Leher Bengkak? Hati-Hati Alami TB Kelenjar Getah Bening

TB kelenjar getah bening ditandai dengan pembengkakan di leher

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah TBC? Beberapa orang mungkin menghubungkannya dengan gejala batuk atau penyakit yang menyerang paru-paru. Selain TBC yang telah banyak diketahui orang ini, ada juga TB kelenjar getah bening, termasuk infeksi bakteri tuberkulosis yang menyerang kelenjar getah bening. 

Perlu Anda tahu, bahwa TB ini memang umumnya menyerang paru (pulmonary TB), namun penyakit ini juga diketahui dapat menyerang organ lagi (extrapulmonary TB), seperti pada organ tulang, otak, kulit, dan kelenjar getah bening.

TB kelenjar getah bening juga dikenal sebagai limfadenitis tuberkulosis yang biasanya menyerang kelenjar getah bening di bagian leher, atau area lainnya seperti ketiak dan paha. Dalam kasus TB kelenjar getah bening di area leher disebut dengan scrofula. 

Apa yang menyebabkan TB kelenjar getah bening?

Meskipun TB paru dan TB kelenjar getah bening sama-sama disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, TB kelenjar getah bening secara spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium aviumintracellulare dan Mycobacterium kansasii

Penularan TB kelenjar getah bening biasanya disebabkan akibat menghirup percikan droplet dari penderita aktif TB. Bakteri yang terhirup tersebut kemudian masuk dan menginfeksi paru-paru dan menyebar ke area kelenjar getah bening di sekitar leher. 

Terdapat beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena infeksi TB kelenjar getah bening, yaitu:

  • Berusia di antara 30-40 tahun
  • Kaum wanita
  • Orang yang mengalami kekurangan gizi
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pasien HIV
  • Pasien terapi HV
  • Lingkungan sekitar yang berada di daerah padat penduduk yang tidak dilengkapi dengan sanitasi yang baik

Kenali gejala TB kelenjar getah bening berikut

Salah satu gejala TB kelenjar getah bening yang banyak dikeluhkan, yaitu adanya pembengkakan atau benjolan di sekitar leher. Benjolan ini dapat cenderung berbentuk bulan dan memiliki ukuran kecil. Jika disentuh, benjolan tersebut tidak akan terasa sakit atau bahkan hangat.

Dalam kasus tertentu, benjolan yang timbul dapat berkembang lebih besar seiring berjalannya waktu yang berpotensi mengeluarkan cairan, serupa dengan nanah setelah beberapa minggu. Pasien TB kelenjar getah bening dapat mendapati benjolan ini bahkan lebih dari satu buah benjolan. Munculnya benjolan tersebut juga disertai dengan beberapa kondisi, seperti

  • Berkeringat lebih ketika malam hari
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebab jelas
  • Tidak enak badan disertai demam

Bagaimana mendiagnosis TB kelenjar getah bening?

Jika Anda mendapati adanya benjolan di sekitar leher, ketiak, maupun paha yang tidak kunjung mereda dan disertai dengan kondisi yang disebutkan di atas, segera konsultasikan diri kondisi Anda dengan dokter. 

Dengan memeriksakan diri lebih dini, Anda dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan tepat, mengingat TB kelenjar getah bening dapat terus tumbuh, berkembang, menyebar, bahkan menimbulkan komplikasi seperti infeksi berat (sepsis) atau fistula (saluran antar benjolan yang menjadi pertanda scrofula semakin buruk.

Tahap awal pemeriksaan dilakukan dengan mendiagnosis TB kelenjar bening dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan melakukan uji tuberkulin dengan menyuntikkan sejenis protein ke dalam tubuh pasien. Jika memang setelah penyuntikan ini muncul adanya benjolan di kulit, maka kemungkinan besar Anda mengalami TB kelenjar getah bening. 

Mengonfirmasi diagnosis ini, dokter akan melakukan biopsi di sekitar area kelenjar getah bening. Di samping itu, dokter mungkin akan melakukan tes pemindaian, seperti rontgen dan tes darah.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>