Category Uncategorized

Obati Nyeri Sendi Dengan Obat Yang Dijual Bebas

Nyeri pada sendi Anda bisa disebabkan oleh banyak hal. Apa pun penyebab nyeri sendi Anda biasanya dapat mengatasinya dengan obat, terapi fisik, atau perawatan alternatif.

Nyeri sendi dapat berkisar dari iritasi ringan sampai melemahkan. Kondisi ini mungkin hilang setelah beberapa minggu (akut), atau berlangsung selama beberapa minggu atau bulan (kronis). Bahkan nyeri jangka pendek dan pembengkakan pada sendi dapat memengaruhi kualitas hidup Anda.

Banyak jenis obat tersedia untuk meredakan nyeri sendi. Sebagian besar relatif aman, tetapi tidak ada obat yang sepenuhnya bebas dari efek samping.  Bicarakan dengan dokter Anda untuk menyusun rencana pengobatan untuk gejala nyeri spesifik Anda.

Obat nyeri OTC atau yang dijual bebas, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve) dapat membantu meredakan nyeri sesekali, yang dipicu oleh aktivitas yang tidak biasa dilakukan oleh otot sendi Anda.

Krim yang mengandung capsaicin dapat dioleskan pada kulit di atas sendi yang nyeri, untuk menghilangkan rasa sakit. Perawatan pada akhirnya akan bergantung pada penyebab yang mendasari nyeri sendi Anda.

Pilih jenis aktivitas yang tepat untuk mengobati nyeri sendi Anda, seperti aktivitas yang membangun otot di sekitar persendian tetapi tidak merusak persendian itu sendiri. 

Fokus pada peregangan, latihan rentang gerak, dan latihan kekuatan progresif bertahap. Sertakan latihan aerobik berdampak rendah, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga air, untuk meningkatkan suasana hati dan membantu Anda mengontrol berat badan.

Hindari aktivitas yang melibatkan benturan tinggi dan gerakan berulang, seperti lari, melompat, tenis, aerobik berdampak tinggi, dan mengulangi gerakan yang sama, seperti melakukan servis tenis.

Terdapat banyak pilihan pengobatan untuk nyeri sendi, mulai dari pengobatan dan terapi fisik hingga perubahan pola makan dan pengobatan rumahan. Perawatan pada akhirnya akan bergantung pada penyebab yang mendasari nyeri sendi Anda.

Konsultasikan dengan dokter Anda jika obat nyeri sendi yang dijual bebas tidak mengurangi rasa sakit Anda.

Read More

Fungsi Betametason Topikal untuk Kulitmu

Ada berbagai jenis obat topikal yang diberikan pada kulit

Merupakan obat kortikosteroid berbentuk oles yang dapat digunakan untuk mengatasi reaksi alergi atau mengurangi peradangan kulit akibat sejumlah kondisi dinamakan betametason topikal atau juga disebut obat topikal. Obat ini mampu menjadi obat untuk kondisi seperti eksim hingga dermatitis, karena bekerja dengan menghidupkan senyawa-senyawa alami yang fungsinya meredakan gejala.

Biasanya betametason topikal diberikan sebagai langkah pengobatan jangka pendek untuk kelainan kulit yang tidak terlalu luas. Misalnya seperti kulit di kepala dan telapak tangan atau kaki, apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang maka akan muncul risiko efek samping dan kondisi tersebut dapat meningkat.

Betametason Obat Topikal

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa betametason topikal merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi kulit seperti eksim, psoriasis atau reaksi alergi. Obat ini mampu mengurangi bengkak, gatal dan kemerahan yang muncul akibat kondisi tersebut, untuk penggunaan obat ini lakukan seperti anjuran dokter atau brosur informasi.

Penggunaan obat ini sebaiknya dilakukan ketika kulit dalam keadaan lembab, tetapi tidak sampai licin. Seseorang bisa menggunakan losion atau pelembab terlebih dahulu, tunggu 10 sampai 15 menit agar pelembab terserap sempurna lalu oleskan betametason pada kulit yang mengalami infeksi atau gejala reaksi alergi.

Dosis pemakaian obat ini sangat bergantung pada lokasi dan area kulit, pada umumnya sebarannya satu ruas ujung jari telunjuk. Lakukan pemakaian satu sampai dua kali dalam sehari, sementara rata-rata jangka waktu pemakaian adalah 7-14 hari hingga gejala yang muncul hilang. Namun demikian, pasien harus memperhatikan penggunaan obat ini dengan benar.

