6 Sayuran Berserat Tinggi untuk Menjamin Kesehatan

Makanan-makanan berserat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi tiap hari dengan alasan kesehatan. Pasalnya, serat berfungsi untuk membantu membersihkan sistem pencernaan sehingga Anda bisa terhindar dari berbagai penyakit, mulai dari sembelit sampai kanker usus. Serat juga mampu memperlambat serapan glukosa dalam tubuh sehingga tingkat gula darah seseorang bisa terjaga.

Serat tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Nutrisi yang satu ini mesti dimasukkan ke dalam tubuh lewat berbagai pilihan pangan. Makanan kaya serat umumnya adalah jenis sayur-sayuran. Sayuran berserat tinggi nyatanya amat banyak dan sangat cocok untuk dihidangkan tiap hari di menu meja makan Anda.

Berikut ini adalah beberapa contoh sayuran berserat tinggi yang sangat direkomendasikan. Selain bisa memenuhi kebutuhan harian tubuh yang memerlukan serat hingga 25—30 gram, sayuran berserat tinggi ini juga kaya nutrisi lain yang menunjang kesehatan Anda secara keseluruhan.

  1. Brokoli

Dalam tiap 100 gram brokoli, Anda bisa memperoleh asupan serat sebanyak 2,6 gram yang setara dengan 10 persen dari kebutuhan serat harian yang dianjurkan. Sayuran berserat tinggi ini nyatanya juga termasuk jenis sayuran tinggi protein serta mengandung banyak vitamin lain, seperti vitamin C, K, dan B. Brokilu juga memiliki kandungan antioksidan tinggi yang bisa menjadi pencegah kanker.

  • Kacang Hijau

Kehebatan kacang hijau sudah tidak perlu diragukan dalam memenuhi kebutuhan zat besi, vitamin A, serta vitamin C seseorang tiap harinya. Selain itu, kacang hijau ternyata juga memiliki kandungan serat yang menakjubkan. Anda hanya perlu meminum 3 gelas kacang hijau per hari guna bisa memenuhi kebutuhan serat harian. Memasukkan kacang hijau sebagai campuran sup pun akan membuat jenis sayuran kacang-kacangan ini kian lezat dikonsumsi dan kian sehat bagi tubuh.

  • Wortel

Sayuran berserat tinggi ini mampu memenuhi lebih dari 10 persen kebutuhan serat harian Anda hanya dalam 100 gram tiap posinya. Pasalnya dalam 100 gram wortel, kandungan seratnya mencapai 2,8 gram. Selain serat tinggi, wortel juga kaya vitamin A, vitamin K, dan vitamin B6. Anda bisa menikmati wortel kapapun Anda mau sebab kalori sayuran ini tergolong rendah.

  • Labu Biji

Labu ternyata termasuk sayuran berserat tinggi, khususnya untuk jenis labu biji. Bayangkan saja dalam tiap 100 gram labu biji, kandungan serat yang tersimpan di dalamnya mencapai 3 gram. Hanya dengan satu gelas porsi sayuran ini, Anda sudah bisa memenuhi 26 persen kebutuhan harian! Labu biji sangat cocok disandingkan dengan jenis protein hewani seperti daging dan campuran kabohidrat berat.

  • Kembang Kol

Kembang kol memiliki kandungan serat sebanyak 2 gram per 100 gram. Sayuran berserat tinggi ini sangat direkomendasikan untuk menu harian Anda sebab mudah diolah untuk menjadi campuran sup, capcay, ataupun dibuat penganan ringan seperti keripik. Selain tinggi serat, kembang kol juga memiliki kandungan kolin cukup tinggi yang berfungsi menjaga kesehatan saraf Anda. Memakan kembang kol tiap saat juga perlu khawatir sebab makanan ini termasuk berkalori rendah.

  • Kubis

Serat sebanyak 3 gram bisa Anda peroleh ketika mengonsumsi 100 gram kubis. Jumlah tersebut setara dengan 12 persen dari kebutuhan serat harian Anda. Sayuran berserat tinggi ini juga memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, hingga bisa memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan vitamin C harian yang dianjurkan sebesar 75—90 miligram.

***

Mendapatkan sayuran-sayuran berserat tinggi di atas tidaklah sulit. Mengolah berbagai sayuran tinggi serat tersebut juga mudah karena bisa dijadikan campuran berbagai jenis menu ataupun dibuat sebagai camilan. Namun yang jauh lebih penting daripada itu semua, Anda bisa menikmati manfaat serat secara maksimal dengan rutin mengonsusmi sayuran-sayuran berserat tinggi. Jadi, jangan malas untuk makan sayur, ya!

Read More

Gym Tutup karena Corona? Lakukan Olahraga di Rumah

Olahraga di rumah opsi terbaik menghadapi corona

Olahraga merupakan cara yang baik untuk mengatasi stres di akhir hari. Selain itu, olahraga juga dapat menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap dalam kondisi yang prima. Namun, rasa takut untuk terkena penyakit COVID-19 yang sekarang sedang menjadi pandemi membuat banyak orang enggan mengunjungi tempat-tempat umum seperti gym, mengingat gym adalah tempat di mana banyak orang menggunakan peralatan secara bergantian, sehingga penularan virus ini menjadi lebih mudah dan rentan. Selain itu, anjuran dari pemerintah untuk tetap di rumah membuat para “gym freaks” harus memutar otak untuk terus dapat berolahraga. Untungnya, Anda bisa melakukan olahraga di rumah dengan mudah. 

