Ganja Digadang-gadang Bisa Obati Syringomyelia, Benarkah?

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Indonesia, ganja masuk ke dalam jenis narkotika yang penggunaannya dapat dijerat oleh pidana. Masalahnya, banyak narasi tandingan yang mengungkapkan bahwa ganja sebenarnya bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit, salah satunya adalah syringomyelia.

Syringomyelia adalah salah satu macam penyakit yang menyerang dan mengganggu sumsum tulang belakang manusia. Ia berbentuk seperti kista berisi cairan yang akan terus mengembang dan memanjang dari waktu ke waktu.

Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan kehilangan kemampuan untuk merasakan dingin dan sakit secara normal. Sumsum tulang belakang juga akan menyebabkan nyeri, kaku, dan kelemahan pada punggung, bahu, kaki, dan tangan.

Kembali ke ganja, berdasarkan “UU Nomor 35 tentang Narkotika”, tanaman berjari ini masuk ke dalam golongan 1. Ia dikelompokkan bersama opium mentah, tanaman dan daun koka, kokain mentah, heroin, hingga metamfetamin. Maksud dari golongan 1 tersebut adalah, narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Artinya, kendati semua narasi tentang ganja bisa menjadi berbagai macam obat dari segala penyakit, mungkin juga termasuk syringomyelia, tanaman bergenus Cannabis ini tidak akan pernah dapat secara legal digunakan sebagai bahan pengobatan.

Padahal di berbagai negara, seperti Kanada, beberapa negara bagian di Amerika Serikat, hingga Thailand dan Malaysia, telah memberi lampu hijau pemakaian ganja untuk kepentingan medis lantaran mereka meyakini betul bahwa banyak manfaat yang bisa diambil dari tanaman ini selain dari hal-hal yang berkaitan dengan “kesenangan” belaka.

Lantas, apakah benar terdapat hubungan antara ganja dengan upaya pengobatan syringomyelia?

Nyeri sering timbul pada seseorang yang mengidap syringomyelia. Sementara operasi dapat meringankan gejalanya, banyak pengidap gangguan tersebut mungkin masih mengalami rasa sakit. Beberapa kasus lainnya tidak memenuhi syarat untuk pembedahan dan hanya harus mengelola rasa sakit.

Ganja yang digunakan untuk pengidap syringomyelia berfungsi sebagai analgesik alami yang aman. Ganja dikenal karena kualitasnya yang menghilangkan rasa sakit. Mengonsumsi ganja secara medis sering kali memberikan penghilang rasa sakit segera, yang dapat membuat kondisi lebih mudah ditangani.

Sementara pereda nyeri tradisional mungkin memerlukan berbagai jenis analgesik pada saat yang sama untuk mengobati berbagai jenis nyeri syringomyelia. Ganja dikenal dapat mengobati berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri kronis, sakit kepala, nyeri neuropatik, dan peradangan.

Senyawa aktif di dalam ganja yang memberikan manfaat itu adalah THC. Kandungan THC atau Delta-9 tetrahydrocannabinol itu yang menjadi dasar bahwa ganja memiliki banyak manfaat untuk kepentingan medis. Selain berfungsi sebagai analgesik, THC juga memiliki peran sebagai anti-spasmodik (mencegah atau menghilangkan kejang-kejang), anti-getaran, anti-inflamasi, perangsang nafsu makan, hingga anti-muntah.

Jika kita berpegang pada itu, bisa menjadi masuk akal andai ganja disebut-sebut bisa mengobati multiple sclerosis atau penyakit autoimun yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang (sistem syaraf pusat) hingga spasticity atau kontraksi konstan dan tidak diinginkan dari satu atau lebih kelompok otot sebagai hasil dari stroke atau lainnya ke otak atau sumsum tulang belakang.

Karena syringomyelia adalah penyakit yang bersarang di sumsum tulang belakang, besar kemungkinan ganja juga bisa meredakan gangguan kesehatan ini. Andai memang benar-benar ampuh, seharusnya ganja bisa menjadi alternatif yang “lebih alami” Alih-alih menggunakan beberapa pil yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Sehingga seseorang yang mengidap syringomyelia dapat menggunakan ganja tanpa efek samping yang berbahaya.

Kendati demikian, untuk menggunakan tanaman yang masih kontroversial di banyak negara ini, seseorang pengidap syringomyelia yang tertarik dengan pengobatan ganja harus berdiskusi dengan dokter. Selain itu, penggunaan ganja, untuk alasan apa pun, masih ilegal di Indonesia, sehingga akan sulit untuk mengonsumsinya. Di sini amat dibutuhkan kebijaksanaan dari tiap-tiap individu. Jangan sampai sesuatu yang sebenarnya bisa bermanfaat ini malah menimbulkan hal buruk, dari sisi mana saja, lantaran menyalahgunakannya.

Read More

Waspadai Jika Gelagat Baby Sitter Anda Seperti Ini

Baby sitter harus memiliki sertifikat dan pengalaman sebelum bekerja.

Jika Anda merupakan orang tua yang sibuk dan tidak ada pilihan lain selain menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak, pastikan Anda memilih orang yang tepat. Tak bisa dimungkiri memang jika urusan pilih-memilih pengasuh yang baik bukanlah hal yang mudah. Oleh karenanya, jangan pernah “tertipu” dengan tampilan atau segala hal yang tampak dari luar.