Penggunaan Betametason yang Benar

Sebelum menggunakan obat ini pasien diharap untuk membaca petunjuk yang tertera pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan obat ini. Dilarang untuk menambahkan atau mengurangi dosis tanpa mendapat izin dokter, selain itu juga dilarang menggunakan obat ini pada wajah, ketiak atau selangkangan kecuali seizin dokter.

Cuci dan bersihkan tangan sebelum memakai obat ini, keringkan sampai bersih area kulit yang mengalami peradangan. Setelah itu, oleskan obat ini pada area tersebut lalu gosok secara perlahan, hindari menutupnya dengan perban, kain atau penutup kecuali jika dokter menyarankan hal yang sebaliknya.

Jangan memakai betametason untuk daerah kulit yang mengalami infeksi, obat ini hanya boleh dioleskan pada kulit yang terinfeksi jika digunakan bersama dengan obat yang mengandung antibiotik atau antijamur. Lebih lanjut, pasien bisa melakukan konsultasi dengan dokter terkait mengenai cara pemakaian betametason topikal pada kulit yang terinfeksi.

Cara Menyimpan dan Efek Samping

Cara terbaik untuk menyimpan obat ini adalah dengan ditempatkan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembab. Jangan juga disimpan di kamar mandi, perlu diketahui bahwa merek lain obat ini memiliki tata cara atau aturan penyimpanan yang berbeda. Pasien tetap harus memerhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk.

Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, sangat disarankan untuk tidak menyiram obat ini ke dalam toilet atau saluran pembuangan. Kecuali jika pasien mendapat instruksi demikian dari dokter, buang produk ini jika masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi. 

Relasi pasien terhadap obat ini berbeda-beda, betametason topikal dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit, kulit kering, kemerahan, gatal dan panas. Segera hentikan pemakaian obat topikal ini jika mengalami kondisi tersebut dan segera hubungi dokter untuk melakukan konsultasi terhadap kondisi yang terjadi.

Read More

Mengenal Kanker Usus Halus: Penyebab hingga Gejala

Kanker usus halus merupakan jenis penyakit langka yang terjadi saat sel-sel kanker ganas tumbuh dan berkembang di usus kecil, salah satu organ saluran pencernaan.

Usus halus sendiri adalah organ yang fungsinya mencerna makanan, lemak, vitamin, dan juga zat-zat lain di dalam tubuh. Usus halus di dalam tubuh juga menjadi penghubung antara lambung dengan usus besar. Bentuknya serupa pipa panjang yang terdiri dari duodenum (bagian atas), jejunum (bagian tengah), serta ileum (bagian bawah).

Selain memiliki fungsi utama untuk menyerap zat-zat yang baik bagi tubuh, usus halus juga menghasilkan zat-zat yang membantu pencernaan makanan agar gizi dalam makanan dengan mudah diserap. Tugas lainnya adalah sebagai “tentara” untuk melawan kuman yang masuk ke tubuh melalui makanan yang dimakan.

Kebayang kan apa jadinya bila usus yang punya banyak fungsi dan penting dalam proses pencernaan ini diserang kanker. Maka fungsi-fungsi tersebut tidak akan berjalan. Sehingga membuat proses pencernaan hingga penyerapan nutrisi secara otomatis terganggu.

Penyebab Kanker Usus Halus

Penyebab dari kanker usus halus ini sama seperti penyakit kanker pada umumnya. Penyebabnya adalah karena adanya mutasi di DNA sel-sel usus halus. Sel yang bermutasi akan membelah diri namun terlalu berlebihan, sehingga membuat jumlah sel akan menjadi sangat banyak. Kemudian inilah yang membentuk tumor.

Kenapa sih DNA bermutasi? Inilah yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Hanya saja, ada beberapa faktor yang berisiko terjadinya mutasi, antara lain:

  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Genetik
  • Adanya penyakit lain di usus halus
  • Faktor usia yang semakin tua
  • Suka mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Merokok

Jenis-jenis Kanker Usus Halus

Kanker usus halus ada beberapa tipe. Menurut Gicancer, jenis kanker pada usus halus yang paling umum adalah tipe Adenocarsinoma. Jenis lainnya, yang kurang umum, ada limfoma, sarkoma, serta tumor neuroendokrin.

  • Adenocarcinoma

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa rata-rata kasus kanker usus halus yang sering terjadi adalah tipe ini. Adenocarcinoma biasanya tumbuh di jaringan yang melapisi bagian dalam usus. Awalnya terlihat seperti benjolan yang disebut polip. Polip tidak berhaya pada mulanya karena seperti tumor jinak. Namun lama-kelamaan akan menjadi kanker. Sebagian besar tumor ini ditemukan di duodenum di dekat perut.