Anda masih bisa melakukan rutinitas dan aktivitas olahraga di rumah. Selain karena manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan, melakukan olahraga di rumah dapat menghilangkan rasa bosan akibat berada di dalam ruangan dari waktu ke waktu, terutama apabila Anda dan keluarga memerlukan karantina. Karena coronavirus yang baru dapat menyebar dengan sangat cepat, penting bagi Anda dan keluarga untuk terus waspada dalam melindungi tubuh. Latihan dan olahraga penting agar tubuh menjadi sehat. Namun, aktivitas tersebut juga memiliki peran yang vital dalam melindungi tubuh dari penyakit yang ditularkan lewat udara, terutama jenis penyakit-penyakit baru seperti coronavirus di mana perawatan yang efektif masih harus dipelajari lebih lanjut. 

Apabila menghindari tempat-tempat dengan risiko penularan penyakit tinggi sangat dianjurkan, misalnya gym, pilihan alternatif untuk terus dapat berolahraga di rumah perlu direkomendasikan. Ada banyak jenis olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah tanpa perlu adanya alat-alat khusus. Anda hanya perlu untuk melakukan latihan dasar seperti plank, squat, push up, ataupun burpees, yang mana merupakan jenis olahraga di rumah tanpa alat untuk membentuk dan membangun kekuatan sekaligus meningkatkan detak jantung. Salah satu rutinitas olahraga di rumah yang paling sering dilakukan adalah 4-5 ronde latihan masing-masing selama 45 detik untuk kemudian diikuti 15 detik istirahat di setiap sesinya.

Tips penting dalam melakukan olahraga di rumah adalah memilih jenis latihan yang bermanfaat untuk bagian tubuh yang berbeda. Dengan cara tersebut, Anda bisa mendapatkan latihan atau olahraga untuk keseluruhan tubuh hanya dalam waktu kurang dari 20 menit saja. Olahraga di rumah mungkin akan sedikit membingungkan apabila Anda belum pernah melakukannya sebelumnya. Namun, bagi mereka yang membutuhkan panduan dalam melakukan olahraga, kini sudah banyak tutorial online yang tersedia di platform-platform video ataupun media sosial. 

Jenis latihan yang bisa dilakukan

Jika dilakukan dengan tepat, hanya dengan menggunakan berat tubuh saja dapat membuat olahraga di rumah menjadi sangat efektif, terutama dalam memperkuat otot inti. Jenis latihan bagi pemula yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

Chair squat

Squat untuk memperkuat kaki dan otot inti. Dengan melakukan latihan jenis ini, pergerakan sehari-hari akan menjadi lebih mudah. Hanya dengan bantuan sebuah kursi, Anda bisa menguasai bentuk squat yang baik. Berdirilah di depan kursi dengan kaki melebar selebar bahu. Tekuk lutut, dan turunkan punggung bawah hingga pantat menyentuh kursi (kedua tangan menjulur ke depan). Dorong menggunakan tumit untuk kembali ke posisi berdiri semulal. Lakukan beberapa kali. 

Knee push-up

Apabila Anda masih belum kuat dalam melakukan push up biasa saat olahraga di rumah, knee push up cocok untuk pemula yang ingin membangun kekuatan sebelum berlanjut melakukan push up jenis standar. Adapun caranya adalah dengan melakukan posisi plank tinggi dengan bantuan lutut. Menjaga garis lurus dari kepala hingga lutut, tekuk lengan Anda untuk menurunkan tubuh ke tanah (jaga agar sikut berada pada sudut 45 derajat), dorong untuk kembali ke posisi semula.

Read More

Tips Mencegah Serangan Hepatitis Akut

Secara umum, hepatitis merupakan suatu bentuk peradangan yang terjadi pada organ hati. Peradangan tersebut terjadi karena adanya infeksi virus ataupun masalah dengan autoimun penderita. Kondisi hepatitis pada akhirnya membuat infiltrasi di organ hati untuk bisa memulihkan diri sendiri dalam jangka waktu satu sampai dua bulan. Namun jika dalam jangka waktu lebih dari 2 bulan peradangan masih aktif, berhati-hatilah sebab Anda kemungkinan tengah mengalami hepatitis akut.

hepatitis akut

Infeksi hepatitis akut jelas akan membuat tubuh Anda limbung. Berbagai keluhan seperti demam, nyeri perut, sampai sakit kepala hebat akan Anda alami. Jika tidak segera diatasi, hepatitis yang sudah akut bahkan bisa menimbulkan kanker hati.

Pengobatan hepatitis sendiri tidak bisa dibilang mudah. Karena itu, melakukan pencegahan terkait penyakit ini menjadi langkah yang lebih baik dibandingkan melakukan penanganan setelah sakit. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam hidup guna menghindari serangan hepatitis akut.

  1. Jaga Kebersihan Tangan

Hepatitis akut umum ditularkan lewat penyebaran virus. Karena itu, menjaga kebersihan menjadi sangat penting guna menghindari virus penyebab hepatitis. Virus sendiri bisa mati dengan pencucian menggunakan sabun antibakteri secara rutin. Cucilah tangan sesering mungkin guna memastikan bahwa virus yang menempel di luar tubuh tidak terjaring masuk ked dalam tubuh kemudian menginfeksi hati Anda.