Segala berita kurang sedap terkait baby sitter cukuplah untuk membuat orang tua lebih berhati-hati dan peka terhadap tindak tanduk mereka. Jangan sungkan untuk menegur atau memberikan peringatan jika gelagat baby sitter tampak tak beres. Beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan bahwa ada sesuatu yang tak beres dengan baby sitter Anda ialah:

  • Terdapat Luka atau Bekas Luka pada Anak

Seorang baby sitter seharusnya tidak melepaskan pandangannya dari bocah yang diasuhnya. Mereka seharusnya juga tahu apa saja yang dilakukan anak dan menjadi kewajibannya untuk menghindari segala macam insiden atau kecelakaan yang mungkin menimpa anak. 

Bila Anda mulai mendapati anak menderita luka, Anda harus mulai curiga dan waspada. Cari tahu apa yang pengasuh lakukan ketika buah hati Anda tengah asik bermain. Ada kemungkinan pengasuh anak Anda tidak benar-benar memperhatikan dan menjaganya dengan baik. 

  • Tak Terbuka Soal Kegiatan Harian Anak

Kalau pengasuh tidak mau terbuka soal aktivitas kesehariannya bersama si kecil, Anda patut mencurigainya. Aktivitas tersebut seharusnya bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Jika ternyata baby sitter tidak bisa memberikan jawaban yang jelas, kemungkinan dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik atau memang ada yang tengah disembunyikan olehnya.

  • Anak Anda Merasa Tak Nyaman dengan Kehadirannya 

Adalah hal yang wajar jika pada mulanya si kecil merasa sungkan atau takut ketika bertemu dengan baby sitter baru yang notabene merupakan orang asing. Namun, seiring berjalannya waktu, seharusnya anak Anda sudah terbiasa dengan pengasuh barunya. 

Bila setelah sekian lama perilaku si kecil tetap sama, justru malah terlihat semakin ketakutan dan tak senang jika berada di sisi pengasuhnya, mungkin Anda harus mulai khawatir. Mungkin saja baby sitter Anda tidak dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan yang dibutuhkan oleh si kecil. Bahkan, bisa saja si kecil takut karena diperlakukan secara buruk olehnya

  • Sering Berbohong

Baby sitter yang sering berbohong atau bahkan ketahuan mencuri sudah pasti tidak layak Anda pertahankan. Untuk mengasuh anak, Anda memerlukan orang yang dapat dipercaya. Jika dia sering berbohong, bagaimana bisa Anda mempercayakan pengasuhan si kecil padanya. Anda dan pengasuh si kecil haruslah berkoordinasi mengenai apa-apa saja yang dibutuhkan dalam mengurus dan menjaga buah hati Anda. 

Namun bila kenyataannya pengasuh si kecil tak menuruti apa yang Anda perintahkan untuk dilakukan, dan dia malah mengkritisi gaya mendidik Anda, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk menyudahi perjanjian kerja sama. Lebih baik Anda mencari pengasuh yang bisa mengikuti keinginan Anda daripada Anda terus mempertahankan mereka yang tidak sejalan dengan Anda.

  • Anak Anda Tampak “Tak Terurus” 

Baby sitter yang tidak bisa mengerjakan hal-hal mendasar seperti memandikan dan menggantikan baju si kecil, bukanlah orang yang sebaiknya Anda pertahankan. Apalagi kalau ternyata pengasuh tersebut menelantarkan anak dengan kondisi baju basah karena keringat atau ketumpahan air. Sebagai orang tua, Anda perlu sesekali menaruh ‘mata-mata’ di rumah untuk melihat bagaimana baby sitter itu bekerja. 

Mencari baby sitter yang baik dan mengerti yang anak selayaknya buah hatinya sendiri memang bukan hal yg mudah. Selain itu, Anda sebagai orang tua juga tetap harus menjaga dan mengawasi si kecil agar Anda tidak terjadi penyesalan pada masa yang akan datang. Jika dirasa baby sitter Anda memiliki tanda-tanda di atas, jangan sungkan untuk menegur atau bertindak tegas. Sebab anak Anda yang menjadi taruhannya.

Read More

Tak Bisa Disembuhkan, Kenali Tanda-Tanda Iritasi Usus Besar

Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi penyakit sistem pencernaan yang umumnya menyerang wanita. Kondisi ini dapat digolongkan sebagai penyakit jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan dan akan terus dialami seumur hidup. Meski tak dapat diobati, penderita IBS bisa mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan dan mengubah pola makan untuk meringankan gejalanya.

Lalu, seperti apa gejala dari kondisi ini?

Gejala umum sindrom iritasi usus besar

Secara umum, gejala sindrom iritasi usus besar hampir serupa dengan gejala penyakit gangguan pencernaan lainnya, seperti rasa nyeri dan keram pada perut. Akan tetapi, tidak hanya itu, sindrom ini juga bisa memunculkan gejala-gejala lainnya, seperti:

  • Kembung

Saat seseorang terkena sindrom iritasi usus besar, salah satu gejala yang paling umum dirasakan adalah kembung. Kembung merupakan kondisi saat perut mengalami pembengkakkan setelah makan. Biasanya, kembung juga akan menimbulkan rasa nyeri dan keram di perut.

  • Konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah gejala berupa kesulitan untuk buang air besar. Hal ini disebabkan oleh adanya kotoran yang mengeras di dalam usus, membuat perut tidak bisa dikosongkan sepenuhnya. Terkadang, penderita penyakit ini juga akan mengalami konstipasi beserta diare yang terjadi secara bergantian.

