Category Uncategorized

Ini Cara Kerja dan Efek Samping Implan KB

Pemasangan implan KB dilakukan pada lengan bagian atas.

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa kamu pilih ialah KB implan atau KB susuk. Metode implan KB belakangan ini memang sedang naik daun. Menurut sebuah artikel yang dimuat Mayo Clinic, KB implan adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita. DI Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk.

Alat kontrasepsi ini adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun. Lalu seperti apa cara kerjanya dan adakah efek samping yang ditimbulkan? Berikut penjelasannya.

Cara kerja

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

KB implan atau KB susuk adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang kamu miliki akan membuat KB ini tak efektif, atau lebih berisiko. KB ini tidak disarankan bagi wanita yang memiliki pembekuan darah, penyakit liver, perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.

Kamu juga perlu konsultasi dulu pada dokter kalau mau memasang KB implan namun memiliki salah satu penyakit berikut, yaitu diabetes, sakit kepala migrain, depresi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah kandung empedu, kejang-kejang, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya termasuk alergi.

Jika kamu sedang hamil atau curiga kamu sedang hamil, kamu tak boleh memasang KB susuk ini.

Cara pemasangan

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB ini tergantung pada siklus menstruasi kamu, atau jika kamu sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Proses pemasangan KB ini akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya kamu tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, kamu dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Kamu harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi kamu dari kehamilan.

Untuk mengeluarkan susuk, kulit kamu akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. kamu sebenarnya tak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun kamu ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat, jangan pernah mencoba untuk melepas KB susuk ini sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Efek samping implan KB

Efek samping KB susuk yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali.
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit.
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid.
  • Berat badan bertambah.
  • Sakit kepala.
  • Jerawat.
  • Payudara nyeri.
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan).
  • Depresi.

Jangan khawatir, tidak semua yang melakukan implan KB akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Namun, jika kamu seorang perokok, risiko kamu mengalami efek samping akan meningkat. Inilah alasan dokter sering menyarankan pada wanita pengguna KB susuk untuk berhenti merokok.

Read More

Apa Saja Fungsi Jaringan Epidermis?

Jaringan epidermis adalah lapisan terluar dari kulit

Epidermis berasal dari kata ‘epi,’ yang merupakan atas, dan ‘derma,’ yang merupakan kulit. Jaringan epidermis merupakan organ terbesar kedua setelah sistem vaskuler. Fungsi jaringan epidermis juga perlu dijaga demi kesehatan tubuh.

Jaringan epidermis memiliki kegunaan untuk melapisi bagian dalam tubuh. Jaringan epidermis juga memiliki ukuran yang berbeda, tergantung dari lokasinya. Contoh epidermis yang paling tipis ada di bagian mata yang memiliki tebal setengah milimeter. Contoh epidermis yang paling tebal ada di bagian telapak tangan dan kaki yang ukurannya sebesar 1,5 milimeter.

Lapisan Jaringan Epidermis

Selain itu, jaringan epidermis juga terdapat lapisan yang berbeda pada bagian tubuh. Lapisan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Lapisan sel basal (stratum basale)

Lapisan ini merupakan lapisan yang paling dalam pada bagian tubuh. Lapisan sel basal juga merupakan tempat melanosit untuk menghasilkan melanin berupa pigmen yang bertanggung jawab atas warna kulit.

  • Lapisan sel skuamosa (stratum spinosum)

Lapisan sel skuamosa merupakan lapisan yang paling tebal pada bagian kulit yang terletak di atas lapisan sel basal. Sel-sel basal yang matang berubah menjadi lapisan sel skuamosa.

  • Lapisan granular (stratum granulosum)

Lapisan granular terdiri dari sel-sel keratinosit yang bergerak naik dari skuamosa. Ketika sel-sel tersebut bergerak mendekati permukaan kulit, sel-sel tersebut menyebar dan menempel hingga kering dan menjadi sel kulit mati.

  • Lapisan korneum (stratum corneum)

Lapisan korneum merupakan lapisan epidermis paling luar yang terdiri dari 10 hingga 30 lapisan keratinosit mati yang didorong keluar dari lapisan granular secara terus menerus.

  • Lapisan lusidum (stratum lucidum)

Lapisan lusidum hanya ada pada epidermis yang terletak di bagian telapak tangan dan kaki. Lapisan lusidum juga terdapat empat lapisan lain yang kegunaannya hanya untuk mempertebal epidermis supaya lebih kuat.

Fungsi Jaringan Epidermis

Fungsi jaringan epidermis pada tubuh adalah sebagai berikut:

  • Menghasilkan sel-sel kulit baru

Fungsi utama dari jaringan epidermis adalah menghasilkan sel-sel kulit baru. Tidak hanya itu, jaringan epidermis juga memperbarui sel-sel kulit mati. Tubuh manusia menghasilkan 500 juta sel kulit mati setiap hari. Kulit normal akan regenerasi setiap 27 hari.

  • Menentukan warna kulit

Jaringan epidermis juga dapat menentukan warna kulit karena terdapat kandungan melanosit yang memproduksi pigmen berupa melanin.

  • Melindungi kulit dari sinar UV

Jaringan epidermis juga mampu melindungi kulit dari paparan sinar UV karena terdapat melanin. Sinar UV dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan kanker kulit.

  • Sebagai pertahanan pada tubuh

Fungsi lain jaringan epidermis adalah sebagai pertahanan pada tubuh dengan mencegah kehilangan air dari tubuh, mengurangi penyerapan bahan kimia dari berbagai lingkungan, serta mencegah infeksi mikroba demi menjaga kesehatan tubuh.

  • Membantu pembentukan kuku dan rambut

Jaringan epidermis juga dapat membantu pembentukan kuku dan rambut karena terdapat keratinosit yang memproduksi keratin untuk melindungi kulit, kuku, dan rambut.

  • Mengatur respon imun

Jaringan epidermis yang terdapat lapisan skuamosa mampu melindungi kulit dari zat asing. Selain itu terdapat sel-sel Langerhans yang mensintesis sitokin untuk mengatur respon imun atau daya tahan tubuh.

  • Mempengaruhi kulit dengan memberikan sentuhan

Jaringan epidermis juga terdapat sel yang disebut sebagai sel merkel untuk memberikan sentuhan pada kulit. Menurut Journal of Cell Biology, sel merkel juga berfungsi sebagai penekan tumor untuk mencegah kanker kulit.

Selain mengetahui lapisan dan fungsi jaringan epidermis, manusia perlu menjaga epidermis dengan menjaga kebersihan kulit. Mereka juga dapat memberikan nutrisi dengan konsumsi makanan bergizi, minum air mineral sebanyak 2 liter setiap hari, dan gunakan tabir surya untuk mencegah kulit dari sinar matahari.

Read More