  • Cuci dan Kupas

Virs hepatitis sangat mudah menempel pada berbagai bahan makanan. Bahan makanan yang terinfeksi virus dan paling rentan masuk ke tubuh Anda adalah buah-buahan sebab orang cenderung tidak mengupas kulit buah. Mulai sekarang, biasakan untuk mencuci bersih buah-buahan yang Anda beli sebelum menyantapnya. Mengupas kulit buah juga menjadi alternatif tindakan yang jauh lebih aman guna menghindari Anda dari penyakit hepatitis akut.

  • Gunakan Air Berkarbonasi

Jangan sembarangan mengonsumsi dan menggunakan air. Bisa jadi dalam air tersebut ada virus penyebab hepatitis akut. Biasakan untuk selalu mengonsumsi air kemasan yang sudah berkarbonisasi atau air yang sudah dimasak matang hingga mendidih. Tidak hanya untuk minu, penggunaan air berkarbonasi juga mesti Anda terapkan ketika menyikat gigi karena ada kemungkinan air tertelan dan membawa virus masuk ke dalam tubuh.

  • Jauhi Minuman Beralkohol

Orang yang senang mengonsumsi minuman beralkohol akan lebih berisiko terkena hepatitis akut dibandingkan mereka yan tidak gemar mengonsumsinya. Ini karena alkohol yang tinggi cenderung akan membentuk peradangan di organ hati. Karena itulah jika memang ingin menghindari penyakit hepatitis jauhi pula minuman beralkohol.

  • Tidak Berbagi Barang Pribadi

Kalau Anda masih memiliki kebiasaan berbagi barang pribadi dengan teman atau pasangan, cobalah hentikan kebiasaan tersebut. Nyatanya penggunaan bersama barang-barang pribadi, seperti baju maupun handuk, dapat meningkatkan risiko terkena hepatitis akut. Karnea bisa jadi, teman atau pasangan yang menjadi tempat berbagai Anda termasuk orang yang menderita hepatitis.

  • Penggunaan Kondom

Menggunakan kondom saat berhubungan seks bisa menghindarkan Anda dari risiko terkena hepatitis. Pasalnya, virus hepatitis juga dapat masuk ke tubuh lewat hubungan seksual. Dengan penggunaan kondom, terdapat jaring pengaman yang bisa memfilter virus agar tidak masuk ke tubuh Anda melalui aktivitas seks yang berlangsung.

  • Lakukan Vaksinasi

Saat ini sudah ada vaksin yang bisa menghindarkan Anda dari serangan hepatitis akut. Hanya saja, vaksin yang tersedia baru untuk virus hepatitis A dan B. Vaksin hepatitis sendiri umum diberikan ketika seseorang masih bayi. Namun, pemberian vaksin ini bisa dilanjutkan  sampai seseorang menginjak usia dewasa. Pemberian vaksin untuk hepatitis nyatanya mampu mengurangi tingkat kejadian penyakit tersebut secara global maupun nasional.

*** Sebenarnya tidak sulit bukan melakukan pencegahan penyakit hepatitis akut? Dengan pencegahan yang tepat, Anda pun tidak perlu khawatir mengenai penularan penyakit yang berbahaya ini.

Read More

Mengenal Kanker Usus Halus: Penyebab hingga Gejala

Kanker usus halus merupakan jenis penyakit langka yang terjadi saat sel-sel kanker ganas tumbuh dan berkembang di usus kecil, salah satu organ saluran pencernaan.

Usus halus sendiri adalah organ yang fungsinya mencerna makanan, lemak, vitamin, dan juga zat-zat lain di dalam tubuh. Usus halus di dalam tubuh juga menjadi penghubung antara lambung dengan usus besar. Bentuknya serupa pipa panjang yang terdiri dari duodenum (bagian atas), jejunum (bagian tengah), serta ileum (bagian bawah).

Selain memiliki fungsi utama untuk menyerap zat-zat yang baik bagi tubuh, usus halus juga menghasilkan zat-zat yang membantu pencernaan makanan agar gizi dalam makanan dengan mudah diserap. Tugas lainnya adalah sebagai “tentara” untuk melawan kuman yang masuk ke tubuh melalui makanan yang dimakan.

Kebayang kan apa jadinya bila usus yang punya banyak fungsi dan penting dalam proses pencernaan ini diserang kanker. Maka fungsi-fungsi tersebut tidak akan berjalan. Sehingga membuat proses pencernaan hingga penyerapan nutrisi secara otomatis terganggu.

Penyebab Kanker Usus Halus

Penyebab dari kanker usus halus ini sama seperti penyakit kanker pada umumnya. Penyebabnya adalah karena adanya mutasi di DNA sel-sel usus halus. Sel yang bermutasi akan membelah diri namun terlalu berlebihan, sehingga membuat jumlah sel akan menjadi sangat banyak. Kemudian inilah yang membentuk tumor.