  • Diare

Gejala diare ditandai dengan adanya keluarnya kotoran cair saat buang air besar dan rasa ingin buang air besar yang tiba-tiba. Sebagian penderita sindrom iritasi usus besar mengalami diare dan konstipasi secara bergantian. Namun, diare tidak selalu dialami oleh seluruh penderita.

Menurut penelitian, sebagian besar penderita sindrom iritasi usus besar adalah wanita. Pada wanita, kondisi ini dapat terdeteksi apabila gejala dirasakan di tengah masa menstruasi. Gejala akan mengalami penurunan saat menopause dan mengalami peningkatan di tengah masa kehamilan.

Sementara, pada pria, gejala dapat dirasakan dengan intensitas yang sama tanpa adanya peningkatan atau penurunan di waktu-waktu tertentu.

Selain gejala umum, sindrom ini juga mungkin akan memunculkan gejala-gejala khusus yang berbeda bagi setiap penderita. Gejala khusus tersebut meliputi:

  • Kelelahan dan kurang energi
  • Kentut
  • Sakit punggung
  • Kesulitan mengontrol buang air besar
  • Mual
  • Keinginan untuk buang air kecil terus menerus

Sindrom iritasi usus besar merupakan kondisi jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, gejala umum tidak akan muncul secara terus menerus. Beberapa pasien bahkan pernah mengalami saat-saat dimana mereka tidak merasakan gejala sama sekali selama beberapa waktu.

Kapan waktu yang tepat untuk berobat ke dokter?

Gejala sindrom iritasi usus besar seringkali disalahartikan sebagai gejala dari penyakit lain. Hal ini bisa terjadi karena gejalanya hampir serupa dengan sindrom lain yang juga berhubungan dengan sistem pencernaan.

Apabila tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa semakin berdampak buruk dan mempengaruhi kesehatan Anda. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis gastroenterologi apabila Anda mengalami beberapa gejala lanjuta berupa:

  • Penurunan berat badan
  • Pendarahan di area dubur
  • Iron deficiency anemia atau anemia defisiensi besi, yaitu kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan kadar zat besi dalam tubuh
  • Benjolan yang keras dan membengkak di area perut
  • Sesak napas
  • Muntah
  • Kesulitan menelan
  • Perubahan bentuk kotoran saat buang air besar

Apabila gejala lanjutan sudah dirasakan, kondisi sindrom iritasi usus besar yang Anda alami mungkin sudah parah, atau bahkan menjadi tanda akan adanya kondisi lain yang lebih serius. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan sedini mungkin untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi semakin memburuk.

Read More

Inilah Jenis Tes Depresi yang Dilakukan Dokter Spesialis Jiwa

Tes depresi online tidak akurat, ini tes yang biasa dilakukan dokter

Tak hanya secara langsung, praktik tes depresi kini sudah tersedia dalam sistem online dan dilakukan dengan gratis. Namun demikian, tes atau kuesioner yang harus diisi secara online atau daring tanpa pengawasan dari dokter atau psikolog tidak bisa dijadikan sebagai bahan diagnosis, bahkan sebagai dasar yang tepat untuk memulai atau menghentikan perawatan.

Masalah mental, termasuk salah satunya depresi tidak bisa didiagnosis sendiri, istilah populernya self diagnosis. Kondisi ini bisa berujung pada perawatan yang kurang tepat dan membuat banyak orang salah kaprah mengenai kondisi gangguan mental yang sebenarnya, seperti misalnya seseorang yang terlalu merasa sedih.

Jenis Tes Depresi

Setelah seseorang sudah mengalami beberapa gejala depresi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengunjungi psikiater dan memastikan kebenaran mengenai kondisi tersebut. Kondisi yang harus segera diperiksa terdapat beberapa macam, namun berikut ini beberapa kondisi khusus yang mengharuskan seseorang melakukan pemeriksaan depresi.

  • Merasakan nyaris setiap hari selama kurang lebih dua minggu kondisi tersebut dan tidak segera membaik.
  • Gejala yang muncul sudah mulai mengganggu aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga hubungan dengan orang terdekat.
  • Pada kasus yang sangat parah, kondisi yang dialami bahkan membuat seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Setelah memasuki beberapa kondisi demikian, seseorang diharuskan untuk menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Mulai dari pemeriksaan gejala psikis, fisik hingga beberapa pemeriksaan tambahan lainnya. Untuk mengetahui secara pasti dan jelas, berikut ini beberapa jenis tes atau pemeriksaan depresi yang biasa digunakan.

  1. Pemeriksaan Fisik

Depresi dapat berhubungan dengan gangguan fisik yang dialami oleh seseorang, maka dari itu jika seseorang merasakan gejala depresi dokter bisa melakukan pemeriksaan secara fisik untuk mengetahui kondisi yang menjadi penyebabnya. Beberapa gejala ini termasuk seperti cara bicara yang lambat dan tidak fokus hingga yang paling parah adalah hilang ingatan.

  1. Tes Laboratorium

Ketika sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari pasien, termasuk riwayat kesehatan diri, riwayat kesehatan keluarga dan hasil pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium yang berupa tes darah dan urine. Tes yang dilakukan untuk mencegah penyakit lain yang bisa menimbulkan gejala mirip depresi.