  • Limfoma

Limfoma pertama kali muncul pada jaringan limfa yang ada di usus halus. Jaringan limfa sendiri memiliki fungsi untuk mengatur sistem imun tubuh. Biasanya limfoma paling sering ditemukan di jejunum dan ileum.

Biasanya tipe limfoma ini akan menyerang orang-orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, limfoma yang muncul adalah limfoma non-Hodgkin.

  • Sarkoma

Tipe Sarkoma biasanya muncul di jaringan lunak usus halus. Paling sering ditemukan di ileum. Sel sarkoma yang umum ditemukan adalah leiomyosarcoma yang akan menyerang otot usus halus.

  • Tumor neuroendokrin

Tumor neuroendokrin atau disebut juga tumor karsinoid, muncul pada sel-sel fungsinya memproduksi hormon di dalam usus halus. Sekitar 40 persen dari kanker usus halus biasanya memiliki tipe tumor neuroendokrin ini. Bagian yang paling sering ditemukan tumor neuroendokrin ini pada ileum alias usus buntu.

Gejala Terkena Kanker Usus Halus

Gejala dan tanda-tanda seseorang terkena kanker usus halus sangat bervariasi, tidak ada yang benar-benar spesifik. Secara umum, pasien akan merasa sakit atau kram di perut. Tak jarang pula diiringi dengan buang air besar berdarah serta muntah. Berikut gejala utama yang umumnya dirasakan, yaitu:

  • Kram atau merasa sakit di bagian perut
  • Rasa mual dan muntah
  • Hilang berat badan tanpa penyebab jelas
  • Diare
  • Buang air besar disertai darah karena terlukanya bagian usus halus
  • Merasa lelah dikarenakan sel darah merah banyak yang hilang

Namun, perlu diperhatikan, gejala-gejala yang disebutkan di atas bisa saja diakibatkan oleh penyakit kesehatan lain, bukan kanker usus halus. Kemungkinan juga ada tanda-tanda yang tidak disebutkan di atas. Agar lebih pasti, segera periksakan ke dokter jika Anda merasa khawatir karena gejala tertentu.

Read More

Ini Cara Kerja dan Efek Samping Implan KB

Pemasangan implan KB dilakukan pada lengan bagian atas.

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa kamu pilih ialah KB implan atau KB susuk. Metode implan KB belakangan ini memang sedang naik daun. Menurut sebuah artikel yang dimuat Mayo Clinic, KB implan adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita. DI Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk.

Alat kontrasepsi ini adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun. Lalu seperti apa cara kerjanya dan adakah efek samping yang ditimbulkan? Berikut penjelasannya.

Cara kerja

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

KB implan atau KB susuk adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang kamu miliki akan membuat KB ini tak efektif, atau lebih berisiko. KB ini tidak disarankan bagi wanita yang memiliki pembekuan darah, penyakit liver, perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.

Kamu juga perlu konsultasi dulu pada dokter kalau mau memasang KB implan namun memiliki salah satu penyakit berikut, yaitu diabetes, sakit kepala migrain, depresi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah kandung empedu, kejang-kejang, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya termasuk alergi.

Jika kamu sedang hamil atau curiga kamu sedang hamil, kamu tak boleh memasang KB susuk ini.

Cara pemasangan

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB ini tergantung pada siklus menstruasi kamu, atau jika kamu sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Proses pemasangan KB ini akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya kamu tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, kamu dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Kamu harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi kamu dari kehamilan.

Untuk mengeluarkan susuk, kulit kamu akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. kamu sebenarnya tak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun kamu ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat, jangan pernah mencoba untuk melepas KB susuk ini sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Efek samping implan KB

Efek samping KB susuk yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali.
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit.
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid.
  • Berat badan bertambah.
  • Sakit kepala.
  • Jerawat.
  • Payudara nyeri.
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan).
  • Depresi.

Jangan khawatir, tidak semua yang melakukan implan KB akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Namun, jika kamu seorang perokok, risiko kamu mengalami efek samping akan meningkat. Inilah alasan dokter sering menyarankan pada wanita pengguna KB susuk untuk berhenti merokok.

Read More

Apa Saja Fungsi Jaringan Epidermis?