Kenapa sih DNA bermutasi? Inilah yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Hanya saja, ada beberapa faktor yang berisiko terjadinya mutasi, antara lain:

  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Genetik
  • Adanya penyakit lain di usus halus
  • Faktor usia yang semakin tua
  • Suka mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Merokok

Jenis-jenis Kanker Usus Halus

Kanker usus halus ada beberapa tipe. Menurut Gicancer, jenis kanker pada usus halus yang paling umum adalah tipe Adenocarsinoma. Jenis lainnya, yang kurang umum, ada limfoma, sarkoma, serta tumor neuroendokrin.

  • Adenocarcinoma

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa rata-rata kasus kanker usus halus yang sering terjadi adalah tipe ini. Adenocarcinoma biasanya tumbuh di jaringan yang melapisi bagian dalam usus. Awalnya terlihat seperti benjolan yang disebut polip. Polip tidak berhaya pada mulanya karena seperti tumor jinak. Namun lama-kelamaan akan menjadi kanker. Sebagian besar tumor ini ditemukan di duodenum di dekat perut.

  • Limfoma

Limfoma pertama kali muncul pada jaringan limfa yang ada di usus halus. Jaringan limfa sendiri memiliki fungsi untuk mengatur sistem imun tubuh. Biasanya limfoma paling sering ditemukan di jejunum dan ileum.

Biasanya tipe limfoma ini akan menyerang orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, limfoma yang muncul adalah limfoma non-Hodgkin.

  • Sarkoma

Tipe Sarkoma biasanya muncul di jaringan lunak usus halus. Paling sering ditemukan di ileum. Sel sarkoma yang umum ditemukan adalah leiomyosarcoma yang akan menyerang otot usus halus.

  • Tumor neuroendokrin

Tumor neuroendokrin atau disebut juga tumor karsinoid, muncul pada sel-sel fungsinya memproduksi hormon di dalam usus halus. Sekitar 40 persen dari kanker usus halus biasanya memiliki tipe tumor neuroendokrin ini. Bagian yang paling sering ditemukan tumor neuroendokrin ini pada ileum alias usus buntu.

Gejala Terkena Kanker Usus Halus

Gejala dan tanda-tanda seseorang terkena kanker usus halus sangat bervariasi, tidak ada yang benar-benar spesifik. Secara umum, pasien akan merasa sakit atau kram di perut. Tak jarang pula diiringi dengan buang air besar berdarah serta muntah. Berikut gejala utama yang umumnya dirasakan, yaitu:

  • Kram atau merasa sakit di bagian perut
  • Rasa mual dan muntah
  • Hilang berat badan tanpa penyebab jelas
  • Diare
  • Buang air besar disertai darah karena terlukanya bagian usus halus
  • Merasa lelah dikarenakan sel darah merah banyak yang hilang

Namun, perlu diperhatikan, gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa saja diakibatkan oleh penyakit kesehatan lain, bukan kanker usus halus. Kemungkinan juga ada tanda-tanda yang tidak disebutkan di atas. Agar lebih pasti, segera periksakan ke dokter jika Anda merasa khawatir karena gejala tertentu.

Read More

Gejala dan Penyebab Hipertensi Pulmonal

Hipertensi pulmonal merupakan jenis tekanan darah tinggi yang langka dan memengaruhi pembuluh darah arteri dan kapiler. Kedua pembuluh darah tersebut membawa darah dari bilik jantung (ventrikel) kanan ke paru-paru. Saat tekanan di arteri pulmonalis dan pembuluh darah kecil terus menumpuk, jantung harus bekerja dengan lebih keras dalam memompa darah ke paru-paru. Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat melemahkan otot jantung. Lama kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung dan kematian. Saat ini tidak ada obat untuk hipertensi pulmonal, namun pilihan perawatan tersedia yang difokuskan untuk membantu mengurangi gejala serta menurunkan risiko komplikasi dan memperpanjang usia.

Gejala hipertensi pulmonal yang perlu diwaspadai

Pada tahap hipertensi pulmonal, Anda mungkin tidak akan menunjukkan adanya tanda-tanda tertentu. Saat kondisi berubah menjadi semakin parah, gejala akan mulai tampak, seperti kesulitan bernapas, lelah, pusing, hilang kesadaran, adanya tekanan di dada, sakit dada, denyut nadi yang cepat, palpitasi jantung, warna kebiruan pada bibir atau kulit, pembengkakan pada pergelangan kaki atau tungkai, dan pembengkakan dengan cairan berada di dalam perut (terutama pada kondisi tahap akhir). Anda juga akan merasa kesulitan bernapas saat melakukan aktivitas fisik atau berolahraga. Di kemudian hari, bahkan pada saat Anda beristirahat dan tidak melakukan aktivitas, kesulitan bernapas juga dapat terjadi.

Penyebab hipertensi pulmonal

Hipertensi pulmonal berkembang ketika pembuluh darah arteri dan kapiler pulmonalis yang membawah darah dari jantung ke paru-paru menjadi menyempit atau hancur. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai macam kondisi, namun, penyebab utama atau pasti dari kondisi hipertensi pulmonal belum dapat diketahui. Organisasi Penyakit Langka Nasional (NORD) menyatakan bahwa dalam 15 hingga 20 persen kasus hipertensi pulmonal, kondisi ini merupakan sebuah penyakit turunan. Hal ini melibatkan adanya mutasi genetik yang terjadi di dalam gen BMPR2 atau gen lain. Mutasi tersebut kemudian akan diturunkan dari keluarga ke keluarga, menyebatkan kemungkinan seseorang dengan mutasi ini menderita hipertensi pulmonal di kemudian hari. Sementara itu, kondisi lain yang berhubungan dengan perkembangan hipertensi pulmonal di antaranya adalah penyakit hati kronis, penyakit jantung bawaan, gangguan jaringan konektif tertentu, infeksi seperti HIV dan schistosomiasis, dan penggunaan obat-obatan terlarang seperti methamphetamine. Dalam beberapa kasus, hipertensi pulmonal dapat terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas, dan kondisi ini dikenal dengan sebutan hipertensi pulmonal idiopatik.