Salah satunya seperti hipotiroidisme, selain pemeriksaan laboratorium dokter juga akan memeriksa jenis obat-obatan yang masih atau pernah dikonsumsi. Obat ini juga berfungsi sebagai pencegah gejala depresi yang muncul sebagai efek samping dari obat ini. 

  1. Evaluasi Psikis

Dalam pemeriksaan ini kondisi psikis, dokter akan melihat lebih jauh terhadap gejala depresi yang dirasakan oleh seseorang, selain itu dokter juga akan memetakan beberapa hal seperti pola perilaku, perasaan dan pikiran yang dalam beberapa hari terakhir dirasakan oleh seseorang tersebut. Dokter juga akan menyarankan seseorang mengisi kuesioner psikologis untuk memastikan lebih jauh, ini menjadi tes depresi ketiga yang kerap dilakukan.

Jika sudah melakukan pemeriksaan secara terperinci, barulah dokter bisa melakukan diagnosis bahwa kondisi yang dialami seseorang itu memang benar-benar depresi dan bukan kondisi lain dengan gejala serupa. Dokter akan menentukan jenis depresi yang diderita seseorang dan mulai melakukan perawatan yang sesuai.

Untuk mengobati depresi, dokter pada umumnya akan melakukan dua hal yaitu konsumsi obat-obatan dan melakukan terapi psikologis. Obat yang akan diberikan adalah golongan antidepresan yang tersedia dalam beberapa jenis, sementara itu pemilihan konsumsi obat ini sepenuhnya akan disarankan oleh dokter.

Read More

Ini Cara Kerja dan Efek Samping Implan KB

Pemasangan implan KB dilakukan pada lengan bagian atas.

Salah satu alat kontrasepsi yang bisa kamu pilih ialah KB implan atau KB susuk. Metode implan KB belakangan ini memang sedang naik daun. Menurut sebuah artikel yang dimuat Mayo Clinic, KB implan adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa digunakan oleh wanita. DI Indonesia, KB implan ini juga disebut sebagai KB susuk.

Alat kontrasepsi ini adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas. Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB susuk ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun. Lalu seperti apa cara kerjanya dan adakah efek samping yang ditimbulkan? Berikut penjelasannya.

Cara kerja

Susuk yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

KB implan atau KB susuk adalah metode kontrasepsi yang cocok untuk wanita yang sering lupa minum pil KB setiap hari, atau yang ingin mencegah kehamilan dalam jangka panjang.

Tentunya tak semua wanita bisa menggunakan KB susuk. Dalam beberapa kasus, kondisi kesehatan yang kamu miliki akan membuat KB ini tak efektif, atau lebih berisiko. KB ini tidak disarankan bagi wanita yang memiliki pembekuan darah, penyakit liver, perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, dan beberapa jenis kanker.

Kamu juga perlu konsultasi dulu pada dokter kalau mau memasang KB implan namun memiliki salah satu penyakit berikut, yaitu diabetes, sakit kepala migrain, depresi, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi), masalah kandung empedu, kejang-kejang, penyakit ginjal, dan penyakit lainnya termasuk alergi.

Jika kamu sedang hamil atau curiga kamu sedang hamil, kamu tak boleh memasang KB susuk ini.

Cara pemasangan

KB implan hanya tersedia di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, dan harus dipasang oleh dokter, bidan, dan petugas kesehatan yang sudah diberi training untuk memasang susuk KB. Dokter mungkin akan menunda pemasangan KB ini tergantung pada siklus menstruasi kamu, atau jika kamu sedang menggunakan metode kontrasepsi lain.

Proses pemasangan KB ini akan dimulai dengan memberi obat bius pada bagian lengan yang akan dimasukkan susuk, supaya kamu tidak merasa sakit. Dokter kemudian akan menggunakan jarum kecil untuk memasukkan tabung susuk di bawah kulit yang sudah dibuat baal tersebut.

Keseluruhan prosesnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Setelah susuk dipasang, kamu dianjurkan untuk tidak mengangkat barang berat dulu selama beberapa hari.

Kamu harus kembali datang ke dokter/klinik/puskesmas untuk mengganti susuk dengan yang baru, setelah 3 tahun atau sesuai dengan anjuran dokter. Saat sudah lewat masanya, susuk akan berhenti berfungsi dan tidak lagi melindungi kamu dari kehamilan.

Untuk mengeluarkan susuk, kulit kamu akan dibius lagi, kemudian dibuat sayatan kecil untuk menarik keluar susuk. kamu sebenarnya tak perlu menunggu sampai tiga tahun untuk mengganti atau mengeluarkan KB implan, sehingga kapanpun kamu ingin melepasnya, ini bisa dilakukan. Namun ingat, jangan pernah mencoba untuk melepas KB susuk ini sendiri. Prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Efek samping implan KB

Efek samping KB susuk yang paling lazim adalah perubahan pada siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi.

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali.
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit.
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid.
  • Berat badan bertambah.
  • Sakit kepala.
  • Jerawat.
  • Payudara nyeri.
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan).
  • Depresi.

Jangan khawatir, tidak semua yang melakukan implan KB akan mengalami efek samping. Bahkan, efek samping ini biasanya akan membaik dan lama-lama menghilang seiring waktu. Namun, jika kamu seorang perokok, risiko kamu mengalami efek samping akan meningkat. Inilah alasan dokter sering menyarankan pada wanita pengguna KB susuk untuk berhenti merokok.