Jaringan epidermis adalah lapisan terluar dari kulit

Epidermis berasal dari kata ‘epi,’ yang merupakan atas, dan ‘derma,’ yang merupakan kulit. Jaringan epidermis merupakan organ terbesar kedua setelah sistem vaskuler. Fungsi jaringan epidermis juga perlu dijaga demi kesehatan tubuh.

Jaringan epidermis memiliki kegunaan untuk melapisi bagian dalam tubuh. Jaringan epidermis juga memiliki ukuran yang berbeda, tergantung dari lokasinya. Contoh epidermis yang paling tipis ada di bagian mata yang memiliki tebal setengah milimeter. Contoh epidermis yang paling tebal ada di bagian telapak tangan dan kaki yang ukurannya sebesar 1,5 milimeter.

Lapisan Jaringan Epidermis

Selain itu, jaringan epidermis juga terdapat lapisan yang berbeda pada bagian tubuh. Lapisan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lapisan sel basal (stratum basale)

Lapisan ini merupakan lapisan yang paling dalam pada bagian tubuh. Lapisan sel basal juga merupakan tempat melanosit untuk menghasilkan melanin berupa pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit.

  • Lapisan sel skuamosa (stratum spinosum)

Lapisan sel skuamosa merupakan lapisan yang paling tebal pada bagian kulit yang terletak di atas lapisan sel basal. Sel-sel basal yang matang berubah menjadi lapisan sel skuamosa.

  • Lapisan granular (stratum granulosum)

Lapisan granular terdiri dari sel-sel keratinosit yang bergerak naik dari skuamosa. Ketika sel-sel tersebut bergerak mendekati permukaan kulit, sel-sel tersebut menyebar dan menempel hingga kering dan menjadi sel kulit mati.

  • Lapisan korneum (stratum corneum)

Lapisan korneum merupakan lapisan epidermis paling luar yang terdiri dari 10 hingga 30 lapisan keratinosit mati yang didorong keluar dari lapisan granular secara terus menerus.

  • Lapisan lusidum (stratum lucidum)

Lapisan lusidum hanya ada pada epidermis yang terletak di bagian telapak tangan dan kaki. Lapisan lusidum juga terdapat empat lapisan lain yang kegunaannya hanya untuk mempertebal epidermis supaya lebih kuat.

Fungsi Jaringan Epidermis

Fungsi jaringan epidermis pada tubuh adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan sel-sel kulit baru

Fungsi utama dari jaringan epidermis adalah menghasilkan sel-sel kulit baru. Tidak hanya itu, jaringan epidermis juga memperbarui sel-sel kulit mati. Tubuh manusia menghasilkan 500 juta sel kulit mati setiap hari. Kulit normal akan regenerasi setiap 27 hari.

  • Menentukan warna kulit

Jaringan epidermis juga dapat menentukan warna kulit karena terdapat kandungan melanosit yang memproduksi pigmen berupa melanin.

  • Melindungi kulit dari sinar UV

Jaringan epidermis juga mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV karena terdapat melanin. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan kanker kulit.

  • Sebagai pertahanan pada tubuh

Fungsi lain jaringan epidermis adalah sebagai pertahanan pada tubuh dengan mencegah kehilangan air dari tubuh, mengurangi penyerapan bahan kimia dari berbagai lingkungan, serta mencegah infeksi mikroba demi menjaga kesehatan tubuh.

  • Membantu pembentukan kuku dan rambut

Jaringan epidermis juga dapat membantu pembentukan kuku dan rambut karena terdapat keratinosit yang memproduksi keratin untuk melindungi kulit, kuku, dan rambut.

  • Mengatur respon imun

Jaringan epidermis yang terdapat lapisan skuamosa mampu melindungi kulit dari zat asing. Selain itu terdapat sel-sel Langerhans yang mensintesis sitokin untuk mengatur respon imun atau daya tahan tubuh.

  • Mempengaruhi kulit dengan memberikan sentuhan

Jaringan epidermis juga terdapat sel yang disebut sebagai sel merkel untuk memberikan sentuhan pada kulit. Menurut Journal of Cell Biology, sel merkel juga berfungsi sebagai penekan tumor untuk mencegah kanker kulit.

Selain mengetahui lapisan dan fungsi jaringan epidermis, manusia perlu menjaga epidermis dengan menjaga kebersihan kulit. Mereka juga dapat memberikan nutrisi dengan konsumsi makanan bergizi, minum air mineral sebanyak 2 liter setiap hari, dan gunakan tabir surya untuk mencegah kulit dari sinar matahari.

Read More