Komplikasi kesehatan akibat hipertensi pulmonal

Ada beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai apabila Anda menderita hipertensi pulmonal, di antaranya adalah:

  • Pembesaran jantung sebelah kanan dan gagal jantung (cor pulmonale). Dalam kasus cor pulmonale, ventrikel kanan jantung menjadi membesar sehingga harus memompa lebih keras daripada biasanya untuk menggerakkan darah melewati arteri paru-paru yang tersumbat atau menyempit. Awalnya, jantung akan mengimbangi hal tersebut dengan mempertebal dinding dan memperluas bilik ventrikel kanan guna meningkatkan jumlah darah yang dapat ditampung. Namun, perubahan tersebut akan menambah beban pada jantung, dan menyebabkan kegagalan ventrikel kanan.
  • Penggumpalan darah. Memiliki hipertensi pulmonal membuat Anda lebih rentan mengalami penggumpalan darah di arteri kecil di paru-paru, yang mana merupakan sebuah kondisi berbahaya apabila Anda sudah memiliki pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

Hipertensi pulmonal tidak selamanya dapat dicegah. Akan tetapi, beberapa jenis kondisi seperti penyakit hati kronis, tekanan darah tinggi, HIV, dan penyakit paru-paru kronis yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pulmonal dapat dicegah atau diatasi untuk mengurangi risiko.

Read More

Ganja Digadang-gadang Bisa Obati Syringomyelia, Benarkah?

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia, ganja masuk ke dalam jenis narkotika yang penggunaannya dapat dijerat oleh pidana. Masalahnya, banyak narasi tandingan yang mengungkapkan bahwa ganja sebenarnya bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah syringomyelia.

Syringomyelia adalah salah satu macam penyakit yang menyerang dan mengganggu sumsum tulang belakang manusia. Ia berbentuk seperti kista berisi cairan yang akan terus mengembang dan memanjang dari waktu ke waktu.

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan kehilangan kemampuan untuk merasakan dingin dan sakit secara normal. Sumsum tulang belakang juga akan menyebabkan nyeri, kaku, dan kelemahan pada punggung, bahu, kaki, dan tangan.

Kembali ke ganja, berdasarkan “UU Nomor 35 tentang Narkotika”, tanaman berjari ini masuk ke dalam golongan 1. Ia dikelompokkan bersama opium mentah, tanaman dan daun koka, kokain mentah, heroin, hingga metamfetamin. Maksud dari golongan 1 tersebut adalah, narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Artinya, kendati semua narasi tentang ganja bisa menjadi berbagai macam obat dari segala penyakit, mungkin juga termasuk syringomyelia, tanaman bergenus Cannabis ini tidak akan pernah dapat secara legal digunakan sebagai bahan pengobatan.

Padahal di berbagai negara, seperti Kanada, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, hingga Thailand dan Malaysia, telah memberi lampu hijau pemakaian ganja untuk kepentingan medis lantaran mereka meyakini betul bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari tanaman ini selain dari hal-hal yang berkaitan dengan “kesenangan” belaka.

Lantas, apakah benar terdapat hubungan antara ganja dengan upaya pengobatan syringomyelia?

Nyeri sering timbul pada seseorang yang mengidap syringomyelia. Sementara operasi dapat meringankan gejalanya, banyak pengidap gangguan tersebut mungkin masih mengalami rasa sakit. Beberapa kasus lainnya tidak memenuhi syarat untuk pembedahan dan hanya harus mengelola rasa sakit.

Ganja yang digunakan untuk pengidap syringomyelia berfungsi sebagai analgesik alami yang aman. Ganja dikenal karena kualitasnya yang menghilangkan rasa sakit. Mengonsumsi ganja secara medis sering kali memberikan penghilang rasa sakit segera, yang dapat membuat kondisi lebih mudah ditangani.

Sementara pereda nyeri tradisional mungkin memerlukan berbagai jenis analgesik pada saat yang sama untuk mengobati berbagai jenis nyeri syringomyelia. Ganja dikenal dapat mengobati berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri kronis, sakit kepala, nyeri neuropatik, dan peradangan.

Senyawa aktif di dalam ganja yang memberikan manfaat itu adalah THC. Kandungan THC atau Delta-9 tetrahydrocannabinol itu yang menjadi dasar bahwa ganja memiliki banyak manfaat untuk kepentingan medis. Selain berfungsi sebagai analgesik, THC juga memiliki peran sebagai anti-spasmodik (mencegah atau menghilangkan kejang-kejang), anti-getaran, anti-inflamasi, perangsang nafsu makan, hingga anti-muntah.