Read More

Suhu Basal Tubuh & Kondisi-Kondisi Lain Buat Bumil Kedinginan

Suhu basal tubuh adalah suatu indikator yang ada di dalam tubuh kita. Ada beberapa manfaatnya, tentu saja. Bagi perempuan, suhu basal bisa menjadi salah satu pertanda mereka tengah dalam masa subur dan siap dibuahi.

Suhu basal memiliki pengertian sebagai suhu tubuh yang didapat ketika Anda benar-benar beristirahat (dalam keadaan tidur). Suhu ini diukur ketika Anda bangun tidur di pagi hari dan belum melakukan kegiatan apa pun. Seperti yang sudah dibahas di atas, bagi wanita, pengukuran suhu basal tubuh bertujuan untuk memberitahu Anda jika ovulasi sudah terjadi.

Dalam kondisi hamil, banyak perubahan, baik itu secara psikis maupun fisik, yang dialami oleh wanita. Kondisi tubuhnya tidak seperti kondisi “orang normal”. Tubuh mereka seperti menjadi lebih peka terhadap sesuatu. Tentu saja ini ada kaitannya dengan janin yang tengah dikandungnya.

Sepanjang masa kehamilan, wanita hamil kerap merasakan kepanasan (atau kegerahan) dan juga kedinginan. Mari kita kesampingkan mengenai kondisi “kepanasan atau kegerahan”. Sebab, artikel ini akan membahas kemungkinan apa saja yang membuatnya mudah kedinginan.

Saat suhu basal tubuh memungkinkan membuat ibu hamil mengalami kedingan. Karena saat suhu basal itu meningkat, ibu hamil akan merasa hangat. Namun, di sisi lain, kondisi ini bisa membuat udara yang dirasakan ibu hamil terasa lebih dingin. Karena itu, banyak ibu hamil mudah merasa kedinginan lantaran pengaruh suhu basal tubuh tersebut.

 Nah, selain suhu basal tubuh seperti yang tertulis di judul. Kemungkinan kondisi lain yang membuat ibu hamil atau bumil kerap merasakan kedinginan antara lain:

  • Fluktuasi Hormon

Bagi sebagian besar ibu hamil, fluktuasi hormon menyebabkan perasaan panas, namun bagi beberapa ibu hamil yang lain, fluktuasi ini dapat menyebabkan perasaan dingin.

Hormon kehamilan menyebabkan perubahan dalam metabolisme tubuh wanita. Metabolisme ibu hamil bekerja lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan bayi dan mempertahankan kehamilan. Perubahan metabolisme dapat menyebabkan tubuh terasa panas.

Karena tubuh terasa panas akibat fluktuasi hormon, tubuh akan berusaha sangat keras menurunkan suhu, yang justru menyebabkan beberapa orang ibu hamil merasa kedinginan kondisi ini disebut kompensasi berlebihan.

  • Morning sickness

Jika seorang perempuan yang tengah mengalami mual dan muntah atau biasa disebut sebagai kondisi morning sickness, mereka mungkin mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan makanan.

Asupan kalori rendah atau dehidrasi dapat mempengaruhi jumlah kalori yang tersedia dalam tubuh untuk mempertahankan suhu. Kondisi itulah yang dapat menyebabkan perasaan dingin.

  • Anemia

Sekitar 15-20% wanita hamil mengalami anemia selama kehamilan. Selain mudah kedinginan, kelelahan, dan mudah memar merupakan beberapa gejala anemia selama kehamilan.

  • Infeksi

Selama infeksi, bahkan tanpa demam, beberapa orang akan merasa kedinginan. Konsultasilah dengan dokter jika orang terdekat Anda yang tengah mengandung mengalami kedinginan disertai gejala berikut:

  • Gejala infeksi
  • Demam
  • Nyeri – misalnya, saat buang air kecil.

***

Perempuan yang kerap kedinginan selama masa kehamilannya bisa menjadi tanda bahaya, meski lebih sering tidak menjadi tanda bahaya apa pun. Namun, utamanya adalah tidak ada indikasi klinis yang jelas bahwa rasa dingin tersebut merupakan tanda atau gejala keguguran.

Terkait suhu basal tubuh ibu hamil yang meningkat. Itu adalah sesuatu yang normal dan wajar. Ibu hamil hanya perlu mengetahui kiat atau apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan dalam kondisi tersebut. Buatlah situasi dan kondisi yang nyaman bagi ibu hamil, berendam air hangat, misalnya, atau penuhi keinginannya akan makanan atau apa pun yang bisa membuatnya tenang.

Read More

Inilah 5 Manfaat Timun Bagi Kesehatan Anda

Masyarakat Indonesia banyak mengenal timun sebagai bahan lalapan atau acar. Tumbuhan yang kaya akan kandungan air ini, terasa menyegarkan ketika dikonsumsi. Tak hanya itu, manfaat timun bagi kesehatan pun ternyata sangat melimpah.

Wajar saja, ada banyak khasiat yang dimiliki oleh timun, sebab tumbuhan ini memang mengandung banyak sekali vitamin dan mineral. Jadi, apa saja manfaat timun bagi kesehatan? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

1. Membantu menjaga kesehatan tulang

Vitamin K merupakan salah satu nutrien yang paling dominan di dalam timun. Dan seperti kita ketahui, vitamin K memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Mengonsumsi satu cangkir atau mangkuk timun beserta kulitnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin K harian Anda.

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk pembentukan tulang. Rendahnya kadar vitamin K di dalam tubuh juga sering dikaitkan dengan risiko osteoporosis dan patah tulang.

