Mengenal Kanker Usus Halus: Penyebab hingga Gejala

Kanker usus halus merupakan jenis penyakit langka yang terjadi saat sel-sel kanker ganas tumbuh dan berkembang di usus kecil, salah satu organ saluran pencernaan.

Usus halus sendiri adalah organ yang fungsinya mencerna makanan, lemak, vitamin, dan juga zat-zat lain di dalam tubuh. Usus halus di dalam tubuh juga menjadi penghubung antara lambung dengan usus besar. Bentuknya serupa pipa panjang yang terdiri dari duodenum (bagian atas), jejunum (bagian tengah), serta ileum (bagian bawah).

Selain memiliki fungsi utama untuk menyerap zat-zat yang baik bagi tubuh, usus halus juga menghasilkan zat-zat yang membantu pencernaan makanan agar gizi dalam makanan dengan mudah diserap. Tugas lainnya adalah sebagai “tentara” untuk melawan kuman yang masuk ke tubuh melalui makanan yang dimakan.

Kebayang kan apa jadinya bila usus yang punya banyak fungsi dan penting dalam proses pencernaan ini diserang kanker. Maka fungsi-fungsi tersebut tidak akan berjalan. Sehingga membuat proses pencernaan hingga penyerapan nutrisi secara otomatis terganggu.

Penyebab Kanker Usus Halus

Penyebab dari kanker usus halus ini sama seperti penyakit kanker pada umumnya. Penyebabnya adalah karena adanya mutasi di DNA sel-sel usus halus. Sel yang bermutasi akan membelah diri namun terlalu berlebihan, sehingga membuat jumlah sel akan menjadi sangat banyak. Kemudian inilah yang membentuk tumor.

Kenapa sih DNA bermutasi? Inilah yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Hanya saja, ada beberapa faktor yang berisiko terjadinya mutasi, antara lain:

  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Genetik
  • Adanya penyakit lain di usus halus
  • Faktor usia yang semakin tua
  • Suka mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Merokok

Jenis-jenis Kanker Usus Halus

Kanker usus halus ada beberapa tipe. Menurut Gicancer, jenis kanker pada usus halus yang paling umum adalah tipe Adenocarsinoma. Jenis lainnya, yang kurang umum, ada limfoma, sarkoma, serta tumor neuroendokrin.

  • Adenocarcinoma

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa rata-rata kasus kanker usus halus yang sering terjadi adalah tipe ini. Adenocarcinoma biasanya tumbuh di jaringan yang melapisi bagian dalam usus. Awalnya terlihat seperti benjolan yang disebut polip. Polip tidak berhaya pada mulanya karena seperti tumor jinak. Namun lama-kelamaan akan menjadi kanker. Sebagian besar tumor ini ditemukan di duodenum di dekat perut.

  • Limfoma

Limfoma pertama kali muncul pada jaringan limfa yang ada di usus halus. Jaringan limfa sendiri memiliki fungsi untuk mengatur sistem imun tubuh. Biasanya limfoma paling sering ditemukan di jejunum dan ileum.

Biasanya tipe limfoma ini akan menyerang orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, limfoma yang muncul adalah limfoma non-Hodgkin.

  • Sarkoma

Tipe Sarkoma biasanya muncul di jaringan lunak usus halus. Paling sering ditemukan di ileum. Sel sarkoma yang umum ditemukan adalah leiomyosarcoma yang akan menyerang otot usus halus.

  • Tumor neuroendokrin

Tumor neuroendokrin atau disebut juga tumor karsinoid, muncul pada sel-sel fungsinya memproduksi hormon di dalam usus halus. Sekitar 40 persen dari kanker usus halus biasanya memiliki tipe tumor neuroendokrin ini. Bagian yang paling sering ditemukan tumor neuroendokrin ini pada ileum alias usus buntu.

Gejala Terkena Kanker Usus Halus

Gejala dan tanda-tanda seseorang terkena kanker usus halus sangat bervariasi, tidak ada yang benar-benar spesifik. Secara umum, pasien akan merasa sakit atau kram di perut. Tak jarang pula diiringi dengan buang air besar berdarah serta muntah. Berikut gejala utama yang umumnya dirasakan, yaitu:

  • Kram atau merasa sakit di bagian perut
  • Rasa mual dan muntah
  • Hilang berat badan tanpa penyebab jelas
  • Diare
  • Buang air besar disertai darah karena terlukanya bagian usus halus
  • Merasa lelah dikarenakan sel darah merah banyak yang hilang

Namun, perlu diperhatikan, gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa saja diakibatkan oleh penyakit kesehatan lain, bukan kanker usus halus. Kemungkinan juga ada tanda-tanda yang tidak disebutkan di atas. Agar lebih pasti, segera periksakan ke dokter jika Anda merasa khawatir karena gejala tertentu.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>