Jika kita berpegang pada itu, bisa menjadi masuk akal andai ganja disebut-sebut bisa mengobati multiple sclerosis atau penyakit autoimun yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang (sistem syaraf pusat) hingga spasticity atau kontraksi konstan dan tidak diinginkan dari satu atau lebih kelompok otot sebagai hasil dari stroke atau lainnya ke otak atau sumsum tulang belakang.

Karena syringomyelia adalah penyakit yang bersarang di sumsum tulang belakang, besar kemungkinan ganja juga bisa meredakan gangguan kesehatan ini. Andai memang benar-benar ampuh, seharusnya ganja bisa menjadi alternatif yang “lebih alami” Alih-alih menggunakan beberapa pil yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Sehingga seseorang yang mengidap syringomyelia dapat menggunakan ganja tanpa efek samping yang berbahaya.

Kendati demikian, untuk menggunakan tanaman yang masih kontroversial di banyak negara ini, seseorang pengidap syringomyelia yang tertarik dengan pengobatan ganja harus berdiskusi dengan dokter. Selain itu, penggunaan ganja, untuk alasan apa pun, masih ilegal di Indonesia, sehingga akan sulit untuk mengonsumsinya. Di sini amat dibutuhkan kebijaksanaan dari tiap-tiap individu. Jangan sampai sesuatu yang sebenarnya bisa bermanfaat ini malah menimbulkan hal buruk, dari sisi mana saja, lantaran menyalahgunakannya.

Read More

Waspadai Jika Gelagat Baby Sitter Anda Seperti Ini

Baby sitter harus memiliki sertifikat dan pengalaman sebelum bekerja.

Jika Anda merupakan orang tua yang sibuk dan tidak ada pilihan lain selain menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak, pastikan Anda memilih orang yang tepat. Tak bisa dimungkiri memang jika urusan pilih-memilih pengasuh yang baik bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, jangan pernah “tertipu” dengan tampilan atau segala hal yang tampak dari luar.

Segala berita kurang sedap terkait baby sitter cukuplah untuk membuat orang tua lebih berhati-hati dan peka terhadap tindak tanduk mereka. Jangan sungkan untuk menegur atau memberikan peringatan jika gelagat baby sitter tampak tak beres. Beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan bahwa ada sesuatu yang tak beres dengan baby sitter Anda ialah:

  • Terdapat Luka atau Bekas Luka pada Anak

Seorang baby sitter seharusnya tidak melepaskan pandangannya dari bocah yang diasuhnya. Mereka seharusnya juga tahu apa saja yang dilakukan anak dan menjadi kewajibannya untuk menghindari segala macam insiden atau kecelakaan yang mungkin menimpa anak. 

Bila Anda mulai mendapati anak menderita luka, Anda harus mulai curiga dan waspada. Cari tahu apa yang pengasuh lakukan ketika buah hati Anda tengah asik bermain. Ada kemungkinan pengasuh anak Anda tidak benar-benar memperhatikan dan menjaganya dengan baik. 

  • Tak Terbuka Soal Kegiatan Harian Anak

Kalau pengasuh tidak mau terbuka soal aktivitas kesehariannya bersama si kecil, Anda patut mencurigainya. Aktivitas tersebut seharusnya bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Jika ternyata baby sitter tidak bisa memberikan jawaban yang jelas, kemungkinan dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik atau memang ada yang tengah disembunyikan olehnya.

  • Anak Anda Merasa Tak Nyaman dengan Kehadirannya 

Adalah hal yang wajar jika pada mulanya si kecil merasa sungkan atau takut ketika bertemu dengan baby sitter baru yang notabene merupakan orang asing. Namun, seiring berjalannya waktu, seharusnya anak Anda sudah terbiasa dengan pengasuh barunya. 

Bila setelah sekian lama perilaku si kecil tetap sama, justru malah terlihat semakin ketakutan dan tak senang jika berada di sisi pengasuhnya, mungkin Anda harus mulai khawatir. Mungkin saja baby sitter Anda tidak dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan yang dibutuhkan oleh si kecil. Bahkan, bisa saja si kecil takut karena diperlakukan secara buruk olehnya

  • Sering Berbohong

Baby sitter yang sering berbohong atau bahkan ketahuan mencuri sudah pasti tidak layak Anda pertahankan. Untuk mengasuh anak, Anda memerlukan orang yang dapat dipercaya. Jika dia sering berbohong, bagaimana bisa Anda mempercayakan pengasuhan si kecil padanya. Anda dan pengasuh si kecil haruslah berkoordinasi mengenai apa-apa saja yang dibutuhkan dalam mengurus dan menjaga buah hati Anda. 

Namun bila kenyataannya pengasuh si kecil tak menuruti apa yang Anda perintahkan untuk dilakukan, dan dia malah mengkritisi gaya mendidik Anda, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk menyudahi perjanjian kerja sama. Lebih baik Anda mencari pengasuh yang bisa mengikuti keinginan Anda daripada Anda terus mempertahankan mereka yang tidak sejalan dengan Anda.

  • Anak Anda Tampak “Tak Terurus” 

Baby sitter yang tidak bisa mengerjakan hal-hal mendasar seperti memandikan dan menggantikan baju si kecil, bukanlah orang yang sebaiknya Anda pertahankan. Apalagi kalau ternyata pengasuh tersebut menelantarkan anak dengan kondisi baju basah karena keringat atau ketumpahan air. Sebagai orang tua, Anda perlu sesekali menaruh ‘mata-mata’ di rumah untuk melihat bagaimana baby sitter itu bekerja. 