2. Turut menjaga kesehatan jantung

Masih berhubungan dengan kalium yang terkandung di dalamnya, manfaat timun yang lain adalah menjaga kesehatan jantung. Asupan kalium yang cukup dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit stroke. Mineral ini juga membantu dalam penurunan tekanan darah.

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan jantung, mencukupi asupan kalium salah satu caranya. Konsumsi timun merupakan cara mudah agar kebutuhan kalium Anda terpenuhi.

3. Membantu menurunkan kadar gula darah

Beberapa ahli melakukan penelitian pada hewan percobaan, diketahui bahwa timun dapat menurunkan kadar gula darah dan risiko komplikasi diabetes. Beberapa tanaman lain juga diuji, kaitannya dengan efek anti diabetes. Timun merupakan salah satu tanaman yang cukup efekif dalam menurunkan kadar gula darah.

Dari seluruh bagian tanaman ini, kulit timun diketahui memegang peranan paling besar dalam penurunan kadar gula dalam darah.

Akan tetapi, manfaat timun dalam menurunkan kadar gula darah baru diuji pada hewan percobaan. Belum ada penelitian lebih lanjut pada manusia. Oleh sebab itu, penggunaannya sebaiknya bukan untuk menggantikan obat-obat anti diabetes, melainkan sebagai makanan pendamping.

4. Menenangkan kulit

Mungkin Anda pernah mengetahui, mata yang bengkak karena kelelahan dapat mereda dengan diberi kompres timun. Begitu juga dengan jerawat dan kulit terbakar.

Di dalam timun, terdapat zat-zat yang memiliki efek antiinflamasi. Itu sebabnya, salah satu manfaat timun meredakan pembengkakan dan iritasi pada kulit. Lebih jauh lagi, memberikan efek menenangkan pada kulit Anda. Tak heran, jika tanaman ini dijadikan obat oles rumahan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat dan bengkak pada bagian bawah mata.

5. Membantu menjaga berat badan

Timun merupakan pilihan bahan makanan yang tepat untuk menjaga berat badan, memiliki serat yang tinggi pada kulitnya, namun rendah kalori. Dalam setiap cangkir timun, hanya terkandung 16 kalori.

Sehingga, cocok sekali untuk dijadikan pilihan menu bagi Anda yang sedang diet. Anda dapat mengonsumsinya sebagai campuran dalam salad, acar, maupun jus. Dimakan langsung sebagai cemilan pun sebenarnya tetap cocok. Beberapa jenis dipping sauce cocok sekali dikonsumsi dengan timun.

Selain manfaat-manfaat di atas, timun juga sangat bermanfaat bagi ibu hamil. Salah satu manfaat timun bagi Anda yang sedang mengandung adalah menghindarkan Anda dari dehidrasi. Beberapa daerah memang memiliki mitos bahwa ibu hamil tidak boleh mengonsumsi timun, namun sebetulnya buah ini bermanfaat sekali bagi mereka yang tengah menjalani kehamilan.

Read More

Alat Ini Diklaim Bisa Atasi Bunion dalam 2 Hari

When is a Bunion Not a Bunion?: Dr. Wenjay Sung: Podiatrist

Mungkin banyak di antara kita yang tidak terlalu memperhatikan kondisi ibu jari kaki yang menjorok terlalu ke dalam dan menabrak jari di sebelahnya. Sebab kondisi itu tidak menimbulkan rasa sakit sehingga dianggap normal. Namun, kenyataannya itu adalah suatu kelainan. Dunia medis mengenalnya dengan istilah bunion.

Bunion memiliki pengertian sebagai tulang menonjol keluar yang muncul di samping ruas kedua pada ibu jari kaki. Tonjolan tulang ini terjadi karena posisi jempol kaki yang mendorong jari kaki di sebelahnya. Awalnya mungkin penderitanya tidak merasakan sakit. Akan tetapi, kondisi itu berpotensi menyakitkan seiring dengan berjalannya waktu.

Hingga saat ini penyebab bunion belum diketahui dengan pasti. Para pakar menduga bahwa pemicu utamanya adalah masalah pada bentuk kaki yang dipengaruhi oleh faktor keturunan serta kebiasaan-kebiasaan tertentu, seperti menggunakan sepatu yang tidak pas di kaki, misalnya.

Awalnya, bunion dapat diatasi dengan prosedur operasi. Namun, banyak orang merasa tidak perlu melakukan operasi hanya untuk mengatasi “jempol kaki yang bengkok”. Namun, baru-baru ini di Amerika Serikat ditemukan sebuah metode untuk mengatasi bunion dengan mudah dan waktu yang cukup singkat.

Penemuan itu diklaim dan sudah terbukti dapat mengatasi bunion dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu saja. Yang lebih mencengangkannya lagi adalah, pengobatan ini tidak memerlukan operasi, tanpa bedah, tanpa dokter, dan tanpa meninggalkan rumah.

Metode itu ditemukan oleh Dr. Prof. Gardner, seorang dokter spesialis dalam kedokteran pediatrik. Para dokter spesialis ortopedi pun setuju bahwa cara baru yang ditemukan oleh Prof. Gardner merupakan temuan revolusioner dalam ilmu pengobatan dan pemeliharaan tapak kaki.

Bagaimana Metode Ini Bekerja?

