernapasan atas. Tampaknya hal ini lebih disukai, meski mungkin tak seefektif air hangat campur garam.  

Read More