Mencari baby sitter yang baik dan mengerti yang anak selayaknya buah hatinya sendiri memang bukan hal yg mudah. Selain itu, Anda sebagai orang tua juga tetap harus menjaga dan mengawasi si kecil agar Anda tidak terjadi penyesalan pada masa yang akan datang. Jika dirasa baby sitter Anda memiliki tanda-tanda di atas, jangan sungkan untuk menegur atau bertindak tegas. Sebab anak Anda yang menjadi taruhannya.

Read More

Tak Bisa Disembuhkan, Kenali Tanda-Tanda Iritasi Usus Besar

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi penyakit sistem pencernaan yang umumnya menyerang wanita. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai penyakit jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan dan akan terus dialami seumur hidup. Meski tak dapat diobati, penderita IBS bisa mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan dan mengubah pola makan untuk meringankan gejalanya.

Lalu, seperti apa gejala dari kondisi ini?

Gejala umum sindrom iritasi usus besar

Secara umum, gejala sindrom iritasi usus besar hampir serupa dengan gejala penyakit gangguan pencernaan lainnya, seperti rasa nyeri dan keram pada perut. Akan tetapi, tidak hanya itu, sindrom ini juga bisa memunculkan gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Kembung

Saat seseorang terkena sindrom iritasi usus besar, salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah kembung. Kembung merupakan kondisi saat perut mengalami pembengkakkan setelah makan. Biasanya, kembung juga akan menimbulkan rasa nyeri dan keram di perut.

  • Konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah gejala berupa kesulitan untuk buang air besar. Hal ini disebabkan oleh adanya kotoran yang mengeras di dalam usus, membuat perut tidak bisa dikosongkan sepenuhnya. Terkadang, penderita penyakit ini juga akan mengalami konstipasi beserta diare yang terjadi secara bergantian.

  • Diare

Gejala diare ditandai dengan adanya keluarnya kotoran cair saat buang air besar dan rasa ingin buang air besar yang tiba-tiba. Sebagian penderita sindrom iritasi usus besar mengalami diare dan konstipasi secara bergantian. Namun, diare tidak selalu dialami oleh seluruh penderita.

Menurut penelitian, sebagian besar penderita sindrom iritasi usus besar adalah wanita. Pada wanita, kondisi ini dapat terdeteksi apabila gejala dirasakan di tengah masa menstruasi. Gejala akan mengalami penurunan saat menopause dan mengalami peningkatan di tengah masa kehamilan.

Sementara, pada pria, gejala dapat dirasakan dengan intensitas yang sama tanpa adanya peningkatan atau penurunan di waktu-waktu tertentu.

Selain gejala umum, sindrom ini juga mungkin akan memunculkan gejala-gejala khusus yang berbeda bagi setiap penderita. Gejala khusus tersebut meliputi:

  • Kelelahan dan kurang energi
  • Kentut
  • Sakit punggung
  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Mual
  • Keinginan untuk buang air kecil terus menerus

Sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, gejala umum tidak akan muncul secara terus menerus. Beberapa pasien bahkan pernah mengalami saat-saat dimana mereka tidak merasakan gejala sama sekali selama beberapa waktu.

Kapan waktu yang tepat untuk berobat ke dokter?

Gejala sindrom iritasi usus besar seringkali disalahartikan sebagai gejala dari penyakit lain. Hal ini bisa terjadi karena gejalanya hampir serupa dengan sindrom lain yang juga berhubungan dengan sistem pencernaan.

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa semakin berdampak buruk dan mempengaruhi kesehatan Anda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis gastroenterologi apabila Anda mengalami beberapa gejala lanjuta berupa:

  • Penurunan berat badan
  • Pendarahan di area dubur
  • Iron deficiency anemia atau anemia defisiensi besi, yaitu kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan kadar zat besi dalam tubuh
  • Benjolan yang keras dan membengkak di area perut
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Perubahan bentuk kotoran saat buang air besar

Apabila gejala lanjutan sudah dirasakan, kondisi sindrom iritasi usus besar yang Anda alami mungkin sudah parah, atau bahkan menjadi tanda akan adanya kondisi lain yang lebih serius. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi semakin memburuk.

Read More

Inilah Jenis Tes Depresi yang Dilakukan Dokter Spesialis Jiwa

Tes depresi online tidak akurat, ini tes yang biasa dilakukan dokter

Tak hanya secara langsung, praktik tes depresi kini sudah tersedia dalam sistem online dan dilakukan dengan gratis. Namun demikian, tes atau kuesioner yang harus diisi secara online atau daring tanpa pengawasan dari dokter atau psikolog tidak bisa dijadikan sebagai bahan diagnosis, bahkan sebagai dasar yang tepat untuk memulai atau menghentikan perawatan.

Masalah mental, termasuk salah satunya depresi tidak bisa didiagnosis sendiri, istilah populernya self diagnosis. Kondisi ini bisa berujung pada perawatan yang kurang tepat dan membuat banyak orang salah kaprah mengenai kondisi gangguan mental yang sebenarnya, seperti misalnya seseorang yang terlalu merasa sedih.