Dalam mengembangkan metodenya, Gardner berlandasan pada sumber masalah terjadinya bunion tersebut. Setelah diteliti secara mendalam, baik melalui penelitian lapangan maupun penelitian eksperimen, metode dengan alat yang diciptakan profesor itu berkerja dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen dalam kaki dan memperkuat otot kaki. Mekanisme tersebut akhirnya membantu Anda mendapatkan kembali kaki indah dan sehat tanpa bunion dengan mudah.

Alat yang diciptakan Prof. Gardner sejenis bantalan kaki yang harus digunakan pasien dalam jangka waktu tertentu. Alat tersebut diformulasikan dengan menggunakan teknologi terbaru, konstruksi alat unik dan biomekanik. Dirancang dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, yang nyaman digunakan, bantalan bunion tersebut adalah alat yang luar biasa. 

Alat tersebut memperbaiki aliran darah dan mempercepat regenerasi jaringan sehingga mengurangi nyeri dan masalah kaki dengan cepat, memperkuat sendi dan otot kaki, dan meningkatkan kekuatan struktur yang menstabilkan kaki. Inilah satu-satunya bantalan bunion dengan konstruksi alat begitu unik yang tersedia di pasaran, yang membantu mengatasi masalah kaki secara aman dan permanen, tanpa meninggalkan rumah.

Hal yang menarik tentang alat inovatif tersebut adalah bahwa teknologinya biomekanik sehingga pas untuk semua jenis sepatu. Anda dapat memakai bantalan bunion tersebut dengan nyaman setiap hari karena konstruksinya aman dan biomekanik.

Hal penting lainnya dari alat tersebut adalah cara kerjanya bersifat multitasking, yaitu membantu mengobati masalah sendi dan tulang yang serius, mencegah peradangan, menghilangkan kapalan dan lain-lain. Artinya, Anda dapat mengatasi hampir semua masalah kaki seperti bunion, pembengkakan, sampai masalah jari bengkok.

Terlepas dari cara kerjanya yang sangat cepat, tidak semua orang dapat mengatasi masalah kaki tersebut dalam 7 atau 10 hari. Ada orang yang menunggu hingga 3 atau 4 minggu untuk mengatasi dan mengobati masalah kaki secara permanen.

Untuk Anda yang mengalami obesitas (kegemukan) atau mempunyai kerentanan genetik, terapi dapat berlangsung selama 30 hari. Jadi, pengobatan dan waktunya dapat bervariasi tergantung pada tubuh manusia, tapi hasilnya telah terbukti secara klinis dan semua orang akhirnya dapat mencapai hasilnya yang diharapkan.

Alat ciptaan Prof. Gardner sendiri telah masuk ke pasar Indonesia. Kendati dibanderol dengan harga yang lumayan, tetapi melihat jaminan kualitas dan efeknya, mungkin orang cenderung memilih alat ini ketimbang harus melakukan operasi untuk mengatasi bunion.

Read More

Atasi Kondisi Bayi Gumoh dengan 5 Cara Ini

Setelah bayi menyusu, sebagian air susu kadang keluar kembali atau gumoh. Kondisi ini tidak jarang membuat orang tua khawatir. Meski terlihat mengkhawatirkan, peristiwa bayi gumoh sebetulnya merupakan hal yang biasa.

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut gastroesophageal reflux, yaitu keluarnya sebagian susu di saat bayi menyusu atau setelahnya. Bayi sering gumoh saat usianya di bawah satu tahun. Selama tidak ada gejala lain yang menyertainya, orang tua tidak perlu panik saat bayi gumoh.

Lebih jauh tentang bayi gumoh

Kejadian bayi gumoh sebelum usia 1 tahun terbilang wajar sebab kerongkongannya belum berkembang sepenuhnya serta ukuran lambungnya masih kecil.

Saat usia anak sudah menginjak satu tahun, umumnya kejadian gumoh atau refluks tidak terjadi lagi. Pada usia tersebut, cincin otot yang berfungsi sebagai katup di dasar kerongkongan sudah berfungsi dengan baik.

Namun, adakah kondisi di mana gumoh dianggap sebagai gangguan atau suatu kondisi yang tidak normal? Jawabannya ada.

Untuk mengetahui apakah kondisi refluks yang terjadi masih tergolong normal atau tidak, orang tua dapat mengamati beberapa ciri tertentu. Gumoh masih dianggap normal bila susu atau makanan keluar sendiri dari mulut bayi, tanpa ada upaya bayi untuk mengejan, bayi tidak rewel dan tetap aktif, bayi tidak terlihat sesak, berat badan bayi tidak mengalami penurunan, dan bayi masih mau menyusu atau makan.

Mengatasi bayi gumoh

Kondisi bayi gumoh memang akan berhenti dengan sendirinya. Namun, hal tersebut umumnya baru terjadi setelah bayi berusia satu tahun. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menekan kejadian bayi gumoh.

1. Memposisikan kepala bayi tegak

Ketika bayi diberi air susu atau makanan, usahakan agar kepalanya diposisikan lebih tegak. Begitu juga setelah selesai menyusu atau makan, kepala bayi dipertahankan tegak paling tidak selama 20-30 menit.

Hal ini dapat mencegah makanan atau susu naik kembali ke kerongkongan Si Kecil.

2. Memberikan air susu atau makanan dalam jumlah kecil

Untuk mencegah bayi gumoh, dapat disiasati dengan memberikan air susu atau makanan dalam jumlah sedikit, tetapi frekuensinya lebih sering. Hal ini lebih baik dibanding memberikan makanan atau air susu dalam jumlah banyak sekaligus.

3. Sesuaikan ukuran dot yang digunakan

Khusus bagi bayi yang menyusu dengan menggunakan dot, para orang tua sebaiknya sangat memperhatikan ukuran dot yang digunakan. Ukuran dot yang terlalu besar berisiko membuat bayi gumoh.

4. Hindari posisi tidur, setelah bayi menyusu

Setelah menyusu, sebaiknya bayi tidak langsung ditidurkan. Anda dapat menggendongnya terlebih dahulu selama 20-30 menit. Baru kemudian ditidurkan.

Posisi tidur bayi pun perlu diperhatikan. Usahakan agar bayi tidur dalam posisi telentang dengan kepala yang lebih tinggi dari badannya.

5. Usahakan membuat bayi serdawa

Setiap selesai menyusu atau di sela waktu menyusu, usahakan untuk membuat bayi serdawa. Caranya, letakkan bayi di dada Anda dan dagu berada pada pundak Anda, sangga kepala dan pundak bayi, kemudian tepuk-tepuk punggungnya perlahan.

Cara ini dapat membantu untuk mencegah bayi gumoh.

Meski termasuk peristiwa yang normal, jika bayi gumoh disertai dengan tanda klinis lain, seperti tidak buang air kecil, terlihat kesakitan, dan sangat rewel, maka Anda tetap perlu membawa buah hati untuk berkonsultasi dengan dokter. Sebab mungkin saja ada gangguan medis yang terjadi.

Read More

Suka Tidur Setelah Sahur? Ini 2 Dampaknya

Tidur setelah sahur sebaiknya tidak dilakukan untuk mencegah penyakit

Saat ini sudah masuk ke bulan suci Ramadan yang artinya umat Islam menjalankan kewajiban ibadah puasa. Saat puasa, seseorang tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman. Selain itu, hal yang menantang saat bulan puasa adalah pola tidur. Jam tidur akan berkurang selama bulan puasa, karena setiap orang yang menjalankan puasa harus bangun untuk melakukan sahur. Karena sulit menahan rasa kantuk, banyak orang yang memilih tidur setelah sahur.

Ternyata, langsung tidur setelah sahur dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan makanan yang baru dimasukkan ke dalam tubuh harus dicerna terlebih dahulu. Apabila langsung tidur, sistem pencernaan yang ada menjadi tidak bekerja dengan baik.

Memang setelah makan banyak orang akan merasa kantuk. Hal itu terjadi karena tubuh sedang sibuk mencerna makanan yang telah dimakan. Setelah kamu selesai makan, otak mengirimkan sinyal ke organ untuk pencernaan segera dan mengarahkan semua darah menjauh dari sisa organ.

Sel-sel darah merah juga membantu untuk mencerna makanan yang dapat mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan otak kekurangan darah dan menyebabkan rasa kantuk.

Ketika seseorang langsung tidur setelah sahur, tubuh sedang berusaha untuk mencerna makanan yang masuk. Sehingga, kebanyakan oksigen akan berpindah ke lambung untuk memperlancar pencernaan. Namun, karena tubuh dalam posisi tidur, lambung menjadi tidak dapat bekerja dengan cepat. Selain itu, oksigen di dalam otak juga menjadi berkurang.

Tidur setelah menyantap menu sahur bukanlah suatu hal yang baik. Setelah makan, tubuh akan terus bekerja agar dapat mencerna makanan yang mungkin menyebabkan masalah pencernaan apabila langsung tidur. Selain itu, makan yang terlalu larut malam juga dapat menyebabkan gangguan penilaian pada tubuh, sehingga membuat tubuh kelelahan.

Selain itu, menyantap makanan kemudian langsung tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebab, tubuh tidak dapat membakar kalori tersebut. Maka dari itu, seseorang yang akan berpuasa dapat menjaga kesehatannya dengan tidak langsung tidur setelah sahur.

Apabila kamu sering melakukan tidur setelah sahur, beberapa gangguan yang dapat terjadi pada tubuh kamu adalah:

Mulas

Kamu mungkin akan merasa nyaman berbaring segera setelah makan, tetapi hal ini dapat menyebabkan mulas pada perut kamu. Mulas terjadi karena produksi berlebihan asam lambung yang menyebar dari lambung dan mengarah ke tenggorokan atau dada. Asam lambung yang menuju ke organ bagian atas menyebabkan sendawa, serta menyebabkan rasa asam di mulut. Gangguan tersebut juga dikaitkan dengan cegukan, sehingga membuat kamu sulit untuk tidur nyenyak di malam hari.

GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) juga dapat terjadi jika kamu tidur setelah sahur. Kondisi ini terjadi karena letak katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak menutup. Asam lambung bergerak menuju tenggorokan dan membuat kamu merasakan sensasi terbakar. Jika kondisi ini tidak segera diobati, hal tersebut akan mengakibatkan efek merusak pada selaput lendir tenggorokan yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

Pada dasarnya tidur setelah sahur boleh-boleh saja. Asalkan, memberi jeda kurang lebih 3 jam setelah kamu makan. Hal itu dilakukan agar tubuhmu dapat mencerna makanan dengan baik dan masuk ke usus kecilmu. Jeda tersebut akan mencegah masalah-masalah kesehatan seperti yang disebutkan di atas.

Demikian hal yang akan terjadi saat kamu memilih untuk tidur setelah sahur. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasanmu.

Read More