Jenis Tes Depresi

Setelah seseorang sudah mengalami beberapa gejala depresi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengunjungi psikiater dan memastikan kebenaran mengenai kondisi tersebut. Kondisi yang harus segera diperiksa terdapat beberapa macam, namun berikut ini beberapa kondisi khusus yang mengharuskan seseorang melakukan pemeriksaan depresi.

  • Merasakan nyaris setiap hari selama kurang lebih dua minggu kondisi tersebut dan tidak segera membaik.
  • Gejala yang muncul sudah mulai mengganggu aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga hubungan dengan orang terdekat.
  • Pada kasus yang sangat parah, kondisi yang dialami bahkan membuat seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Setelah memasuki beberapa kondisi demikian, seseorang diharuskan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan gejala psikis, fisik hingga beberapa pemeriksaan tambahan lainnya. Untuk mengetahui secara pasti dan jelas, berikut ini beberapa jenis tes atau pemeriksaan depresi yang biasa digunakan.

  1. Pemeriksaan Fisik

Depresi dapat berhubungan dengan gangguan fisik yang dialami oleh seseorang, maka dari itu jika seseorang merasakan gejala depresi dokter bisa melakukan pemeriksaan secara fisik untuk mengetahui kondisi yang menjadi penyebabnya. Beberapa gejala ini termasuk seperti cara bicara yang lambat dan tidak fokus hingga yang paling parah adalah hilang ingatan.

  1. Tes Laboratorium

Ketika sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari pasien, termasuk riwayat kesehatan diri, riwayat kesehatan keluarga dan hasil pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium yang berupa tes darah dan urine. Tes yang dilakukan untuk mencegah penyakit lain yang bisa menimbulkan gejala mirip depresi.

Salah satunya seperti hipotiroidisme, selain pemeriksaan laboratorium dokter juga akan memeriksa jenis obat-obatan yang masih atau pernah dikonsumsi. Obat ini juga berfungsi sebagai pencegah gejala depresi yang muncul sebagai efek samping dari obat ini. 

  1. Evaluasi Psikis

Dalam pemeriksaan ini kondisi psikis, dokter akan melihat lebih jauh terhadap gejala depresi yang dirasakan oleh seseorang, selain itu dokter juga akan memetakan beberapa hal seperti pola perilaku, perasaan dan pikiran yang dalam beberapa hari terakhir dirasakan oleh seseorang tersebut. Dokter juga akan menyarankan seseorang mengisi kuesioner psikologis untuk memastikan lebih jauh, ini menjadi tes depresi ketiga yang kerap dilakukan.

Jika sudah melakukan pemeriksaan secara terperinci, barulah dokter bisa melakukan diagnosis bahwa kondisi yang dialami seseorang itu memang benar-benar depresi dan bukan kondisi lain dengan gejala serupa. Dokter akan menentukan jenis depresi yang diderita seseorang dan mulai melakukan perawatan yang sesuai.

Untuk mengobati depresi, dokter pada umumnya akan melakukan dua hal yaitu konsumsi obat-obatan dan melakukan terapi psikologis. Obat yang akan diberikan adalah golongan antidepresan yang tersedia dalam beberapa jenis, sementara itu pemilihan konsumsi obat ini sepenuhnya akan disarankan oleh dokter.

Read More

Ini Cara Kerja dan Efek Samping Implan KB

Pemasangan implan KB dilakukan pada lengan bagian atas.

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa kamu pilih ialah KB implan atau KB susuk. Metode implan KB belakangan ini memang sedang naik daun. Menurut sebuah artikel yang dimuat Mayo Clinic, KB implan adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita. DI Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk.

Alat kontrasepsi ini adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun. Lalu seperti apa cara kerjanya dan adakah efek samping yang ditimbulkan? Berikut penjelasannya.

Cara kerja

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

KB implan atau KB susuk adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang kamu miliki akan membuat KB ini tak efektif, atau lebih berisiko. KB ini tidak disarankan bagi wanita yang memiliki pembekuan darah, penyakit liver, perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.

Kamu juga perlu konsultasi dulu pada dokter kalau mau memasang KB implan namun memiliki salah satu penyakit berikut, yaitu diabetes, sakit kepala migrain, depresi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah kandung empedu, kejang-kejang, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya termasuk alergi.

Jika kamu sedang hamil atau curiga kamu sedang hamil, kamu tak boleh memasang KB susuk ini.

Cara pemasangan

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB ini tergantung pada siklus menstruasi kamu, atau jika kamu sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Proses pemasangan KB ini akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya kamu tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, kamu dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Kamu harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi kamu dari kehamilan.

Untuk mengeluarkan susuk, kulit kamu akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. kamu sebenarnya tak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun kamu ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat, jangan pernah mencoba untuk melepas KB susuk ini sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Efek samping implan KB

Efek samping KB susuk yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali.
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit.
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid.
  • Berat badan bertambah.
  • Sakit kepala.
  • Jerawat.
  • Payudara nyeri.
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan).
  • Depresi.

Jangan khawatir, tidak semua yang melakukan implan KB akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Namun, jika kamu seorang perokok, risiko kamu mengalami efek samping akan meningkat. Inilah alasan dokter sering menyarankan pada wanita pengguna KB susuk untuk berhenti merokok.

Read More